Pemerintah Sangihe Sigap Bantu Warga Korban Kebakaran, Dokumen Kependudukan Dipulihkan
Sangihe, Sulawesi Utara – Musibah kebakaran yang melanda Kelurahan Santiago, Kabupaten Kepulauan Sangihe, pada Rabu (4/2/2026) lalu, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga hilangnya berbagai dokumen administrasi kependudukan penting bagi para korban. Menyadari urgensi pemulihan hak-hak dasar warganya, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) bergerak cepat memberikan bantuan.
Langkah konkret ini menunjukkan kehadiran dan kepedulian pemerintah di tengah kesulitan yang dihadapi masyarakat. Tim Disdukcapil Sangihe segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan terhadap dokumen yang rusak atau hilang akibat amukan api. Tidak berselang lama, pencetakan ulang berbagai dokumen administrasi kependudukan pun dilakukan.
Salah satu keluarga yang merasakan langsung manfaat pelayanan cepat ini adalah keluarga Tilaar–Petahiang. Mereka harus kehilangan sejumlah dokumen krusial akibat kebakaran tersebut. Dengan adanya bantuan dari Disdukcapil, mereka kini dapat kembali memiliki Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Akta Kelahiran, serta dokumen administrasi kependudukan penting lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdukcapil Sangihe, Davidson Henry Djarang, S.IP, menegaskan bahwa seluruh layanan pencetakan ulang dokumen ini diberikan secara gratis. Bantuan ini dikhususkan bagi warga yang terdampak bencana dan masuk dalam kategori rentan.
“Kami memastikan bahwa masyarakat yang mengalami musibah tidak terhambat dalam mengakses layanan publik hanya karena masalah administrasi. Dokumen kependudukan adalah fondasi penting untuk penerbitan berbagai dokumen lainnya, sehingga pemulihannya harus menjadi prioritas utama dan dilakukan sesegera mungkin,” ujar Djarang.
Penyerahan dokumen yang telah dicetak ulang dilakukan langsung oleh Kepala Bidang Pencatatan Sipil, Fredy A. Sembung, S.Pd, dan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK), Jetsman Budiman, S.IP, kepada keluarga Tilaar–Petahiang.
Pihak keluarga Tilaar–Petahiang menyatakan apresiasi yang mendalam atas perhatian dan respons cepat yang diberikan oleh Pemerintah Daerah melalui Disdukcapil Sangihe. Mereka merasa terbantu dengan proses pendataan hingga pencetakan ulang dokumen yang diselesaikan dalam waktu singkat.
Tindakan cepat ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam melindungi hak-hak administrasi kependudukan seluruh warganya, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi cobaan akibat bencana.
Kronologi Kebakaran yang Melanda Permukiman Padat
Peristiwa kebakaran yang terjadi di Kelurahan Santiago itu dilaporkan menghanguskan satu unit rumah warga. Kejadian ini berlangsung di kawasan yang dikenal sebagai permukiman padat penduduk, lokasinya tepat berada di samping Kantor Lurah Santiago.
Api mulai terlihat membesar pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 10.30 Waktu Indonesia Tengah (WITA). Berdasarkan kesaksian, api pertama kali muncul dari lantai dua di bagian depan rumah tersebut. Dalam waktu singkat, kobaran api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bangunan rumah.
Tidak hanya rumah, si jago merah juga turut melalap satu unit mobil dan satu unit sepeda motor jenis Kawasaki Ninja yang terparkir di area sekitar lokasi kebakaran. Hingga berita ini ditulis, belum ada data resmi yang dirilis mengenai total kerugian materiil akibat musibah tersebut.
Respons Cepat Petugas dan Warga
Mengetahui adanya musibah, warga sekitar bersama dengan personel TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran segera bergerak cepat untuk melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman berlangsung cukup menegangkan, mengingat lokasi kebakaran berada di tengah permukiman padat. Hal ini menimbulkan kekhawatiran api akan merambat ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
Salah seorang saksi mata, Jeksen Potohu (26 tahun), mengungkapkan bahwa ia mengetahui kejadian tersebut saat sedang bekerja di Tahuna Beach Hotel. Ia langsung bergegas menuju lokasi setelah menerima informasi dari rekan kerjanya.
“Saya dapat informasi lewat WhatsApp, terus langsung lari ke sini. Waktu saya sampai, api masih di bagian atas rumah, lantai dua depan,” cerita Jeksen.
Menurutnya, sebagian barang-barang yang berada di lantai bawah rumah sempat berhasil diselamatkan oleh penghuni dan warga. Namun, sebagian lainnya tidak dapat diselamatkan dari amukan api.
Syukurlah, dalam peristiwa kebakaran ini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Setelah api berhasil dipadamkan, lokasi kejadian dinyatakan aman.




