Cesc Fabregas Akui Como 1907 Tetap Tim Kecil Meski Singkirkan Napoli
Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memberikan pandangan yang menarik usai timnya berhasil melaju ke babak semifinal Coppa Italia 2025-2026. Meskipun berhasil menyingkirkan Napoli yang notabene adalah juara bertahan Serie A, Fabregas secara tegas menyatakan bahwa timnya masih tergolong sebagai tim kecil di kancah sepak bola Italia. Pernyataan ini muncul setelah Como menampilkan performa yang kontras di dua babak pertandingan melawan Napoli di Stadion Diego Armando Maradona.
Pertandingan perempat final Coppa Italia antara Napoli dan Como 1907 ini berlangsung pada Rabu (11/2/2026) dini hari WIB. Duel sengit ini memaksa kedua tim untuk menentukan nasib melalui babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit waktu normal.
Jalannya Pertandingan yang Penuh Drama
Como 1907 berhasil membuka keunggulan lebih dahulu melalui tendangan penalti yang dieksekusi dengan sempurna oleh Martin Baturina pada menit ke-39. Keunggulan ini sempat dipertahankan oleh para pemain Como, termasuk Nico Paz, hingga babak pertama berakhir.
Namun, memasuki babak kedua, Napoli menunjukkan taringnya. Hanya berselang beberapa menit setelah peluit babak kedua dibunyikan, tim tuan rumah yang dijuluki I Partenopei berhasil menyamakan kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Antonio Vergara.
Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sinilah Como 1907 menunjukkan ketenangan dan keberuntungan mereka, berhasil mengungguli Napoli dengan skor akhir 7-6 dalam drama adu tos-tosan.
Analisis Cesc Fabregas: Perbedaan Kualitas dan Mentalitas
Selepas pertandingan, Cesc Fabregas tidak menutupi fakta bahwa timnya menunjukkan dua wajah yang berbeda. Ia mengakui bahwa Como bermain dengan sangat baik di babak pertama, namun performa mereka menurun drastis di paruh kedua.
“Kami sebenarnya bermain cukup baik di babak pertama,” ujar Fabregas. “Ini bukan pertama kalinya kami kemudian bermain buruk di babak kedua. Kami perlu meningkatkan diri, tetapi saat skor 1-1 kami mulai menyerang dari kedalaman. Kami mengirimkan pesan positif, tidak hanya fokus pada pertahanan.”
Meskipun demikian, juru taktik asal Spanyol ini tidak terlalu mempermasalahkan penurunan performa tersebut. Baginya, perbedaan status dan kualitas antara kedua tim menjadi faktor utama yang dapat dimaklumi.
“Ini pertandingan yang berbeda,” jelas Fabregas. “Kami tidak melakukan pressing terlalu tinggi karena mereka memiliki pemain berkualitas, dan melawan tim-tim seperti ini, jika Anda melakukan pressing terlalu tinggi, mereka akan menyulitkan Anda, terutama dengan striker ini yang percaya diri dan sangat kuat untuk Serie A.”
Fabregas juga menyinggung kondisi tim yang sama-sama dilanda badai cedera. “Mereka memiliki banyak pemain yang cedera, kami juga mengalaminya. Saya mengerti itu sulit, tetapi kami selalu mencoba untuk bermain meskipun kami masih sangat muda.”
Poin krusial yang ditekankan oleh mantan bintang Arsenal dan Barcelona ini adalah mengenai identitas timnya. Meskipun berhasil mengalahkan juara bertahan Serie A, ia tetap teguh pada pendiriannya bahwa Como 1907 masihlah sebuah tim kecil.
“Pada akhirnya, kami kembali bermain dengan lima pemain untuk bertahan. Kami tetap Como, tim kecil,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran akan posisi timnya di kompetisi yang sangat ketat.
Namun, di balik pengakuan tersebut, Fabregas juga mengapresiasi semangat juang anak asuhnya. “Ini adalah penampilan kekeluargaan yang luar biasa,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun berstatus tim kecil, Como memiliki potensi besar dan semangat yang membara.
Melangkah ke Semifinal Setelah 40 Tahun Penantian
Kemenangan dramatis atas Napoli ini mengukir sejarah bagi Como 1907. Untuk pertama kalinya dalam empat dekade terakhir, klub yang dimiliki oleh Djarum Group ini berhasil menembus babak semifinal Coppa Italia.
Di babak empat besar, Como 1907 dijadwalkan akan menghadapi tantangan yang tidak kalah berat, yaitu melawan tim raksasa Italia, Inter Milan. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Como untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kecil yang beruntung.
Perjalanan Como 1907 di Coppa Italia musim ini menjadi bukti bahwa dengan strategi yang tepat, semangat pantang menyerah, dan kepemimpinan yang visioner dari Cesc Fabregas, bahkan tim kecil sekalipun dapat memberikan kejutan besar di panggung sepak bola Italia.




