Fluktuasi Harga Bahan Pokok di Kotamobagu Jelang Ramadan dan Idul Fitri
Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan, masyarakat Kotamobagu mulai merasakan adanya lonjakan harga pada sejumlah kebutuhan pokok. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para ibu rumah tangga yang tengah mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama bulan puasa hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri.
Situasi pasar pada Minggu, 8 Maret 2026, menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan signifikan. Salah satu yang paling terasa dampaknya adalah harga daging sapi. Jika pada awal periode harga daging sapi masih berada di kisaran Rp 145.000 per kilogram, kini pedagang mematok harga Rp 150.000 per kilogram. Kenaikan ini tentu memberatkan, mengingat daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani favorit dalam hidangan keluarga.
Tidak hanya daging sapi, komoditas bumbu dapur pun turut merasakan imbas kenaikan harga. Bawang putih, misalnya, yang sebelumnya dapat dibeli dengan harga Rp 40.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp 45.000 per kilogram. Demikian pula dengan bawang merah, yang mengalami kenaikan dari Rp 35.000 menjadi Rp 42.000 per kilogram. Kenaikan harga pada bumbu dasar ini secara otomatis akan mempengaruhi biaya masak sehari-hari.
Komoditas yang Menunjukkan Penurunan Harga
Namun, di tengah kenaikan beberapa bahan pokok, ada pula komoditas yang justru menunjukkan tren penurunan harga. Hal ini memberikan sedikit kelegaan bagi sebagian masyarakat. Cabai keriting, yang pada akhir Februari 2026 lalu masih dihargai Rp 25.000 per kilogram, kini berangsur turun menjadi Rp 20.000 per kilogram.
Penurunan harga yang lebih drastis terlihat pada cabai rawit merah. Komoditas yang kerap menjadi incaran karena tingkat kepedasannya ini, dari harga awal yang mencapai Rp 65.000 per kilogram, kini turun drastis menjadi Rp 30.000 per kilogram. Fenomena penurunan harga cabai rawit ini disambut gembira oleh sebagian warga.
Ninda Damapolii, salah seorang warga Kotamobagu, mengungkapkan rasa syukurnya atas penurunan harga cabai rawit. “Biasanya cabai rawit itu mahal sekali. Tapi alhamdulillah tahun ini harganya turun. Ini sangat membantu sekali,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menjelang Idul Fitri, kenaikan harga pada beberapa bahan pokok memang sudah menjadi hal yang lumrah terjadi. “Terutama daging sapi, dari tahun ke tahun pasti akan ada kenaikan harganya,” tambahnya.
Selain cabai, daging ayam juga dilaporkan mengalami penurunan harga. Daging ayam yang sebelumnya dijual seharga Rp 36.500 per kilogram, kini dapat diperoleh dengan harga Rp 32.000 per kilogram. Penurunan ini bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghemat pengeluaran untuk kebutuhan protein hewani.
Perbandingan Harga Bahan Pokok di Pasar Kotamobagu
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi harga di Pasar Kotamobagu, berikut adalah rincian beberapa bahan pokok per tanggal 8 Maret 2026:
- Beras Premium: Rp 15.000 per kilogram
- Daging Ayam: Rp 32.000 per kilogram
- Telur Ayam: Rp 33.600 per kilogram
- Bawang Merah: Rp 42.000 per kilogram
- Cabai Merah Keriting: Rp 20.000 per kilogram
- Cabai Rawit Merah: Rp 35.000 per kilogram
- Minyak Goreng Curah: Rp 18.000 per liter
- Gula Pasir: Rp 19.000 per kilogram
- Bawang Putih: Rp 40.000 per kilogram
- Daging Sapi: Rp 150.000 per kilogram
- Tepung Terigu Kompos: Rp 12.000 per kilogram
- Udang: Rp 60.000 per kilogram
- Ikan Kembung: Rp 20.000 per kilogram
- Mie Instan: Rp 3.500 per bungkus
- Tempe Bungkus: Rp 20.000 per kilogram
- Tahu Putih: Rp 10.000 per kilogram
- Pisang Ambon: Rp 10.000 per kilogram
- Jeruk: Rp 15.000 per kilogram
Fluktuasi harga ini menunjukkan dinamika pasar yang kompleks, di mana beberapa komoditas mengalami kenaikan seiring dengan momen keagamaan, sementara komoditas lainnya justru mengalami penurunan. Masyarakat diharapkan dapat menyiasati kenaikan harga dengan bijak, mencari alternatif bahan pangan yang lebih terjangkau, dan memanfaatkan penurunan harga pada komoditas tertentu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pemantauan harga secara berkala oleh instansi terkait juga penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran, terutama menjelang hari raya besar.




