Brebes Raih Pengakuan Nasional dalam Eliminasi Kusta, Perkuat Langkah Strategis
BREBES – Kabupaten Brebes menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan eliminasi kusta, sebuah penyakit menular kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Dedikasi dan keberhasilan daerah ini dalam mendeteksi dan menangani kasus kusta baru mendapat perhatian serius di tingkat nasional. Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Brebes, dr. Heru Padmonobo, M.Kes, didaulat sebagai narasumber dalam sebuah acara penting yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Acara yang bertempat di Ruang Siwabessy, Gedung Adhyatma Lantai 2 Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, pada Rabu (11/3/2026), merupakan bagian integral dari rangkaian Peringatan Hari Kusta Sedunia (World Leprosy Day) tahun 2026. Kegiatan ini membuka momentum untuk memberikan penghargaan kepada Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berhasil menemukan kasus kusta baru terbanyak, sekaligus sebagai ajang berbagi praktik terbaik.
Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, yang didampingi oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dan Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andi Saguni. Kehadiran para pejabat tinggi ini menegaskan pentingnya isu eliminasi kusta bagi pemerintah pusat. Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh perwakilan berbagai kementerian dan lembaga terkait, organisasi profesi kesehatan, mitra internasional yang memiliki perhatian pada kesehatan global, serta para penyintas kusta yang memberikan perspektif berharga dari pengalaman mereka.
Dalam forum bergengsi tersebut, dr. Heru Padmonobo mendapat kehormatan untuk memaparkan praktik baik yang telah diimplementasikan di Kabupaten Brebes. Brebes sendiri merupakan salah satu dari lima kabupaten/kota prioritas di Indonesia yang ditetapkan untuk percepatan eliminasi kusta, bersama dengan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Sampang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Jayapura. Keberhasilan Brebes dalam penemuan kasus menjadi contoh yang patut ditiru oleh daerah lain.
Strategi Jitu Brebes dalam Memerangi Kusta
Dalam paparannya, dr. Heru menjelaskan berbagai langkah komprehensif yang telah diambil oleh Pemerintah Kabupaten Brebes. “Berbagai langkah strategis telah kami lakukan, mulai dari penguatan sistem deteksi dini di tingkat masyarakat, pelaksanaan program Active Case Finding (ACF) secara intensif, pelibatan aktif kader kesehatan sebagai ujung tombak di lapangan, hingga pemberian obat pencegahan atau kemoprofilaksis yang bertujuan untuk memutus rantai penularan kusta,” ujar dr. Heru pada Kamis (12/03/2026).
Penekanan pada penemuan kasus secara aktif, menurut dr. Heru, bukanlah indikasi peningkatan kasus yang mengkhawatirkan, melainkan cerminan dari keberhasilan upaya deteksi dini yang dilakukan secara optimal. “Hal ini memungkinkan pasien untuk segera mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu, sehingga dapat mencegah terjadinya kecacatan yang seringkali menjadi dampak jangka panjang dari penyakit kusta,” tambahnya.
Apresiasi untuk Puskesmas Unggulan
Momen penting dalam acara tersebut adalah pemberian penghargaan oleh Menteri Kesehatan kepada sejumlah Puskesmas yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam menemukan kasus kusta baru. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kerja keras tenaga kesehatan di garda terdepan dalam melakukan penemuan kasus secara aktif dan memastikan setiap pasien menerima pengobatan hingga tuntas.
Khusus untuk wilayah Kabupaten Brebes, penghargaan diberikan kepada tiga Puskesmas yang menjadi pionir dalam penemuan kasus:
- Puskesmas Jagalempeni – Meraih peringkat pertama dengan total 29 kasus yang berhasil ditemukan.
- Puskesmas Banjarharjo – Menempati peringkat kedua dengan 25 kasus.
- Puskesmas Cikeusal Kidul – Berada di peringkat ketiga dengan 24 kasus.
Penghargaan ini tidak hanya sekadar simbolis, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya peran Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan terdepan dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya dalam penanganan penyakit seperti kusta.
Mengatasi Stigma dan Memperkuat Sinergi
Kusta, sebagai penyakit menular kronis, terus menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes. Lebih dari sekadar dampak fisik, penyakit ini seringkali dibarengi dengan stigma sosial dan diskriminasi yang mendalam terhadap orang yang pernah mengalami kusta. Stigma ini dapat menjadi hambatan besar, baik dalam upaya deteksi dini karena rasa malu untuk memeriksakan diri, maupun dalam proses pengobatan karena isolasi sosial.
“Melalui momentum Hari Kusta Sedunia dan apresiasi yang diberikan ini, kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat semakin memperkuat sinergi dan kolaborasi. Upaya percepatan eliminasi kusta harus terus digalakkan, seraya bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat untuk secara aktif menghapus stigma negatif terhadap penderita maupun penyintas kusta. Lingkungan yang suportif adalah kunci untuk pemulihan dan integrasi sosial mereka,” pungkas dr. Heru.




