Bursa Seminggu: IHSG Melemah, Kapitalisasi Menurun



Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 0,99 persen dalam satu pekan. Pada perdagangan Kamis, 2 April 2026, IHSG ditutup di level 7.026,78. Sementara itu, pada penutupan pekan sebelumnya, IHSG berada di level 7.097,05.

Menurut keterangan resmi dari Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, data perdagangan saham selama periode 30 Maret—2 April 2026 menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Ia menjelaskan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat sebesar 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 1,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 1,69 persen menjadi Rp 12.305 triliun. Sebelumnya, kapitalisasi pasar mencapai Rp 12.516 triliun. Pada hari Kamis, 2 April 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 813,51 miliar. Selama tahun 2026, total nilai jual bersih dari investor asing mencapai Rp 33,83 triliun.

Rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini turun sebesar 8,62 persen menjadi 25,87 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 28,31 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian menurun sebesar 36,69 persen menjadi Rp 14,77 triliun, dibandingkan dengan Rp 23,33 triliun pada pekan sebelumnya.

Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyampaikan bahwa pasar modal Indonesia sedang mengalami pergerakan dinamis dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Menurut dia, kondisi ini sejalan dengan tekanan geopolitik serta situasi domestik dan global yang masih mengalami eskalasi.

“Pada 1 April 2026 kemarin, IHSG ada di level 7.184,44 atau telah mengalami koreksi sebanyak 16,91 persen secara year to date,” kata Hasan di Kantor Bursa Efek Indonesia, Kamis, 2 April 2026. Ia menambahkan bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga hampir seluruh bursa di kawasan regional maupun global.

Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan IHSG antara lain:

  • Tekanan geopolitik yang semakin meningkat, termasuk ketegangan di kawasan Asia dan Eropa.
  • Situasi ekonomi domestik yang masih menghadapi tantangan seperti inflasi dan kebijakan moneter.
  • Perubahan kebijakan internasional, terutama dari negara-negara besar yang memengaruhi aliran dana investasi global.

Selain itu, para pelaku pasar juga mulai waspada terhadap potensi risiko di masa depan, terutama terkait dengan stabilitas politik dan kebijakan pemerintah.



Mutia Yuantisya berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pos terkait