BTN Cetak Ratusan Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA in Property
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah berhasil menciptakan 863 pengembang baru melalui program unggulannya, Mini MBA in Property, yang telah berjalan sejak tahun 2016 hingga 2025. Program inovatif ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BTN dan Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dirancang khusus untuk mendidik dan membekali calon pengembang dengan pengetahuan serta keterampilan yang relevan di industri properti.
Program Mini MBA in Property tidak hanya sekadar memberikan teori, melainkan fokus pada pembelajaran melalui simulasi yang mencerminkan realitas industri. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan para peserta agar siap menghadapi tantangan dan peluang dalam pengembangan perumahan. Lebih dari itu, program ini juga membuka pintu akses bagi para pengembang yang berhasil lulus untuk mendapatkan berbagai fasilitas kredit proyek perumahan yang ditawarkan oleh BTN.
Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menyampaikan harapannya bahwa para lulusan dari program Mini MBA in Property ini akan memiliki kompetensi yang memadai untuk menciptakan hunian yang terjangkau bagi masyarakat luas.
“Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu yang berharga, tetapi kami juga akan memberikan akses langsung ke fasilitas kredit konstruksi di BTN,” ujar Hermita dalam acara Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 28 Maret 2026. Pernyataan ini menegaskan komitmen BTN dalam mendukung pertumbuhan para pengembang yang berdedikasi untuk menyediakan perumahan yang dibutuhkan masyarakat.
Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2016, program ini telah melahirkan 863 alumni yang kini aktif berkontribusi dalam sektor perumahan. Khususnya selama tahun 2025, para alumni program ini telah berhasil mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar. Angka ini menunjukkan dampak nyata dari program dalam memfasilitasi pertumbuhan bisnis para pengembang muda.
Hermita juga menyoroti potensi besar yang masih dimiliki oleh sektor properti di Indonesia. Ia berpendapat bahwa kebutuhan akan hunian yang layak terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi.
“Sektor properti di Indonesia masih memiliki potensi yang sangat besar. Kebutuhan akan hunian yang terus meningkat menjadi salah satu faktor utamanya,” jelas Hermita.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program Mini MBA in Property ini merupakan salah satu upaya strategis BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di seluruh Indonesia. Selain itu, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif secara tidak langsung terhadap penguatan perekonomian nasional.
* Dampak Ekonomi Sektor Perumahan
* Setiap investasi modal senilai Rp1 triliun di sektor perumahan berpotensi menciptakan sekitar 8.000 lapangan kerja baru.
* Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor perumahan memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga stimulasi industri pendukung.
Menanggapi antusiasme yang terus meningkat, program Mini MBA in Property akan segera membuka pendaftaran untuk angkatan ke-25. Pendaftaran akan dibuka mulai tanggal 11 April 2026. Hermita menegaskan bahwa BTN akan terus memperkuat program ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun ekosistem perumahan yang semakin terintegrasi dan kuat.
Melalui program Mini MBA in Property, BTN tidak hanya berinvestasi pada pengembangan individu, tetapi juga pada masa depan industri perumahan Indonesia, dengan tujuan akhir mewujudkan rumah yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga keuangan, institusi pendidikan, dan pelaku industri dalam menjawab tantangan perumahan nasional.




