Dua Bangunan Ludes Terbakar di Palu, Api Diduga Berasal dari Pengisian BBM
Sebuah peristiwa kebakaran yang merusak dua unit bangunan, terdiri dari sebuah kios dan sebuah tempat pangkas rambut (barbershop), terjadi di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Insiden nahas ini dilaporkan terjadi pada Senin malam, 9 Februari 2026, sekitar pukul 20.22 WITA, menyisakan kerugian materiil yang signifikan.
Kronologi Kejadian yang Mengerikan
Api pertama kali terlihat menjalar dari bagian depan sebuah kios. Berdasarkan keterangan saksi mata dan pemilik bangunan, sumber awal api diduga berasal dari aktivitas pengisian ulang bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin ke dalam jerigen dan botol plastik. Tragisnya, kegiatan berbahaya ini dilakukan oleh anak pemilik kios di tengah situasi pemadaman listrik yang melanda wilayah tersebut sejak siang hari akibat adanya perbaikan jaringan oleh PT PLN.
Kondisi mati lampu yang memaksa penggunaan penerangan alternatif, ditambah dengan keberadaan bahan-bahan yang sangat mudah terbakar di dalam kios, menciptakan lingkungan yang sangat rentan. Aroma bensin yang menyengat menjadi saksi bisu potensi bahaya yang sedang berlangsung. Api yang mulai membesar dengan cepat tidak hanya melahap isi kios, tetapi juga barang-barang di dalamnya. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera berinisiatif untuk memberikan pertolongan dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga.
“Saya melihat api sudah membesar saat melintas dan langsung membantu pemilik untuk menyelamatkan barang,” ujar salah seorang saksi yang enggan disebutkan namanya.
Ledakan Tabung Gas Memperparah Situasi
Situasi semakin mencekam ketika terdengar suara ledakan yang cukup keras. Ledakan ini bersumber dari beberapa tabung gas elpiji yang disimpan di dalam kios. Sebanyak tujuh unit tabung gas dilaporkan ikut terbakar, terdiri dari empat tabung berukuran 5,5 kilogram dan tiga tabung berukuran 12 kilogram. Api yang terus membesar juga tidak luput membakar satu unit mobil jenis Xpander milik pemilik kios yang terparkir di bagian belakang bangunan. Bagian bodi kanan mobil tersebut tampak hangus terbakar.
Beruntung, berkat kesigapan warga dan upaya penyelamatan, pemilik kios beserta anaknya berhasil keluar dari kobaran api tanpa mengalami luka serius.
Api Merambat ke Bangunan Sebelah
Kapolsek Palu Selatan, AKP Muhammad Kasim, yang tiba di lokasi kejadian, menjelaskan bahwa api dengan sangat cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kios. “Api cepat sekali membesar karena banyak bahan mudah terbakar di dalam kios, dan api itu kemudian merambat ke rumah barbershop di sebelahnya,” jelasnya.
Mendapat laporan adanya kebakaran, tim pemadam kebakaran Kota Palu segera dikerahkan. Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 20.22 WITA. Tim pemadam bekerja keras melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Proses pemadaman berlangsung hingga kurang lebih pukul 21.15 WITA, dan api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Kerugian dan Imbauan Keselamatan
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka sekitar Rp300 juta. Pihak kepolisian melalui Kapolresta Palu, Kombes Pol Hari Rosena, yang diwakili oleh Kapolsek Palu Selatan, menyatakan akan segera menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan mendalam di lokasi kejadian bersama tim terkait. Tujuannya adalah untuk mengetahui secara pasti penyebab kebakaran dari sisi hukum dan teknis.
Pihak kepolisian juga tidak lupa menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat. Mereka menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menangani bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti bensin. “Penting bagi masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan saat bekerja di area rumah dan kios, terutama saat menggunakan penerangan pada saat listrik padam karena ini bisa menjadi salah satu faktor risiko kebakaran,” ujar Kapolsek.
Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kebakaran ini kemungkinan besar dipicu oleh kelalaian saat proses pengisian dan penyaluran bensin, serta penggunaan sumber api seperti lilin yang diletakkan terlalu dekat dengan bahan yang mudah terbakar. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih waspada, terutama ketika melakukan pengisian bahan bakar di dalam ruangan atau area tertutup.





