Dua Nyawa Hilang Tragis di Jimbaran & Sidakarya

Dua Nyawa Melayang dalam Kecelakaan Maut di Denpasar dan Badung

Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di wilayah Bali. Dalam kurun waktu berdekatan, dua insiden terpisah di Jimbaran, Badung, dan Sidakarya, Denpasar, merenggut dua nyawa pengendara. Kedua peristiwa tragis ini diduga kuat disebabkan oleh kelalaian dan kurangnya kehati-hatian para korban saat berkendara.

Kecelakaan Maut di By Pass Ngurah Rai, Jimbaran

Peristiwa nahas pertama terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, di Jalan By Pass Ngurah Rai, Jimbaran, tepat di depan Padepokan Pencak Silat KM 29, Kuta Selatan, Badung. Korban adalah seorang pengemudi ojek daring berinisial RK, berusia 30 tahun.

Menurut kronologi kejadian, RK sedang mengendarai sepeda motornya dan diduga menabrak bagian belakang sebuah truk yang sedang melaju. Benturan keras tak terhindarkan, mengakibatkan luka parah pada RK. Pria asal Sukabumi ini mengalami luka robek serius di bagian dahi dan kepala, serta mengeluarkan darah dari hidung. Petugas medis yang tiba di lokasi kejadian menyatakan korban meninggal dunia di tempat.

Tidak hanya RK, seorang penumpang wanita yang dibonceng berinisial MLK (29) juga menjadi korban dalam insiden ini. MLK mengalami luka robek di dahi serta pipi kanan tepat di bawah mata. Beruntung, nyawa MLK masih dapat diselamatkan dan ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Bali Jimbaran untuk mendapatkan perawatan intensif. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa MLK saat ini dalam penanganan medis.

Sementara itu, pengemudi truk yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dilaporkan dalam keadaan sehat dan hanya mengalami kerugian material pada kendaraannya. Pihak kepolisian kembali menghimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara motor, untuk senantiasa waspada dan disiplin dalam menjaga jarak aman saat berkendara, terutama di jalur cepat seperti By Pass Ngurah Rai.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kembali kami ingatkan, konsentrasi dan menjaga jarak dengan kendaraan lain adalah kunci utama keselamatan di jalan raya agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” tegas petugas kepolisian.

Kecelakaan Tunggal Merenggut Nyawa di Sidakarya, Denpasar

Insiden tragis lainnya terjadi di kawasan Jalan Sidakarya, Denpasar Selatan, Denpasar, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kali ini, sebuah kecelakaan tunggal merenggut nyawa seorang pemuda. Peristiwa nahas yang terjadi tepat di sebelah utara kantor Desa Sidakarya ini diduga kuat akibat kurangnya konsentrasi penuh dari pengendara saat berkendara.

Korban diketahui bernama Inusensius Dapa Wunga (23), seorang pemuda asal Lolo Murri, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DK 2161 ACT yang dikendarainya mengalami lepas kendali atau out of control.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban saat itu sedang melaju dari arah utara menuju selatan. Namun, setibanya di titik kecelakaan yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari Kantor Desa Sidakarya, kendaraan yang dikendarainya oleng dan terjatuh dengan keras ke aspal.

“Berdasarkan laporan di lapangan, pengendara diduga kurang berhati-hati saat melintas di jalur tersebut sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya,” ujar Kasatlantas Polresta Denpasar, Kompol Yusuf Dwi Admodjo. “Benturan yang terjadi cukup fatal hingga mengakibatkan korban mengalami luka-luka yang sangat serius di bagian kepala dan wajah.”

Sesaat setelah kejadian, tim Pusdalops BPBD Kota Denpasar segera merespons laporan tersebut dengan mengerahkan satu unit Ambulans Pantastis dari Pos Juanda menuju lokasi kejadian di Jalan Kerta Dalem, Sidakarya. Namun, kondisi Inusensius saat dievakuasi sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan luka-luka yang cukup memprihatinkan.

Pemeriksaan medis di lapangan menunjukkan korban mengalami patah pada rahang kiri bawah, lebam hebat pada mata kanan, serta luka robek di dagu. Kondisi korban semakin kritis karena tim medis menemukan adanya pendarahan aktif yang keluar dari lubang hidung, telinga, dan mulut, mengindikasikan adanya benturan kepala yang sangat keras.

“Kondisi korban yang sudah dinyatakan ‘810’ atau meninggal dunia,” jelas Kompol Yusuf.

Selain kerugian nyawa yang tak ternilai, kecelakaan tunggal ini juga mengakibatkan kerusakan pada sepeda motor korban dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 200.000. Kasus ini kini telah ditangani sepenuhnya oleh unit laka Satlantas Polresta Denpasar.

Menyikapi kedua kejadian tragis ini, Kompol Yusuf Dwi Admodjo kembali mengingatkan kepada seluruh pengguna jalan, khususnya para pemuda, untuk selalu waspada dan menjaga kondisi fisik agar tetap fit saat berkendara.

“Kami sangat menyayangkan hilangnya nyawa di jalan raya akibat kurangnya kehati-hatian. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu fokus dan tidak memaksakan diri jika kondisi fisik kurang stabil. Keselamatan harus menjadi prioritas utama di atas segalanya,” tutup Kasatlantas Polresta Denpasar.

Pos terkait