De Rossi Tegaskan Tak Menyesal Bawa Genoa Kalahkan Mantan Klub, AS Roma
Pelatih Genoa, Daniele De Rossi, secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki penyesalan sedikit pun atas kemenangan timnya atas AS Roma, yang berujung pada terdepaknya mantan klubnya itu dari zona empat besar klasemen sementara Liga Italia. Keputusan ini diambil De Rossi sebagai bagian dari profesionalismenya dalam menjalankan tugasnya sebagai arsitek tim Genoa.
Persaingan ketat untuk memperebutkan tiket terakhir ke Liga Champions musim depan semakin memanas. Dengan Inter Milan, AC Milan, dan Napoli yang tampaknya sudah mengamankan posisi tiga besar, persaingan sengit terjadi antara AS Roma, Como, dan Juventus untuk menempati peringkat keempat. Ketiga tim ini dituntut untuk tidak kehilangan poin demi mengamankan ambisi mereka berlaga di kompetisi antarklub Eropa paling bergengsi.
Pada pekan ke-28 Serie A, AS Roma harus menelan pil pahit. Sebelum pekan ini bergulir, tim berjuluk “Serigala Roma” ini masih bertengger di posisi keempat klasemen dengan raihan 51 poin. Sementara itu, Como menempati posisi kelima dengan 48 poin, dan Juventus berada di peringkat keenam dengan 47 poin.
Como dan Juventus berhasil memanfaatkan kesempatan bermain lebih awal dengan meraih kemenangan. Como berhasil menaklukkan Cagliari dengan skor 2-1, sementara Juventus menunjukkan performa impresif dengan menghantam Pisa 4-0. Hasil ini memberikan tekanan tambahan bagi AS Roma yang dijadwalkan bertandang ke Stadion Luigi Ferraris untuk menghadapi Genoa pada Minggu, 8 Maret 2026.
Namun, alih-alih memberikan respons yang diharapkan, tim asuhan Gian Piero Gasperini justru harus mengakui keunggulan Genoa dengan skor akhir 1-2. Kekalahan ini berdampak langsung pada posisi AS Roma di klasemen. Mereka harus turun ke peringkat kelima, kalah selisih gol dari Como, dan kini hanya berjarak satu poin dari Juventus yang terus membayangi.
Yang menarik perhatian adalah semangat juang Genoa dalam pertandingan tersebut. Tim yang dilatih oleh legenda AS Roma, Daniele De Rossi, ini tampil ngotot untuk meraih kemenangan. Keberadaan De Rossi sebagai pelatih Genoa menambah bumbu drama dalam pertandingan ini, mengingat ia adalah mantan gelandang yang pernah memperkuat “I Lupi” selama periode 2001-2009.
Usai pertandingan, tak terhindarkan De Rossi harus menjawab pertanyaan mengenai perasaannya setelah secara tidak langsung berkontribusi pada keluarnya AS Roma dari zona Liga Champions. Dengan lugas, De Rossi menegaskan bahwa ia sama sekali tidak menyesal telah menyulitkan mantan klubnya.
“Jika Anda memutuskan untuk melakukan pekerjaan ini, Anda harus tahu bahwa Anda akan menghadapi Roma cepat atau lambat,” ujar De Rossi, mengutip dari Football Italia. “Saya tidak ingin meminimalisasi atau mengatakan bahwa saya menyesal telah melakukannya.”
Ia melanjutkan, “Saya tidak mau berpura-pura bahwa saya menyesal. Saya bahagia, bukan karena Roma kalah, tetapi karena saya menang. Ini adalah takdir saya sampai tiba hari di mana saya berharap Roma memenangi 38 pertandingan.”
De Rossi menegaskan bahwa fokus utamanya adalah terhadap Genoa. Ia membandingkan Genoa dengan Roma, menyebut bahwa Genoa adalah tim yang membuatnya merasa seperti di rumah sendiri.
Perjalanan Karier Daniele De Rossi Bersama AS Roma dan Genoa
Karier Daniele De Rossi sebagai pelatih memang tidak terlepas dari AS Roma. Ia pernah mendapatkan kesempatan untuk menduduki kursi pelatih utama “I Giallorossi” pada pertengahan musim 2023-2024, menggantikan Jose Mourinho yang dipecat. Sebagai mantan pemain yang telah lama membela klub ibu kota Italia tersebut, De Rossi berhasil membawa AS Roma mencapai semifinal Liga Europa pada musim tersebut.
Kontraknya dengan AS Roma sempat diperpanjang hingga tahun 2027. Namun, nasib berkata lain. De Rossi harus rela kehilangan jabatannya setelah AS Roma mengalami rentetan empat kekalahan di awal musim berikutnya. Banyak pihak menilai bahwa keputusan AS Roma untuk memecat De Rossi terburu-buru, mengingat kontribusinya yang signifikan.
Saat ini, pelatih berusia 42 tahun tersebut tengah menunjukkan performa apik bersama Genoa. Ia berhasil mengangkat performa tim yang sempat terseok-seok di awal musim. Menggantikan Patrick Vieira pada awal November, De Rossi telah memimpin Genoa meraih 24 poin dari kemungkinan maksimal 54 poin dalam 18 pertandingan Serie A. Berkat sentuhan magisnya, Genoa berhasil merangkak naik dari peringkat ke-18 klasemen dan kini menempati posisi ke-13.
Perjalanan karier De Rossi ini menunjukkan bahwa ia adalah sosok pelatih yang profesional dan memiliki ambisi untuk meraih kesuksesan di setiap tim yang ia tangani. Keputusannya untuk tidak merasa bersalah atas kekalahan AS Roma membuktikan komitmennya terhadap Genoa dan visinya untuk membawa tim tersebut meraih hasil terbaik.




