Dinkes Mimika Perkuat 2 Juta Tes Malaria untuk Kurangi Penyebaran Parasit

Strategi Malaria di Kabupaten Mimika

Kabupaten Mimika, yang terletak di Papua Tengah, sedang menghadapi tantangan besar dalam upaya memerangi malaria. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memiliki rencana ambisius untuk mencapai 2 juta tes malaria pada tahun 2026. Tujuan utamanya adalah memutus rantai penularan melalui intervensi parasit dalam tubuh manusia.

Tingkat Kasus yang Naik Tapi Positif Rate Menurun

Meski jumlah kasus malaria meningkat menjadi 182.980 pada tahun 2025, angka positive rate justru turun ke 16,4 persen. Hal ini menunjukkan bahwa pemeriksaan yang lebih masif berdampak positif. Kenaikan jumlah kasus tersebut disebabkan oleh peningkatan volume pemeriksaan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, total pemeriksaan mencapai 704.671 orang, dan pada tahun 2025 meningkat menjadi 1.114.175 orang. Meskipun demikian, angka positifnya menurun dari 22,9 persen menjadi 16,4 persen.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Untuk mencapai target 2 juta tes, setiap penduduk Mimika diharapkan melakukan pemeriksaan malaria minimal enam kali dalam setahun. Petugas Puskesmas kini diminta bekerja lebih agresif untuk menjangkau masyarakat yang selama ini enggan melakukan tes darah secara rutin. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri sebulan sekali menjadi kunci utama dalam mendeteksi keberadaan parasit sebelum gejala klinis muncul.

Fokus pada Pengendalian Vektor

Kondisi geografis Mimika dengan curah hujan tinggi menyebabkan banyak genangan air permanen yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Anopheles. Upaya pengendalian vektor melalui fogging dan pembersihan lingkungan tetap berjalan meski tantangan cuaca ekstrem terus menghantui petugas di lapangan.

Edukasi dan Distribusi Kelambu

Dinkes Mimika memanfaatkan jaringan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk menyasar kelompok anak sekolah melalui edukasi dan pemeriksaan dini. Distribusi kelambu massal juga telah diselesaikan pada akhir tahun 2025 melalui kolaborasi antara Puskesmas, kader kesehatan, dan pengurus RT setempat.

Ketersediaan Obat dan Alat Pemeriksaan

Program percepatan ini didukung dengan ketersediaan stok obat antimalaria dan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) yang cukup di seluruh fasilitas kesehatan. Intervensi medis yang cepat dan tepat diharapkan mampu menurunkan beban biaya kesehatan masyarakat akibat absensi kerja maupun sekolah.

Target yang Ambisius

Target dua juta tes pada tahun ini mewajibkan setiap penduduk Mimika setidaknya menjalani pemeriksaan malaria minimal enam kali dalam setahun. Dengan data yang lebih akurat, Dinkes berharap dapat memetakan titik panas penularan baru.


Pos terkait