Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM Naik Penyidikan, Polisi Buru Pelaku
Jakarta – Kepolisian telah resmi menaikkan status kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, ke tahap penyidikan. Kepastian ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, yang menyatakan bahwa perkara tersebut kini telah beranjak dari tahap penyelidikan.
“Betul, sudah naik sidik,” ujar Roby Saputra pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Meskipun demikian, hingga saat ini, tim penyidik masih memfokuskan upaya mereka untuk memburu para pelaku. Penetapan tersangka, menurut Roby, baru dapat dilakukan setelah perkara resmi masuk ke tahap penyidikan. “Iya, penetapan tersangka yang harus naik sidik dulu,” jelasnya.
Dalam proses penyidikan yang sedang berjalan, pihak kepolisian tengah berupaya keras untuk menelusuri identitas pelaku. Salah satu petunjuk penting yang dimiliki adalah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian perkara. “Identitas pelaku masih dalam penyidikan,” tegas Roby.
Kelanjutan dari upaya pengungkapan kasus ini juga ditegaskan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, saat meninjau arus mudik di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, pada hari yang sama. “Masih dilakukan pendalaman, ya. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” ujar Kapolda Asep.
Foto Terduga Pelaku di Media Sosial Dipastikan Hasil Rekayasa AI
Di tengah perkembangan proses penyidikan, sebuah foto yang diklaim sebagai wajah terduga pelaku sempat beredar luas di platform media sosial X. Unggahan tersebut berasal dari akun dengan nama pengguna @Robe1807, yang mendesak kepolisian untuk segera menangkap pelaku. Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari akun resmi United Nations Human Rights Office yang memberikan perhatian pada kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Foto yang beredar menampilkan dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Pengendara di bagian depan terlihat mengenakan topi berwarna biru muda dan helm hitam, sementara penumpang di belakang memakai kemeja berwarna biru tua tanpa mengenakan helm.

Namun, AKBP Roby Saputra dengan tegas memastikan bahwa gambar yang beredar tersebut telah diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut Roby, penggunaan AI untuk memperjelas wajah terduga pelaku justru berpotensi mengganggu jalannya proses penyidikan. Hal ini dikarenakan rekayasa AI dapat mengaburkan ciri-ciri asli pelaku yang sebenarnya.
“Itu AI (Artificial Intelligence). Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ungkap Roby.
Lebih lanjut, kepolisian juga menemukan sejumlah kejanggalan pada gambar yang diduga hasil editan AI tersebut. Salah satu kejanggalan terlihat pada area bahu kanan pengendara, yang tampak seperti membawa tas ransel, namun tidak ada penampakan tas di bagian punggungnya. Selain itu, bentuk tangan yang mengepal di bagian pinggang kanan pengendara juga dinilai tidak wajar.
Meskipun demikian, pihak kepolisian saat ini memprioritaskan upaya pengungkapan kasus penyiraman air keras itu sendiri, dibandingkan dengan menelusuri pihak yang mengunggah foto yang telah diedit menggunakan AI. “Belum ke sana (pengunggah foto editan AI). Kami prioritaskan yang lebih utama ungkap perkara penyiraman air kerasnya,” tutup Roby.
Kronologi Kejadian Penyiraman Air Keras
Peristiwa nahas yang menimpa Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Korban disiram air keras oleh orang tidak dikenal saat sedang mengendarai sepeda motornya. Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I–Talang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Saat itu, Andrie Yunus tengah melaju dengan sepeda motornya ketika dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor, diduga jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021, menghampiri dari arah yang berlawanan. Lokasi kejadian tepatnya di Jalan Talang atau Jembatan Talang.
Deskripsi pelaku yang berhasil dihimpun adalah sebagai berikut:
* Pelaku Pertama (Pengendara): Diduga mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang kemungkinan berbahan jeans, serta mengenakan helm hitam.
* Pelaku Kedua (Penumpang): Mengenakan penutup wajah menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi separuh wajahnya, kaus berwarna biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga terlihat pendek.
Salah satu dari pelaku kemudian melakukan aksinya dengan menyiramkan air keras ke arah korban, yang mengakibatkan sebagian tubuh Andrie terkena cairan tersebut. Akibat serangan brutal ini, Andrie Yunus mengalami luka bakar yang cukup serius pada bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta kedua matanya.




