BRI Target Rp180 Triliun KUR 2026, Realisasi Februari Hanya Rp31,42 Triliun

Penyaluran KUR BRI Tahun 2026 Masih Di Bawah Target

BRI (Bank Rakyat Indonesia) menetapkan target penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) pada tahun 2026 sebesar Rp 180 triliun. Dari jumlah tersebut, hingga akhir Februari 2026, BRI telah menyalurkan dana sebesar Rp31,42 triliun atau setara dengan 17,46 persen dari total alokasi. Dana ini telah menjangkau sebanyak 643 ribu debitur UMKM di seluruh Indonesia.

Meskipun realisasi penyaluran KUR BRI mencapai angka yang signifikan, capaian tersebut masih dinilai di bawah target yang ditetapkan pemeruitah. Pemerintah sendiri meningkatkan target penyaluran KUR tahun 2026 dari Rp280 triliun menjadi Rp308,41 triliun. Dengan demikian, BRI mendapat bagian sebesar Rp180 triliun atau lebih dari separuh target nasional.

Peningkatan target tersebut tidak lepas dari keberhasilan BRI dalam menyalurkan KUR pada tahun-tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didukung oleh jaringan pelayanan yang luas dan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Meski begitu, di awal tahun 2026, penyerapan KUR BRI belum optimal.

Sektor Ekonomi yang Dominan dalam Penyaluran KUR

Dari total penyaluran KUR BRI, sektor produksi menjadi dominasi utama. Sektor ini meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan kontribusi sebesar 64,13 persen dari total penyaluran. Di antara sektor-sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau sekitar 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkan.

Kontribusi sektor pertanian ini mencerminkan dukungan BRI terhadap ketahanan pangan nasional. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendukung agenda prioritas pemerintah, khususnya dalam mendorong penguatan sektor UMKM.

Peran BRI dalam Mendukung UMKM

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyampaikan bahwa BRI secara konsisten mengambil peran dalam mendukung agenda prioritas pemerintah. Ia menekankan bahwa penyaluran KUR tidak hanya berfokus pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“BRI akan terus berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Hery dalam siaran pers.

Dengan pendampingan tersebut, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Capaian Debitur KUR BRI

Capaian BRI dalam penyaluran KUR juga terlihat dari jumlah debitur yang berhasil naik kelas. Sebanyak 213 ribu debitur KUR BRI berhasil naik kelas, yang setara dengan 22,23 persen dari total sasaran tahun 2026 sebesar 962 ribu debitur.

Selain itu, BRI juga memastikan pemberian KUR dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini penting karena KUR merupakan kredit yang 100 persen berasal dari dana bank, atau menggunakan dana perbankan yang berasal dari penghimpunan dana masyarakat. Oleh karena itu, kualitas kredit harus terjaga dengan baik.

Pertumbuhan Jangkauan KUR BRI

Penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana pada 2025 jangkauan KUR BRI tercatat sebesar 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, dan pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga.


Pos terkait