Denada Ungkap Perlakuan Asli Emilia Contessa ke Ressa: Tak Pernah Pilih Kasih

Polemik Pengakuan Anak: Enrico Tambunan Buka Suara soal Perlakuan Emilia Contessa terhadap Ressa Rossano

Konflik yang melibatkan Denada dan Ressa Rizky Rossano terkait klaim Ressa sebagai anak kandung Denada semakin memanas. Ressa tidak hanya menyatakan pengakuannya di hadapan publik, tetapi juga telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi atas dugaan penelantaran anak, bahkan menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar. Di tengah riuhnya pemberitaan, Enrico Tambunan, adik kandung Denada, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai informasi yang dinilainya keliru, terutama yang menyeret nama mendiang ibunda mereka, Emilia Contessa.

Enrico mengungkapkan kekecewaannya karena nama ibundanya yang telah meninggal dunia ikut tercoreng dalam perseteruan ini. Ia merasa prihatin dan menyayangkan bagaimana almarhumah ibunya harus terseret dalam isu yang menurutnya tidak sesuai dengan fakta.

“Saya pikir kok ini permasalahan antara apa dengan apa tapi sekarang yang dijelek-jelekan nama mama saya,” ujar Enrico. “Dan itu yang bikin keluarga menjadi kecewa.”

Klarifikasi Perlakuan Emilia Contessa terhadap Ressa Rossano

Salah satu tudingan yang coba diluruskan oleh Enrico adalah mengenai perlakuan Emilia Contessa terhadap Ressa Rossano, yang disebut-sebut ditelantarkan hingga harus tinggal di gudang. Enrico dengan tegas membantah hal ini. Ia menjelaskan bahwa tempat yang dimaksud bukanlah gudang, melainkan sebuah paviliun.

Lebih lanjut, Enrico menunjukkan bukti berupa percakapan (chat) antara almarhumah ibunya dengan Ressa. Percakapan tersebut menunjukkan betapa perhatiannya Emilia Contessa terhadap Ressa. Feni Rose, pembawa acara yang mewawancarai Enrico, turut membacakan salah satu isi chat tersebut:

“Kerja kelompok di kamar dia, bikin makalah bareng delapan orang kayak cendol. Begitu pada pulang semua dibersihkan, kamar mandi disikat, diobatin, sprei diganti.”

Feni Rose kemudian menambahkan, “Rico kalau kamu melihat ini nih berarti memang menggambarkan almarhumah mama Ibu Emilia Contessa tuh memang seperhatian itu ya.”

Enrico menegaskan bahwa semasa hidupnya, Emilia Contessa tidak pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap Ressa maupun anggota keluarga lainnya. “Sangat. Dan bukan hanya sama Ressa aja, sama sepupu-sepupu saya ya begitu sayangnya dia,” terang Enrico.

Bantahan Soal Ressa Rossano Dipekerjakan sebagai Sopir dengan Gaji Tak Layak

Isu lain yang menjadi sorotan Enrico adalah klaim dari pihak Ressa yang menyatakan bahwa Emilia Contessa pernah mempekerjakannya sebagai sopir pribadi dengan gaji yang dianggap tidak layak. Kabar ini mencuat setelah Ressa muncul dalam sebuah podcast dan mengungkapkan momen tersebut. Diketahui bahwa Emilia Contessa pernah maju sebagai calon anggota legislatif dan terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2014–2019. Pada masa tersebut, Ressa disebut pernah menjadi sopir pribadinya dengan upah Rp2 juta per bulan.

Menanggapi hal ini, Enrico memberikan klarifikasi melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menyoroti tudingan bahwa ibundanya mempekerjakan Ressa dengan gaji yang tidak manusiawi.

“Dibilang kayak katanya seolah-olah mama saya mempekerjakan Ressa dengan gaji yang tidak manusiawi. Secara tulus hati dan secara rendah hati saya mau katakan Mama saya bukan orang yang seperti itu,” ungkap Enrico.

Enrico kembali menekankan bahwa mendiang Emilia Contessa sangat menyayangi seluruh keluarganya, baik keluarga inti maupun keluarga besar. Ia menjelaskan alasan mengapa ibundanya menjadikan Ressa sebagai sopir. Menurut Enrico, hal tersebut merupakan bagian dari didikan ibunya untuk mengajarkan pentingnya bekerja keras dan mandiri, sebuah prinsip yang juga diterapkan Emilia Contessa kepada anak-anak, cucu-cucunya, dan keponakan-keponakannya.

“Dia mau mengajarkan kepada anak-anaknya, cucu-cucunya, keponakan-keponakan gitu ya untuk semuanya rajin bekerja, bisa bekerja,” jelas Enrico.

Enrico memberikan contoh nyata bagaimana ibundanya mendidik anak-anaknya untuk mengenal dunia kerja sejak dini. Ia bercerita bahwa anak-anaknya sendiri sudah mulai bekerja di restoran cepat saji sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), sebagai buah dari ajaran ibundanya. Prinsip yang sama juga diterapkan kepada Ressa dan anggota keluarga lainnya.

“Bahkan dia juga lah yang mengajarkan kepada saya bahwa anak saya didik untuk bekerja, oleh sebab itu anak saya semenjak di SMP dia sudah kerja di Burger King atau di Hungry Jack namanya kalau di tempat kami disini, dan dia bekerja semenjak SMP itu adalah karena ajaran dari mama saya demikian pula juga untuk keluarga yang lain termasuk juga kepada Ressa,” urai Enrico yang kini berdomisili di Amerika Serikat.

Melalui klarifikasinya, Enrico Tambunan berupaya untuk membersihkan nama baik mendiang ibundanya dan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai perlakuan Emilia Contessa terhadap Ressa Rizky Rossano, serta filosofi pendidikan yang dipegang teguh oleh ibundanya.

Pos terkait