BMKG Catat 10 Wilayah Indonesia Masuk Musim Kemarau 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa sebanyak 10 wilayah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), telah resmi memasuki Musim Kemarau 2026. Hal ini terjadi pada bulan April, dan berdasarkan data terbaru, masyarakat di wilayah tersebut diminta untuk mewaspadai risiko kekeringan serta kebakaran lahan.
Beberapa wilayah yang sudah masuk musim kemarau antara lain Aceh, NTT, NTB, Papua, Maluku, dan beberapa daerah di Sulawesi. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca secara berkala, terutama dalam sektor pertanian, sumber daya air, hingga aktivitas harian.
Perubahan Musim dari Hujan ke Kemarau
Dalam rilis terbarunya, BMKG menjelaskan bahwa peralihan musim di Indonesia dari musim hujan ke musim kemarau terjadi secara bertahap. Proses ini dimulai dari wilayah Nusa Tenggara dan akan meluas ke seluruh kawasan Indonesia. Peralihan ini dipengaruhi oleh perubahan angin monsun, dari Monsun Asia menjadi Monsun Australia, yang menjadi penanda utama dimulainya musim kemarau.
Saat ini, sekitar 7 persen wilayah Indonesia atau 49 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau. Wilayah-wilayah yang sudah masuk musim kemarau antara lain:
- sebagian kecil Aceh
- sebagian kecil Sumatera Utara
- sebagian kecil Riau
- sebagian Sulawesi Tengah
- sebagian Sulawesi Selatan
- sebagian Sulawesi Tenggara
- sebagian kecil Nusa Tenggara Barat (NTB)
- sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT)
- sebagian Maluku
- sebagian kecil Papua Barat
Data ini menunjukkan bahwa musim kemarau mulai terjadi di sejumlah wilayah secara terbatas dan belum merata di seluruh Indonesia.
Prediksi Jumlah Wilayah yang Masuk Musim Kemarau
BMKG memprediksi jumlah wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat pesat pada April 2026. Sebanyak 114 ZOM atau sekitar 16,3 persen wilayah diperkirakan akan memasuki musim kemarau. Periode ini juga menandai peralihan angin Monsun Asia menjadi Monsun Australia.
Pada Mei 2026, sebanyak 184 ZOM diprediksi memasuki musim kemarau, sedangkan pada Juni 2026, jumlahnya mencapai 163 ZOM. BMKG menjelaskan bahwa proses peralihan musim ini sesuai dengan dinamika atmosfer dan pergerakan monsun.
Prediksi Musim Kemarau 2026 di Indonesia
BMKG memprediksi bahwa Musim Kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian wilayah Indonesia. Sebanyak 325 ZOM atau sekitar 46,5 persen wilayah diperkirakan mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari kondisi normal.
Selain itu, akumulasi curah hujan selama musim kemarau diprediksi berada pada kategori bawah normal di sebagian besar wilayah Indonesia, yakni sekitar 64,5 persen ZOM. Kondisi ini menunjukkan potensi kemarau yang lebih kering dibandingkan biasanya.
Lebih dari separuh wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari normal. Oleh karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.
Musim kemarau 2026 diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai April hingga pertengahan tahun, dengan karakteristik lebih kering di sejumlah wilayah. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan iklim terbaru melalui kanal resmi guna mengantisipasi dampak musim kemarau sejak dini.





