Persebaya Surabaya Tutup Super League 2025/2026 dengan Kemenangan Telak
Persebaya Surabaya menutup musim Super League 2025/2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026) malam. Namun bukan hanya kemenangan tersebut yang menjadi momen berkesan bagi ribuan Bonek, melainkan pesan sederhana yang tertera di kaos Bernardo Tavares bertuliskan “Bismillah 2027” yang langsung memantik optimisme besar menuju musim depan.
Lampu flash dari ribuan handphone menyala bersamaan saat Bernardo Tavares berdiri di tengah lapangan. Suasana Stadion Gelora Bung Tomo berubah hangat, emosional, dan penuh harapan setelah perjalanan panjang penuh tekanan akhirnya ditutup dengan senyum lebar.
Kaos “Bismillah 2027” Jadi Simbol Harapan Baru
Bernardo Tavares tidak banyak bicara soal target juara selepas pertandingan. Namun kaos hitam bertuliskan “Bismillah 2027” seolah menjadi kode paling jelas tentang ambisi besar Persebaya Surabaya untuk musim Super League 2026/2027.
Tulisan sederhana itu langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi bahan perbincangan Bonek sepanjang malam. Banyak yang menilai sang pelatih mulai mengirim sinyal kuat jika musim depan harus menjadi momentum Green Force kembali memburu gelar juara.
Kemenangan 5-0 atas Persik Kediri juga terasa spesial karena memastikan Persebaya Surabaya finis di posisi empat besar klasemen akhir. Lebih dari itu, Green Force menutup musim dengan catatan enam laga beruntun tanpa kebobolan.
Pidato Bernardo Tavares Bikin GBT Hening
Momen paling menyentuh justru hadir setelah pertandingan berakhir. Saat pemain mulai berjalan mengelilingi lapangan, Bernardo Tavares mengambil mikrofon dan berdiri di hadapan ribuan Bonek-Bonita yang masih bertahan memenuhi tribun.
Dengan mata berbinar dan suara penuh rasa terima kasih, dia memberikan pidato singkat yang langsung disambut gemuruh stadion. Sesekali terdengar nyanyian suporter bercampur tepuk tangan panjang dari berbagai tribun.
“Selamat malam. Selamat malam Bonek, Bonita. Terima kasih atas dukungan Anda. Itu penting bagi tim kami. Terima kasih. Antusiasme Anda memberikan energi tambahan,” ujar Bernardo Tavares.
“Anda sangat penting bagi kami. Terima kasih. Musim depan, kami membutuhkanmu. Kami mencatatkan enam pertandingan tanpa kebobolan secara beruntun. Kami ingin musim depan menghasilkan lebih banyak lagi. Namun agar hal ini bisa terjadi, kita membutuhkan Bonek dan Bonita di setiap momen. Baik di saat senang maupun susah. Salam satu nyali!”
Kalimat terakhir itu langsung menggema di seluruh penjuru Stadion Gelora Bung Tomo. Banyak suporter mengangkat syal tinggi-tinggi sambil menyanyikan lagu kebanggaan Persebaya Surabaya dengan suara bergetar.
Bonek Mulai Bermimpi Tentang Gelar Juara
Kaos “Bismillah 2027” membuat harapan Bonek mendadak terasa sangat dekat. Setelah musim yang naik turun, banyak suporter mulai percaya Persebaya Surabaya sedang membangun fondasi kuat untuk kembali menjadi penantang serius juara liga.
Respons emosional langsung membanjiri kanal media sosial resmi Persebaya Surabaya. Ribuan komentar muncul hanya dalam hitungan jam setelah pertandingan selesai.
“Gass musim depan Coach!” tulis salah satu Bonek.
“Ingat KEJAYAAN tidak di bangun hanya dengan semalam. Bismillah 2027 fokus Persebaya Juara. Bukan hanya sekedar Doa tapi juga diiringi dengan usaha, tekad, dan tujuan serta visi misi yang jelas. Tanamkan mental JUARA disetiap pertandingan. Semangat joll,” tulis Bonek lainnya.
“Bismillah 2027 rezekinya Persebaya buat JUARA LIGA,” ujar suporter lain.
Ada pula komentar panjang yang menunjukkan besarnya harapan kepada Bernardo Tavares setelah melihat perkembangan tim musim ini. Banyak Bonek merasa Green Force mulai memiliki arah permainan dan mental yang lebih jelas dibanding awal musim.
Malam Terakhir yang Terasa Sangat Berbeda
Malam di Stadion Gelora Bung Tomo itu terasa berbeda dari laga penutup musim biasanya. Tidak ada wajah murung ataupun rasa kecewa karena gagal juara, sebab banyak Bonek justru pulang membawa keyakinan baru tentang masa depan Persebaya Surabaya.
Enam laga tanpa kebobolan menjadi bukti jika Green Force mulai menemukan keseimbangan permainan. Persebaya Surabaya juga terlihat lebih solid, lebih disiplin, dan punya mental bertarung hingga pekan terakhir kompetisi.
Bernardo Tavares mungkin belum memberikan trofi pada musim pertamanya bersama Persebaya Surabaya. Namun dia berhasil membangun hubungan emosional yang kuat dengan tribun Gelora Bung Tomo. Dan ketika ribuan lampu flash menyala bersamaan sambil meneriakkan “Salam Satu Nyali”, malam itu terasa seperti awal perjalanan baru. Sebuah harapan sederhana yang ditulis di kaos hitam: Bismillah 2027.






