Mengubah Persepsi Pangan Lokal: Pelatihan Inovatif untuk Perangi Stunting di Jayapura
Jayapura, Indonesia – Upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus digalakkan. Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, melalui Integrated Terminal (IT) Jayapura, kembali menunjukkan komitmennya melalui Program CSR Posyandu Berdaya Imbi. Kali ini, fokusnya adalah pada kegiatan Pelatihan dan Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Bergizi yang diselenggarakan di Pantai Base-G, Jayapura.
Kegiatan ini menghadirkan sosok inspiratif, Charles Toto, seorang aktivis pangan lokal yang lebih dikenal sebagai Papua Jungle Chef. Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk menangani masalah stunting yang disebabkan oleh kekurangan gizi, dengan mempertimbangkan bahwa akar penyebab stunting bersifat multidimensional dan memerlukan solusi yang komprehensif.
Charles Toto menekankan pentingnya mengubah pandangan masyarakat terhadap makanan bergizi. “Kami ingin mengubah persepsi bahwa makanan bergizi itu harus mahal atau sulit dicari,” ujarnya. “Dengan kreativitas, bahan yang ada di depan rumah seperti sayur lilin dan keladi bisa menjadi hidangan kelas dunia yang disukai anak-anak.”
Inovasi Kuliner Lokal untuk Anak-Anak
Dalam sesi demonstrasi masak, Charles Toto dengan lihai mengolah bahan pangan lokal menjadi sajian modern yang menarik perhatian, terutama bagi anak-anak. Salah satu kreasi yang paling menonjol adalah “Sushi Keladi”. Konsep unik ini menggantikan bahan-bahan tradisional sushi dengan kekayaan alam Papua.
- Pengganti Nasi: Keladi tumbuk dipilih sebagai pengganti nasi, menyediakan sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah yang lebih sehat.
- Pengganti Nori: Daun gedhi, yang kaya akan antioksidan dan bermanfaat bagi pencernaan, digunakan sebagai pengganti nori.
- Isian Bergizi: Sayur lilin, alpukat, dan berbagai jenis ikan segar menjadi isian utama, menyumbangkan protein, lemak sehat, dan serat yang esensial bagi tumbuh kembang anak.
“Bahannya sehari-hari banyak tersedia,” tambah Charles, menegaskan bahwa makanan sehat tidak harus sulit dijangkau.
Membekali Kader Posyandu, Memperkuat Ketahanan Pangan Keluarga
Melalui pelatihan ini, para kader posyandu dibekali dengan keterampilan praktis yang diharapkan dapat mereka teruskan kepada masyarakat luas. Pengetahuan ini akan sangat mendukung program-program pemberian makanan tambahan (PMT) yang sudah berjalan, seperti PMT Anak Sekolah (usia 5–9 tahun), PMT Remaja, dan PMT Lansia.
Heni Purwati, salah seorang Kader Posyandu Cenderawasih, berbagi pengalamannya. Ia mengakui bahwa selama ini, mengolah ikan menjadi tantangan tersendiri karena aroma amis yang sulit dihilangkan, yang membuat anak-anak enggan mengonsumsinya. Namun, setelah mengikuti demo masak dalam kegiatan ini, para kader mendapatkan teknik pengolahan baru yang terbukti mampu menghilangkan bau amis secara total.
“Jujur saja, selama ini kita sering pusing kalau masak ikan karena sudah diolah macam-macam tetap saja masih ada bau amis, anak-anak jadi kurang tertarik,” ungkap Heni. “Tapi tadi waktu demo masak, kita lihat sendiri ternyata bisa bikin olahan yang tidak amis sama sekali, dan anak-anak langsung suka.”
Lebih dari Sekadar Memasak: Pelestarian Budaya dan Penguatan Generasi Masa Depan
James W. Muabuay, IT Manager Jayapura, menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar pelatihan memasak. “Kehadiran sosok seperti Papua Jungle Chef, Charles Toto, diharapkan mampu menginspirasi para ibu dan kader posyandu untuk semakin berdaya dan kreatif dalam mengolah pangan lokal,” ujarnya.
Menurut James, program ini merupakan upaya pelestarian budaya kuliner Papua melalui inovasi pangan. Inovasi ini dihadirkan tanpa mengorbankan cita rasa dan tampilan yang disukai anak-anak, sehingga menjadi penguatan ketahanan pangan keluarga secara berkelanjutan.
“Dengan memaksimalkan kekayaan alam Papua, kami meyakini pemenuhan gizi yang berkualitas merupakan fondasi kokoh dalam membangun generasi masa depan Jayapura yang sehat, cerdas, dan unggul,” imbuh James.
Pertamina Patra Niaga berharap Program Posyandu Berdaya Imbi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Imbi secara signifikan. Dengan pendekatan yang inovatif dan memanfaatkan potensi lokal, diharapkan kesehatan masyarakat Jayapura dapat terus meningkat dari waktu ke waktu.






