Empat Kru TB AOM 787 Selamat Setelah Kapal Tenggelam di Perairan Anambas

ANAMBAS – Empat awak kapal TB AOM 787 berhasil diselamatkan setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (25/7/2026). Seluruh korban ditemukan dalam kondisi selamat usai bertahan di laut menggunakan sekoci tiup selama sekitar tiga jam.

Keempat kru tersebut terdiri atas nahkoda Zulkifli dan tiga anak buah kapal (ABK), yakni Arbain, Dodi, dan Tawakal. Mereka ditemukan oleh Kapal MV Shanghai Voyager berbendera Korea Selatan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 22.45 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, seluruh korban dibawa ke Kabupaten Kepulauan Anambas dan menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Tarempa. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan seluruh korban dalam keadaan selamat dan sehat.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka melalui keterangan resminya menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan.

“Kami bersyukur seluruh kru TB AOM 787 berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik antara Tim SAR Gabungan, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta seluruh instansi terkait dalam melaksanakan operasi penyelamatan,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri atas Basarnas, BPBD, TNI-Polri, serta instansi terkait. Seluruh unsur bergerak cepat melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dengan selamat.

Peristiwa itu bermula saat TB AOM 787 berlayar dari Karimun menuju Serasan, Kabupaten Natuna, pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Kapal tersebut menarik tongkang kosong yang akan digunakan untuk mendukung proyek penimbunan.

Di tengah perjalanan, kapal sempat mengalami kerusakan berupa patahnya as kipas sehingga harus kembali ke Batam untuk menjalani perbaikan. Setelah perbaikan selesai, pelayaran kembali dilanjutkan menuju Serasan.

Namun, ketika melintasi perairan Kepulauan Anambas pada Sabtu (25/7/2026), kapal diterjang angin kencang dan gelombang tinggi. Hantaman gelombang dari sisi kiri membuat kapal kehilangan keseimbangan.

Dalam situasi darurat, nahkoda bersama ABK memutuskan memutus tali towing yang menghubungkan kapal dengan tongkang. Tidak lama berselang, TB AOM 787 terbalik (capsize) dan tenggelam sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, agar selalu mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, seluruh dokumen identitas, perlengkapan, serta barang pribadi milik nahkoda dan para ABK ikut tenggelam bersama kapal. Seluruh proses evakuasi berlangsung aman dan lancar, serta resmi berakhir pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 01.45 WIB. (Hermanto)

Pos terkait