Festival Tapa Gogoso, Upaya Pemerintah Kabupaten Sigi dalam Mengembangkan Wisata Budaya dan Kuliner
Festival Tapa Gogoso digelar di Desa Kota Rindau, Kecamatan Dolo, sebagai bentuk upaya mengangkat kuliner khas Sigi yang berbahan dasar beras ketan. Acara ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata. Selain itu, festival ini juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Sigi memiliki rencana untuk memperluas skala festival agar melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo. Tujuannya adalah agar Tapa Gogoso dapat masuk ke dalam kalender event resmi daerah. Hal ini akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
Festival Tapa Gogoso mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, serta masyarakat setempat. Tujuan utama dari acara ini adalah menjadikan Tapa Gogoso sebagai destinasi wisata kuliner yang berkelanjutan. Dengan adanya dukungan lintas sektor, festival ini diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi.
Peran Penting Festival dalam Pengembangan Wisata Budaya
Festival Tapa Gogoso tidak hanya sekadar menyajikan makanan tradisional, tetapi juga memiliki nilai historis dan kultural yang kuat. Makanan ini telah lama menjadi sajian khas masyarakat Sigi, terutama saat momen Hari Raya Idulfitri. Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah awal dalam mengangkat potensi kuliner dan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi baru.
Menurut Rizal, pariwisata tidak hanya terkait dengan keindahan alam, tetapi juga dengan budaya yang menjadi identitas daerah. Ia berharap Tapa Gogoso bisa dikembangkan menjadi kuliner khas yang dikenal oleh masyarakat luas.
Selain itu, pemerintah daerah berencana untuk memperluas skala festival agar lebih luas dan melibatkan seluruh desa di Kecamatan Dolo. Ke depan, Festival Tapa Gogoso akan didorong menjadi agenda bersama lintas desa dan masuk dalam kalender event resmi daerah. Dengan demikian, festival ini akan memiliki dampak ekonomi yang lebih besar.
Dukungan dari Anggota DPRD dan Masyarakat
Anggota DPRD Sulteng dari Fraksi Golkar, Musliman, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan festival tersebut. Ia berharap pemerintah daerah segera menerbitkan regulasi atau keputusan resmi sehingga Festival Tapa Gogoso memiliki keberlanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial tahunan.
Musliman berharap festival ini bisa ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata kuliner Kabupaten Sigi agar terus dilestarikan dan dikembangkan ke depan. Ia menilai bahwa pengembangan festival berbasis kuliner lokal sejalan dengan upaya pemerintah dalam menggerakkan sektor pertanian dan pariwisata secara bersamaan.
Tradisi Kuliner Khas Sigi
Festival Tapa Gogoso sendiri merupakan tradisi kuliner khas masyarakat Sigi, khususnya di wilayah Dolo. Makanan ini identik dengan sajian berbahan dasar beras ketan, termasuk varian beras ketan hitam yang menjadi favorit masyarakat saat hari raya.
Dengan penguatan konsep festival serta dukungan lintas sektor, Festival Tapa Gogoso diharapkan mampu menjadi ikon baru pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Sigi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Hiburan dan Antusiasme Peserta
Festival Tapa Gogoso berlangsung meriah dengan suguhan hiburan musik dari Acil The Box serta penampilan Ote Abadi, vokalis band legendaris The Mercy’s. Penampilan ini berhasil menghidupkan suasana malam itu dan menambah antusiasme peserta.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah daerah pemilihan Sigi-Donggala Musliman, Kepala Kantor Kementerian Agama Sigi Lutfi Yunus, sejumlah pimpinan OPD, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti jalannya acara.





