Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Wakil Koordinator KontraS Naik ke Penyidikan, Polisi Bantah Foto Viral Hasil Rekaman
Kasus penyerangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras, kini telah memasuki babak baru yang lebih serius. Pihak kepolisian secara resmi telah meningkatkan status perkara ini dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. Langkah ini menunjukkan keseriusan aparat dalam mengungkap dan menuntaskan kasus yang meresahkan publik ini.
Sementara itu, sebuah foto yang sempat viral di media sosial X, yang diduga menampilkan wajah terduga pelaku, telah diklarifikasi oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, menegaskan bahwa foto tersebut bukanlah hasil rekaman kamera pengawas atau bukti nyata, melainkan sebuah rekayasa yang dibuat menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) atau Artificial Intelligence.
AKBP Roby Saputra menjelaskan bahwa penyebaran foto hasil olahan AI tersebut justru berpotensi mengganggu jalannya proses penyelidikan. “Itu AI (artificial intelligence). Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ungkap Roby. Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi AI untuk memperjelas wajah terduga pelaku berisiko mengaburkan atau bahkan memalsukan ciri-ciri pelaku yang sebenarnya, sehingga dapat menyesatkan upaya pencarian.
Foto yang beredar tersebut diunggah oleh sebuah akun di media sosial X dengan nama pengguna @Robe1807. Dalam unggahannya, akun tersebut mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku yang wajahnya diklaim terlihat jelas dalam foto tersebut. Foto itu menampilkan dua orang pria yang sedang berboncengan menggunakan sepeda motor. Pria yang mengemudikan motor terlihat mengenakan topi berwarna biru muda dan helm hitam. Sementara itu, penumpang di belakang mengenakan kemeja berwarna biru yang lebih gelap tanpa helm. Posisi tangan penumpang sebelah kanan terlihat disilangkan ke dada kiri, sedangkan tangan kirinya tidak terlihat jelas.
Kejanggalan dalam Foto Viral Hasil Rekayasa AI
Selain klarifikasi dari kepolisian, sejumlah kejanggalan juga terdeteksi pada gambar yang diduga kuat telah diedit menggunakan AI. Salah satu kejanggalan terlihat pada bagian bahu kanan pengendara, yang tampak seolah-olah sedang membawa tas ransel, namun tidak ada tas yang terlihat di bagian punggungnya. Kejanggalan lain adalah bentuk tangan penumpang yang mengepal di pinggang kanan pengendara, yang terlihat tidak proporsional dan tidak wajar.
Meskipun unggahan foto rekayasa tersebut dinilai dapat mengganggu proses penyelidikan, pihak kepolisian menyatakan bahwa fokus utama mereka tetap tertuju pada upaya mengungkap pelaku penyiraman air keras. “Belum ke sana (pengunggah foto editan AI). Kami prioritaskan yang lebih utama ungkap perkara penyiraman air kerasnya,” tegas Roby.
Kasus Naik ke Tahap Penyidikan, Perburuan Pelaku Berlanjut
Dengan peningkatan status perkara ke tahap penyidikan, kepolisian kini memiliki kewenangan yang lebih luas dalam melakukan berbagai tindakan hukum untuk mengungkap kasus ini. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, secara resmi mengkonfirmasi bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus telah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. “Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby.
Peningkatan status ini merupakan langkah krusial sebelum penetapan tersangka. Roby menjelaskan bahwa penetapan tersangka baru dapat dilakukan setelah perkara resmi masuk ke tahap penyidikan. Hingga kini, meskipun kasus telah naik sidik, penyidik masih memfokuskan seluruh upaya untuk memburu pelaku dan belum menetapkan tersangka.
Dalam proses penyidikan yang sedang berjalan, tim kepolisian aktif menelusuri identitas pelaku. Petunjuk awal didapatkan dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar lokasi kejadian perkara. “Masih dalam penyidikan,” tutur Roby, ketika ditanya mengenai identitas pelaku.
Kepastian mengenai kelanjutan penyidikan kasus ini juga dipertegas oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri. Saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, pada hari yang sama, Asep menyatakan bahwa anggotanya masih terus bekerja keras untuk mendalami kasus ini. “Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” harap Asep.
Kronologi Kejadian yang Mengerikan
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie tengah mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Senen, Jakarta Pusat.
Ketika Andrie melintas di lokasi kejadian, dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor, diduga jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021, mendekatinya dari arah berlawanan di Jalan Talang (sekitar Jembatan Talang).
Pelaku yang bertindak sebagai pengendara motor mengenakan kaus yang merupakan kombinasi warna putih dan biru, celana gelap yang diduga terbuat dari bahan jeans, serta helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku yang duduk di posisi belakang mengenakan penutup wajah atau masker yang menyerupai buff berwarna hitam, yang menutupi sebagian wajahnya. Ia juga mengenakan kaus berwarna biru tua dan celana panjang biru yang digulung, yang juga diduga terbuat dari bahan jeans.
Tanpa diduga, salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban. Akibat serangan brutal tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya, meliputi tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta matanya. Kejadian ini sontak menimbulkan keprihatinan dan kemarahan publik, serta desakan agar pelaku segera ditangkap.




