Efisiensi Energi Jadi Kunci, Bridgestone Kurangi Emisi 475 Ton Tahunan



Efisiensi Energi Jadi Kunci, Pabrik Bridgestone Pangkas Emisi hingga 475 Ton per Tahun



Efisiensi Energi Jadi Kunci, Pabrik Bridgestone Pangkas Emisi hingga 475 Ton per Tahun

PT Bridgestone Tire Indonesia berhasil menurunkan konsumsi energi sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Hal ini menjadi bukti bahwa efisiensi energi bisa menjadi solusi untuk menekan dampak lingkungan tanpa mengorbankan produktivitas industri.

Pabrik Karawang PT Bridgestone Tire Indonesia menjadi contoh nyata dalam menerapkan inovasi yang berdampak positif pada lingkungan. Melalui penerapan sistem pengelolaan energi terpusat (Centralized Maintenance Energy Monitoring System/CMEMS) berbasis SCADA IoT, perusahaan mampu mengendalikan penggunaan energi secara presisi, terutama pada proses Mixing yang selama ini dianggap sebagai penyumbang emisi terbesar dalam produksi ban.

Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA), sistem ini berhasil mengurangi konsumsi energi dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun. Selain itu, emisi gas rumah kaca juga berhasil dikurangi hingga 475,92 ton CO2e per tahun, tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses lainnya.

Selain upaya di dalam pabrik, Bridgestone Karawang juga menjalankan program keberlanjutan di luar operasional. Salah satu program utamanya adalah RISE (Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment), yang fokus pada konservasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat. Dalam program ini, perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan membangun koridor pakan bagi primata langka Owa Jawa, serta memanfaatkan teknologi biotagging berbasis QR dan Avenza Map untuk memantau pertumbuhan pohon secara real-time.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Sebanyak 1.159 masyarakat telah merasakan dampak positifnya, termasuk transformasi mantan pemburu liar menjadi Sanggabuana Wildlife Ranger yang kini berperan menjaga kelestarian hutan. Dari sisi ekonomi, masyarakat Desa Cinta Laksana mampu mencatatkan transaksi hingga Rp 58 juta melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu seperti gula aren dan produk olahan terubuk.

Di sisi keselamatan, Bridgestone melalui pabrik Bekasi aktif menjalankan Road Safety School Program (RSSP). Program ini menyasar pelajar sekolah menengah pertama dengan memberikan edukasi terkait keselamatan berlalu lintas, termasuk pemahaman rambu dan infrastruktur jalan sejak usia dini.

Komitmen Bridgestone Indonesia dalam menjalankan program keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan mendapat apresiasi dari pemerintah. Perusahaan meraih PROPER peringkat EMAS dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk Karawang Plant (KP) dan PROPER peringkat Hijau untuk Bekasi Plant (BP).

Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyampaikan apresiasinya atas penghargaan tersebut. “PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa program PROPER saat ini telah berkembang menjadi instrumen transformasi industri. “PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” jelas Hanif.

Capaian efisiensi energi yang dilakukan Bridgestone Karawang menjadi salah satu faktor penting di balik raihan PROPER peringkat Emas pada 2025. Sebelumnya, perusahaan dua tahun berturut-turut berada di peringkat Hijau.

Secara keseluruhan, pada periode 2024–2025 terdapat 5.476 perusahaan yang mengikuti penilaian PROPER, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 perusahaan berhasil masuk kategori beyond compliance, terdiri dari 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.

Peningkatan partisipasi ini menjadi sinyal bahwa kesadaran industri terhadap tanggung jawab lingkungan semakin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi seperti yang dilakukan Bridgestone bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan di tengah tuntutan keberlanjutan yang semakin tinggi.

Pos terkait