Persija Terpaksa Pindah Kandang Lagi, GBK Direnovasi untuk Timnas Indonesia
Persija Jakarta kembali menghadapi kenyataan pahit harus meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai markas sementara mereka. Keputusan ini diambil setelah kekalahan Macan Kemayoran dari Arema FC, yang sekaligus menandai perpindahan stadion bagi tim kebanggaan Ibu Kota ini. Kabar ini disampaikan langsung oleh Ferry T. Indrasjarief, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Persija Jakarta, yang akrab disapa Bung Ferry.
Perpindahan ini terpaksa dilakukan lantaran SUGBK akan menjalani proses renovasi rumput. Perbaikan ini ditujukan untuk mempersiapkan stadion kebanggaan bangsa tersebut demi menyambut gelaran FIFA Matchday Maret 2026, di mana Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series 2026. Akibatnya, Persija harus mencari alternatif stadion lain untuk menggelar setidaknya tiga pertandingan kandang terdekat mereka.
Tiga laga kandang krusial yang dipastikan tidak dapat digelar di SUGBK antara lain saat Persija menjamu PSM Makassar pada tanggal 20 Februari, kemudian menghadapi Borneo FC Samarinda pada 3 Maret, dan yang terakhir melawan Dewa United Banten FC pada 8 Maret.
“Tanggal 20 [Februari] katanya ini sudah tidak bisa kita pakai lagi, karena mau diperbaiki rumputnya,” ujar Bung Ferry. Ia menambahkan, “Terus ada dua pertandingan lagi berikutnya kita katanya tidak bisa di GBK. Karena GBK mau perbaikan rumput mau dipakai lagi Timnas. Ini sudah bagus, dia mau perbaiki lagi, katanya sih kualitasnya lebih bagus lagi.”
Persiapan Timnas Indonesia di SUGBK
Keputusan untuk merenovasi SUGBK tak lepas dari agenda penting Timnas Indonesia. Pasukan Garuda dijadwalkan kembali berlaga di kancah internasional setelah terakhir kali tampil pada periode Oktober 2025. Di ajang FIFA Matchday Maret 2026, Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah FIFA Series 2026.
Dalam turnamen yang sangat dinantikan ini, Timnas Indonesia akan kedatangan tamu dari tiga negara lain, yaitu Saint Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon. Keempat pertandingan yang akan digelar di SUGBK pada periode Maret tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan peringkat dan kesiapan Timnas menjelang kompetisi yang lebih besar. Kualitas rumput stadion yang prima tentu menjadi faktor krusial demi kelancaran dan performa terbaik para pemain.
Opsi Stadion Alternatif untuk Persija
Menghadapi situasi ini, nasib Persija tentu menjadi perhatian utama para pendukungnya. Bung Ferry mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi dua stadion yang menjadi opsi utama sebagai kandang alternatif. Opsi pertama yang paling santer terdengar adalah Jakarta International Stadium (JIS), yang memang digadang-gadang sebagai stadion megah dan menjadi “rumah” sesungguhnya bagi Persija.
Opsi kedua yang juga dipertimbangkan adalah Stadion Patriot Candrabhaga yang berlokasi di Bekasi. Kedua stadion ini dianggap memiliki kapasitas dan fasilitas yang memadai untuk menggelar pertandingan kandang Persija.
“Saya berharapnya sih antara dua itu, JIS sama Patriot,” jelas Bung Ferry mengenai pilihan stadion alternatif.
Tantangan dengan Stadion Pakansari
Sebenarnya, ada satu stadion lain yang sempat masuk dalam daftar opsi, yaitu Stadion Pakansari, Bogor. Namun, panitia pelaksana Persija menyatakan enggan untuk memasukkan stadion ini sebagai alternatif lagi. Keputusan ini diambil setelah pengalaman kurang menyenangkan terkait urusan perizinan yang dianggap berbelit-belit.
Bung Ferry mengaku sudah “kapok” mencoba menggunakan Stadion Pakansari. Meskipun stadion ini merupakan kandang bagi klub Championship Liga 2, Garudayaksa, proses perizinan dengan pihak kepolisian disebut-sebut sangat rumit.
“Kalau Pakansari, karena kemarin kita agak-agak sulit, awalnya katanya Garudayaksa yang pakai. Tapi begitu kita koordinasi sama Garudayaksa biasa, mereka welcome banget, silakan, gitu lho,” terang Bung Ferry.
Namun, di balik keramahan awal, ternyata muncul berbagai kendala birokrasi. “Nah ternyata banyak urusan tuh sampai Rapat Koordinasi (Rakor)-nya saja harus ada di Bandung. Kan jauh banget kita. Rakor Persija tapi di Bandung kan lucu aja, gitu,” pungkasnya, menggambarkan betapa tidak efisiennya proses perizinan tersebut dan menjadi alasan kuat untuk tidak lagi mempertimbangkan Stadion Pakansari sebagai opsi.
Dengan demikian, Persija Jakarta kini harus fokus untuk memastikan kesiapan salah satu dari dua stadion alternatif yang telah disiapkan, demi kelancaran kompetisi mereka di sisa musim ini. Kepindahan ini memang menjadi tantangan, namun komitmen untuk tetap memberikan tontonan menarik bagi para Jakmania tetap menjadi prioritas utama.




