Doa Ibu untuk Riki yang Hilang di Bantargebang

Tragedi Longsor TPST Bantargebang: Tangis Ibu Mencari Anaknya di Antara Reruntuhan Sampah

BANTARGEBANG – Di tengah kepiluan dan kekhawatiran yang mendalam, Fatimah tak henti-hentinya meneteskan air mata di Posko Pengaduan Orang Hilang Bencana Longsor Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Sejak Senin (9/3/2026) malam, hatinya dirundung duka setelah mendengar kabar bahwa putranya, Riki Supiadi, seorang sopir truk sampah, diduga hilang akibat insiden longsor yang menggemparkan kawasan tersebut.

Fatimah, didampingi oleh anak-anaknya yang lain, bergegas menuju TPST dari kediamannya di kawasan Cibatu, Kabupaten Bogor, begitu kabar duka itu sampai di telinganya. “Anak saya komunikasi dengan saya terakhir Sabtu (7/3/2026), terus belum komunikasi lagi sampai sekarang, dan dapat kabar ada longsor di lokasi kerjanya, saya langsung ke TPST tadi malam,” ujar Fatimah dengan suara bergetar di lokasi kejadian, Senin (9/3/2026).

Sesampainya di lokasi, Fatimah segera memberikan informasi kepada petugas gabungan dari Basarnas, Kepolisian, TNI, dan Pemadam Kebakaran, mengenai dugaan hilangnya sang putra. Tak lama kemudian, petugas menunjukkan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Riki Supiadi. Mengetahui identitas tersebut sesuai dengan anaknya, tangis Fatimah semakin pecah. Ia semakin yakin bahwa putra kesayangannya yang berprofesi sebagai sopir truk sampah itu telah tertimbun longsoran sampah.

“KTP anak saya ditemukan, tasnya ditemukan, truk kerjanya ditemukan, tapi anak saya belum,” ungkap Fatimah seraya menyeka air matanya. Kini, ia hanya dapat memanjatkan doa dan berharap agar Riki segera ditemukan dalam keadaan selamat. “Berharap banget anak saya dapat ditemukan secepatnya, aamiin,” tuturnya penuh harap.

Korban Meninggal Bertambah, Identitas Masih Misterius

Insiden longsor di TPST Bantargebang yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini memang menimbulkan duka mendalam. Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. “Sampai saat ini korban yang ditemukan meninggal dunia ada empat orang,” ujar Kombes Kusumo di lokasi kejadian, Minggu (8/3/2026).

Namun, Kombes Kusumo menjelaskan bahwa identitas para korban meninggal dunia tersebut belum dapat dipastikan seluruhnya. Ia hanya menyebutkan bahwa korban merupakan sopir truk pengangkut sampah. Jenazah para korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Belum tahu identitasnya. Baru saja ini tadi jenazah keempat diangkat ya. Tertimbun posisinya, itu pengemudi kendaraan, ditemukannya di dekat kendaraannya,” jelasnya.

Hingga Minggu (8/3/2026) malam, Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengumumkan bahwa empat orang telah ditemukan meninggal dunia. Tiga di antaranya adalah Enda Widayanti (25) dan Sumine (60), yang diketahui merupakan pemilik warung di sekitar lokasi kejadian, serta Dedi Sutrisno. Identitas korban keempat belum dirilis secara resmi, namun diduga kuat merupakan sopir truk sampah lainnya.

Empat Korban Ditemukan Meninggal Dunia

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, personel Kantor SAR Jakarta melalui Unit Siaga SAR Bekasi segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya pencarian korban. Peristiwa tragis ini diduga menelan korban sekitar 10 orang. Hingga kini, empat orang telah dipastikan meninggal dunia.

Dua korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah:

  • Enda Widayanti (25): Pemilik warung di sekitar lokasi kejadian.
  • Sumine (60): Pemilik warung di sekitar lokasi kejadian.
  • Dedi Sutrisno: Sopir truk sampah.
  • Irwan Suprihatin: Sopir truk sampah.

Kedua sopir truk sampah tersebut ditemukan tertimbun di dalam truk mereka sekitar pukul 19.45 WIB.

Dua Korban Selamat Masih Mengalami Syok

Selain korban yang ditemukan meninggal dunia, terdapat pula dua orang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya adalah Setiabudi dan Johan. Meskipun telah kembali ke rumah masing-masing, kedua penyintas ini masih dalam kondisi syok akibat trauma mendalam yang mereka alami selama peristiwa longsor tersebut.

Pencarian Melibatkan Puluhan Personel Gabungan dan Alat Berat

Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menegaskan bahwa operasi pencarian korban terus dilakukan secara intensif hingga malam hari. “Upaya pencarian terhadap korban terus dilakukan hingga malam ini dengan melibatkan puluhan personel SAR gabungan dengan dibantu alat berat,” ujar Desiana.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur gabungan yang terdiri dari:

  • Kantor SAR Jakarta
  • Unit Siaga SAR Bekasi
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi
  • BPBD DKI Jakarta
  • Polres Metro Bekasi
  • Kodim 0507
  • GMCI
  • LAI
  • Al Ikhwan

Semua pihak bekerja keras untuk menemukan korban yang masih hilang dan memberikan bantuan kepada keluarga yang terdampak. Tragedi ini menjadi pengingat akan risiko pekerjaan di lingkungan yang rentan bencana serta pentingnya kesiapsiagaan dan respons cepat dalam situasi darurat.

Pos terkait