Dana Rp 5 Miliar Terkumpul untuk Korban Bencana Sumut di Tengah Hujan

Aksi Peduli Sumatera Utara: Charity Run Sukses Kumpulkan Miliaran Rupiah

Sebuah acara lari amal bertajuk “Care for Sumut” yang diselenggarakan di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Minggu pagi (8/2) berhasil menyita perhatian publik dan komunitas pelari. Acara ini digagas dengan tujuan mulia untuk menggalang dana bantuan bagi korban bencana banjir yang melanda Sumatera Utara. Meskipun diguyur hujan deras sejak pagi, semangat para peserta tidak surut, justru terlihat antusiasme yang tinggi di wajah setiap individu yang turut serta dalam kegiatan ini.

Acara yang dirancang sebagai bentuk kepedulian nyata ini sukses mengumpulkan dana yang signifikan, bahkan mencapai angka miliaran rupiah. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat mampu mengatasi berbagai rintangan, termasuk cuaca buruk.

Partisipasi Ribuan Pelari dan Antusiasme Luar Biasa

Menurut informasi dari Wakil Ketua Panitia Care for Sumut, Pahala Mansury, acara ini berhasil menarik partisipasi sekitar 1.000 pelari. Jumlah peserta yang besar ini menunjukkan betapa tingginya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara mereka di Sumatera Utara.

Setiap peserta diwajibkan untuk memberikan donasi minimum sebesar Rp 500.000 untuk dapat mengikuti ajang lari 5K ini. Pahala Mansury menyatakan rasa puasnya atas jumlah donasi yang berhasil terkumpul. “Hingga saat ini, kami telah berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 5.050.000. Angka ini belum termasuk hasil dari pelelangan barang seni yang juga akan kami selenggarakan sebagai bagian dari rangkaian acara penggalangan dana ini,” jelasnya kepada awak media di lokasi acara.

Dukungan dari Pemerintah Daerah untuk Korban Bencana

Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif “Care for Sumut”. Beliau menekankan urgensi bantuan bagi para korban.

“Saat ini, setidaknya masih ada 3.000 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh bencana banjir. Dana yang terkumpul dari acara ini akan kami salurkan untuk membantu para korban, baik dalam bentuk bantuan langsung maupun untuk program rehabilitasi fasilitas umum yang rusak. Kami akan fokus pada pemulihan akses air bersih, perbaikan sarana pendidikan, peningkatan layanan kesehatan, dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya,” ujar Bupati Gus Irawan Pasaribu. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam penanganan pasca-bencana dan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak.

Inisiatif Komunitas Batak di Jakarta untuk Sumatera Utara

Perlu diketahui, event “Care for Sumut” merupakan gagasan dari sekelompok masyarakat yang memiliki darah keturunan Batak dan saat ini berdomisili di Jakarta. Kepedulian mereka terhadap musibah banjir yang melanda tanah leluhur memicu lahirnya ide untuk mengadakan sebuah acara donasi yang dikemas dalam format lari 5K.

Bara Krishna Hasibuan, selaku Ketua Panitia Care for Sumut, menjelaskan lebih lanjut mengenai filosofi di balik acara ini. “Sebagai individu yang berdarah Batak, kami merasa terpanggil untuk tidak hanya menunjukkan simpati, tetapi juga bertindak nyata. ‘Care for Sumut’ kami rancang sebagai sebuah platform kolaborasi, di mana seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dan berkontribusi langsung dalam proses pemulihan pasca-bencana,” tutur Bara Krishna. Pendekatan ini menekankan pentingnya aksi nyata dan partisipasi aktif dari masyarakat luas.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kepedulian lintas batas, baik geografis maupun sosial. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para pelari dan panitia menjadi inspirasi bagi banyak orang, membuktikan bahwa dengan niat baik dan kolaborasi, dampak positif yang besar dapat dicapai. Dana yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban para korban banjir dan membantu memulihkan kehidupan mereka secepatnya.

Pos terkait