PSM Makassar Takluk di Kandang, Daffa Salman Akui Kelelahan Bermain dengan 10 Pemain
Pertandingan pekan ke-21 Liga Super mempertemukan PSM Makassar dengan Dewa United di Stadion BJ Habibie pada Sabtu (14/2) lalu. Dalam laga yang seharusnya menjadi momen kebangkitan bagi skuad Juku Eja, justru berakhir dengan kekalahan pahit 0-2 dari tim tamu. Situasi ini tentu menyisakan kekecewaan mendalam bagi para pendukung setia PSM.
Bek muda PSM Makassar, Daffa Salman, yang tampil penuh selama 90 menit dalam pertandingan tersebut, buka suara mengenai jalannya laga. Ia mengakui bahwa timnya telah mengerahkan segala daya dan upaya untuk meraih kemenangan. Namun, ia menyoroti satu faktor krusial yang sangat memengaruhi performa tim, yaitu bermain dengan sepuluh pemain.
“Kami sudah bekerja keras, tim lawan juga sebenarnya susah melawan kami. Ketika bermain 10 orang memang kami agak kesusahan,” ungkap Daffa Salman dalam sesi jumpa pers pasca-pertandingan. Ia menambahkan, bermain dengan jumlah pemain yang kurang dari ideal melawan tim sekelas Dewa United memang memberikan tantangan tersendiri dan membuat ruang gerak tim menjadi lebih sempit.
Daffa Salman tidak lupa menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh suporter PSM Makassar atas hasil yang kurang memuaskan ini. Ia berjanji bahwa kekalahan ini akan menjadi cambuk bagi tim untuk bangkit dan tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya. PSM Makassar dijadwalkan akan menghadapi Persija Jakarta pada tanggal 20 Februari mendatang. “Kami meminta maaf dan insha Allah akan bekerja keras kembali untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Bagi Daffa Salman, pertandingan melawan Dewa United ini merupakan laga keempatnya membela PSM Makassar di Liga Super. Ia sempat lama menghangatkan bangku cadangan setelah terakhir kali bermain imbang melawan Persik Kediri pada Oktober 2025. Meskipun demikian, penampilannya di lini belakang PSM patut diapresiasi.
Meskipun harus kebobolan dua gol, bek berusia 23 tahun ini menunjukkan performa yang solid. Berdasarkan data yang dihimpun, Daffa mencatatkan enam intersep dan empat tekel selama 90 menit berada di lapangan. Angka ini menunjukkan kontribusinya dalam upaya meredam serangan lawan, meskipun pada akhirnya tidak cukup untuk mencegah kekalahan.
Analisis Pelatih: Performa Buruk Sejak Awal Laga
Di sisi lain, pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, memberikan pandangan yang lebih tajam mengenai performa timnya. Pelatih asal Republik Ceko ini menilai bahwa PSM Makassar bermain sangat buruk sejak menit-menit awal pertandingan. Ia merasa timnya kesulitan untuk merebut penguasaan bola dari para pemain Dewa United.
“Sangat buruk. Sangat buruk dari awal pertandingan. Kami cuma melihat Dewa United memainkan bola, itu seperti mengirimkan sinyal kepada mereka, kita sisa menunggu mereka mencetak gol,” ujar Tomas Trucha dengan nada kecewa. Ia menyadari bahwa timnya terlalu pasif dan memberikan kesempatan bagi Dewa United untuk mendominasi jalannya pertandingan.
Tomas Trucha mengakui adanya sedikit perbaikan di babak kedua setelah timnya melakukan beberapa pergantian pemain. Penguasaan bola memang sedikit membaik, namun upaya tersebut belum cukup untuk menciptakan tekanan yang berarti ke lini pertahanan Dewa United. Insiden kartu merah yang diterima salah satu pemain PSM juga menjadi titik krusial yang semakin mempersulit keadaan.
Sama halnya dengan Daffa Salman, Tomas Trucha juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para pendukung PSM Makassar. Ia melihat kekalahan ini sebagai sebuah momentum yang terbuang sia-sia, terutama setelah PSM berhasil meraih kemenangan di pertandingan sebelumnya melawan Biak.
“Terkait hasil, kami ingin meminta maaf kepada fans kami. Sebelumnya kami menang melawan Biak, seharusnya ini menjadi momentum, tapi semuanya terbuang sia-sia. Kami tentunya akan memperbaikinya,” pungkasnya. Pelatih kepala PSM ini berjanji akan melakukan evaluasi mendalam dan membenahi performa tim agar dapat memberikan hasil yang lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya. Fokus utama saat ini adalah bagaimana mengembalikan kepercayaan diri dan performa skuad Juku Eja.





