Dampak Perang Iran vs AS, Harga Plastik Melonjak 50-100 Persen

Kenaikan Harga Plastik di Indonesia

Harga berbagai jenis produk plastik di Indonesia tengah mengalami kenaikan, yang dipengaruhi oleh gangguan impor bahan baku akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Hal ini menyebabkan kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama untuk plastik jenis PE dan PP.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik sebenarnya sudah terjadi sejak pekan kedua bulan puasa. “Setiap pekannya sejak pekan kedua puasa itu bervariasi, ada yang 500 perak, ada yang 700 perak dan melihat situasi hari ini memang hampir seluruh jenis plastik yang PE dan PP ini mengalami lonjakan mencapai 50 persen, bahkan ada yang 100 persen,” ujarnya.

Ketergantungan Impor Bahan Baku



Reynaldi mengatakan, kenaikan harga plastik kresek terjadi dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per pak. Lalu, plastik jenis lainnya naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per pak. Kenaikan tersebut terjadi karena industri plastik Indonesia masih sangat bergantung dengan bahan baku yang diimpor dari negara lain.

Oleh karena itu, Reynaldi mendesak pemerintah agar tidak membiarkan kondisi tersebut terjadi secara berkepanjangan. Caranya adalah dengan mulai mengganti pasokan bahan baku dari luar Timur Tengah. “Perlu mengganti pasokan di luar dari Timur Tengah, pasokan-pasokan importasinya karena kita masih ketergantungan impor bahan baku plastik. Tentu ini akan berpengaruh sekali dan bahkan bisa multiplier effect-nya luar biasa tidak hanya terjadi di komunitas pangan saja, kosmetik, otomotif ini juga akan berpengaruh,” kata dia.

Momentum Pengurangan Penggunaan Plastik



Di sisi lain, IKAPPI melihat kenaikan harga plastik ini bisa jadi momentum untuk mengurangi penggunaan plastik di dalam negeri, baik dari sisi pembeli maupun penjual. “Kalau di pasar tradisional kami sudah lama mengkampanyekan untuk menggunakan tas belanjaan anyaman agar mengurangi penggunaan plastik dan bahkan perusahaan-perusahaan plastik untuk daur ulang limbahnya juga harus dioptimalkan,” kata Reynaldi.

Kenaikan Harga Plastik Diakui Mendag



Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan, naiknya harga plastik di Indonesia akibat dampak perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Salah satu bahan baku pembuatan plastik berasal dari Timur Tengah. “Beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah,” ujar Budi di kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Budi menyampaikan, pemerintah sedang mencari alternatif negara produsen nafta sehingga Indonesia tidak hanya impor dari Timur Tengah. “Apa yang demikian kita lakukan? Kita sekarang mencari alternatif pengganti atau alternatif dari negara lain dan kita sudah melakukan misalnya Afrika, India dan Amerika,” kata dia.

Dampak Global pada Harga Air Kemasan Plastik

Konflik global yang terjadi di kawasan Timur Tengah tidak hanya berdampak pada harga plastik, tetapi juga pada harga air kemasan plastik. Kenaikan harga ini dikhawatirkan akan semakin memperparah tekanan ekonomi bagi masyarakat.

Plastik Terbuat dari Apa?

Plastik terbuat dari bahan baku utama seperti polietilena (PE) dan polipropilena (PP), yang merupakan hasil olahan minyak bumi. Proses produksi plastik melibatkan beberapa tahapan, mulai dari ekstraksi minyak bumi hingga proses pemrosesan dan pencetakan. Bahan baku utama ini sangat bergantung pada pasokan impor, terutama dari kawasan Timur Tengah.

Pos terkait