
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengambil keputusan untuk sementara menghentikan pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi yang sedang berlangsung. Rencananya, CFD akan kembali digelar mulai Juni 2026 setelah beberapa perbaikan dan penyesuaian dilakukan.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan CFD di koridor tersebut memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. Baik dalam hal akses ruang publik maupun peningkatan kualitas lingkungan sekitar.
“Kehadiran CFD di Jalan HR Rasuna Said memberikan alternatif ruang olahraga dan ruang publik yang lebih luas bagi warga. Data pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan CFD juga menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan hari kerja,” ujar Syafrin dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu (16/5).

Menurutnya, keberadaan CFD di kawasan Rasuna Said juga membantu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman–Thamrin. Berdasarkan data dari Dishub DKI, jumlah pengunjung CFD tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin mengalami penurunan drastis. Pada 3 Mei 2026, jumlah pengunjung mencapai 29.256 orang, kemudian turun menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 52,97 persen.
“Perubahan ini menunjukkan bahwa CFD di HR Rasuna Said berhasil memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di area Sudirman–Thamrin. Sehingga aktivitas warga dapat lebih tersebar dan tidak terpusat di satu titik,” kata Syafrin.
Meski demikian, pelaksanaan CFD pada 10 Mei lalu masih menyisakan beberapa catatan evaluasi. Di antaranya adalah belum tersedianya titik putar di sisi timur dan barat koridor, kurangnya pembatas jalur Transjakarta, serta masih ditemukannya parkir liar di sejumlah titik.
Selain itu, penataan UMKM dinilai perlu diperbaiki karena aktivitas pedagang sering meluas hingga ke badan jalan. Beberapa proyek pekerjaan jalan di rute alternatif juga masih menyebabkan kemacetan.
Dishub DKI juga mencatat adanya perbedaan level ketinggian jalan pasca-pembongkaran tiang monorel, serta penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival yang membuat pelari dan pesepeda menggunakan lajur bus Transjakarta.
Syafrin memastikan bahwa seluruh kendala tersebut akan segera ditindaklanjuti oleh tim kerja CFD lintas perangkat daerah. Pemprov DKI juga sedang menyiapkan payung hukum sebagai dasar pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said.
“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan CFD di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” jelasnya.
Rencananya, CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30-09.00.



