Fakta Terbaru Aksi Teror di Pemogan Denpasar, Komplotan Andre Nani Diburu Polisi

Penjelasan Polisi Mengenai Kelompok yang Meneror Kawasan Jalan Tunjung Biru

Polisi telah mengungkap informasi terbaru mengenai kelompok yang meneror kawasan Jalan Tunjung Biru, Pemogan, Denpasar Selatan pada dini hari tanggal 26 April 2026. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, diketahui bahwa kelompok Andre Solo yang sebelumnya diamankan ternyata tidak membawa senjata tajam (sajam) dan jumlahnya hanya empat orang.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, menyampaikan bahwa perkembangan informasi awal menyebutkan bahwa kelompok Andre Solo datang dengan jumlah besar. Namun, hasil pemeriksaan mendalam menunjukkan bahwa kelompok tersebut justru melarikan diri karena terdesak oleh kelompok lawan yang lebih banyak dan membawa senjata tajam.

“Update berita dari kelompok yang kita amankan, mereka sebenarnya hanya berempat dan tidak terbukti membawa sajam. Ini komplotan Andre Solo sudah kami amankan dan memang tidak membawa senjata saat kembali ke lokasi kejadian,” ujar Iptu Azel Arisandi, pada Selasa 28 April 2026.

Iptu Azel menjelaskan bahwa Andre Solo dan tiga rekannya sempat kembali ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah perselisihan awal di dalam kamar kos. Namun, setibanya di lokasi, mereka justru disambut oleh pihak lawan yang diduga adalah kelompok Andre Nani. Menyadari pihak lawan membawa senjata tajam, kelompok Andre Solo langsung kabur untuk menyelamatkan diri.

“Mereka memang kembali lagi ke TKP, namun hanya berempat,” jelasnya.

Saat ini, fokus penyelidikan Polsek Denpasar Selatan beralih sepenuhnya pada pengejaran kelompok Andre Nani. Polisi menduga bahwa kelompok ini bertanggung jawab atas eskalasi keributan hingga mengakibatkan kerusakan pada mobil Toyota Innova milik warga yang terparkir di lokasi.

Iptu Azel menegaskan bahwa identitas pihak lawan yang terlibat dalam aksi premanisme tersebut sudah mulai mengerucut. “Sementara kami masih melakukan proses pengejaran untuk pihak lawan yang menggunakan sajam tersebut. Diduga kuat mereka adalah kelompok Andre Nani,” bebernya.

“Antara Andre Solo dan Andre Nani ini sebenarnya saling kenal, namun pengakuannya tidak dekat,” jelas Iptu Azel.

Terkait insiden yang menyebabkan pecahnya kaca mobil belakang milik warga bernama Chevy Agung Martadewa, polisi masih mendalami siapa individu yang melakukan pelemparan tersebut di tengah situasi saling serang antar kelompok. Iptu Azel memastikan bahwa meskipun Andre Solo sudah diamankan, pihaknya tetap mengejar keadilan bagi warga yang dirugikan serta menindak tegas oknum yang membawa senjata tajam di ruang publik.

“Kami pastikan pengejaran terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang membawa sajam dan memicu ketakutan warga. Situasi di lokasi saat ini sudah kondusif, namun personel tetap memantau perkembangan di lapangan,” pungkasnya.

Peran Kelompok Andre Solo dan Andre Nani

Kelompok Andre Solo dan Andre Nani memiliki hubungan yang cukup kompleks. Meskipun keduanya saling kenal, pengakuan mereka menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak begitu dekat. Hal ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika konflik yang terjadi di Jalan Tunjung Biru.

Selain itu, polisi juga sedang mencari tahu apakah ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi dan bukti-bukti di lokasi kejadian terus dilakukan untuk memastikan bahwa semua pelaku dapat ditangani secara adil.

Tindakan yang Dilakukan Polisi

Polisi telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengamankan situasi dan memastikan keamanan warga. Dengan mengamankan kelompok Andre Solo, polisi berharap dapat menghindari terulangnya kejadian serupa di masa depan. Selain itu, pihak kepolisian juga terus memperkuat pengawasan di area-area rawan untuk mencegah tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, situasi di lokasi kejadian telah stabil. Warga di sekitar area tersebut tampak tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda kekhawatiran berlebihan. Namun, petugas tetap berjaga-jaga dan siap tanggap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Pos terkait