Bupati Jember Tunjukkan Efisiensi: Satu Mobil, Instruksi Presiden Dijalankan
Jember, 14 Maret 2026 – Di tengah gerimis yang membasahi bumi Jember, Sabtu sore itu, suasana di pendopo Bupati Jember terasa berbeda. Bukan deretan mobil dinas yang terparkir rapi, melainkan kesederhanaan yang terpancar dari satu unit minibus plat merah. Di dalamnya, duduk Bupati Jember, Muhammad Fawait, di barisan terdepan, tepat di belakang kemudi. Mengenakan kopyah hitam dan kemeja koko senada celana hitam, politikus Gerindra ini tak sendiri. Ia didampingi oleh sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam sebuah perjalanan menuju perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) asal Jepang yang berlokasi di Kecamatan Silo.
Perjalanan yang berjarak kurang lebih 25 kilometer dari pendopo menuju Kecamatan Silo itu dilalui dengan penuh makna. Hujan rintik yang menempel di kaca minibus tak menghalangi Bupati Fawait untuk tetap berinteraksi dengan warga. Melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk komunikasi langsung dan mungkin melalui radio komunikasi (HT), ia tak henti-hentinya menyapa dan mendengarkan keluhan masyarakat. Respon cepat diberikan. Keluhan yang disampaikan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi kepala instansi terkait agar segera melakukan perbaikan layanan atau menyelesaikan persoalan yang ada. Tak hanya itu, Fawait juga secara simultan berkomunikasi dengan para camat untuk memastikan ketersediaan dan kemudahan akses terhadap bahan makanan pokok bagi warganya.
Setibanya di lokasi tujuan, tak sampai 30 menit perjalanan, Bupati Fawait menjadi yang pertama keluar dari mobil, diikuti oleh jajaran kepala SKPD yang mendampinginya. Kunjungan ke perusahaan Jepang tersebut berlangsung hingga sore hari, ditutup dengan agenda buka puasa bersama.
Efisiensi Anggaran dan Penghematan BBM: Implementasi Instruksi Presiden
Usai berbuka puasa, rombongan langsung kembali ke pendopo. Uniknya, dalam perjalanan pulang, Bupati Fawait memilih untuk masuk ke dalam mobil belakangan, memberikan kesempatan kepada stafnya untuk naik terlebih dahulu. Rombongan tiba kembali di pendopo sekitar pukul 19.30 WIB.
Perjalanan pulang-pergi dalam satu kendaraan minibus ini menjadi simbol perubahan signifikan dalam gaya kunjungan kerja Bupati Jember bersama jajarannya. Ini merupakan tindak lanjut konkret dari instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan efisiensi anggaran.
“Kami datang rombongan, tidak sendiri-sendiri. Ini adalah bentuk efisiensi sesuai arahan Bapak Presiden,” ujar Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, di sela-sela kunjungannya. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap gejolak di Timur Tengah yang menyebabkan fluktuasi harga minyak dunia, serta dampaknya terhadap beban subsidi negara yang berpotensi membengkak.
Wacana Kerja dari Rumah Selektif: Adaptasi Teknologi dan Efisiensi Operasional
Menyikapi situasi global yang penuh ketidakpastian dan kebutuhan akan efisiensi yang lebih tinggi, Bupati Fawait juga melempar wacana penerapan kembali sistem Work From Home (WFH) secara selektif. Ia berargumen bahwa kemajuan teknologi saat ini telah memungkinkan kinerja pemerintahan tetap optimal tanpa harus selalu bergantung pada mobilitas fisik yang notabene memakan biaya operasional tinggi.
“Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik,” pungkasnya. Wacana ini membuka ruang diskusi mengenai bagaimana pemerintah daerah dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk menciptakan tata kelola yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja yang singkat namun padat makna ini diakhiri dengan pesan kuat. Bupati Fawait menekankan agar setiap unit usaha, termasuk perusahaan PMA yang dikunjungi, mampu memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar. Selain itu, peran mereka juga krusial dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global. Praktik efisiensi yang ditunjukkan oleh Bupati Jember ini menjadi contoh inspiratif bagi para pemimpin daerah lainnya dalam menghadapi tantangan zaman.




