Garut Gemilang: 78 Lembaga Pendidikan Baru Diresmikan Mendikdasmen

Revitalisasi Pendidikan: Garut Jadi Pilot Project Penguatan Sarana dan Prasarana Sekolah

Garut, Jawa Barat – Upaya peningkatan kualitas pendidikan secara merata terus digalakkan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebanyak 15 Sekolah Dasar (SD) serta 27 satuan pendidikan vokasi, pendidikan khusus, dan pendidikan layanan khusus (PKPLK) secara resmi telah menerima manfaat dari program prioritas ini. Peresmian ini menandai langkah signifikan dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua lapisan masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam sambutannya pada Kamis, 8 Januari 2026, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan setempat, seluruh kepala sekolah, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Ia menekankan bahwa revitalisasi ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk mentransformasi sektor pendidikan dan membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Garut, dinas pendidikan, kepala sekolah, dan semua pihak yang telah mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), khususnya program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Revitalisasi ini merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan untuk membuat transformasi bidang pendidikan serta membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul,” ungkap Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat meresmikan satuan pendidikan di SMK Ciledug Al Musaddadiyah, Garut.

Sarana Prasarana Berkualitas: Kunci Pendidikan Unggul

Menteri Mu’ti juga menyoroti pentingnya terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan sebagai salah satu unsur fundamental dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang unggul. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan revitalisasi pada tahun 2025 mengadopsi sistem swakelola. Sistem ini terbukti memberikan hasil yang optimal, dengan progres penyelesaian mencapai 95 persen dari total 16.171 penerima manfaat program.

“Dengan sistem swakelola tersebut kami melakukan evaluasi bahwa hasilnya penyelesaian pembangunan sekolah sangat tepat waktu, lebih efisien, lebih bagus hasilnya, dan lebih akuntabel laporan keuangannya. Lebih dari itu, sistem ini juga dapat menyerap tenaga kerja yang besar dan mampu menghidupkan perekonomian di daerah,” ujar Menteri Mu’ti, menggarisbawahi efektivitas dan dampak ekonomi dari pendekatan swakelola.

Peran Strategis SMK dalam Mendorong Kewirausahaan Lokal

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengidentifikasi Kabupaten Garut sebagai salah satu daerah dengan tingkat kewirausahaan yang tinggi. Oleh karena itu, ia menilai peran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi sangat krusial dalam mendorong kemajuan sektor kewirausahaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Garut.

Untuk itu, Kemendikdasmen telah merancang sejumlah program strategis untuk memajukan SMK ke depan. Program-program tersebut meliputi:

  • Memperbanyak SMK 4 Tahun: Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan yang lebih mendalam dan komprehensif bagi siswa SMK.
  • Membentuk SMK Berbasis Keunggulan Lokal: Pengembangan kurikulum dan program studi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan daerah.
  • Membentuk SMK Berbasis Sertifikat: Fokus pada pencapaian sertifikasi profesi yang diakui, meningkatkan daya saing lulusan.
  • Menyiapkan Lulusan SMK untuk Bekerja di Luar Negeri: Membekali lulusan dengan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja internasional.

Kisah Sukses Penerima Manfaat Revitalisasi

Program revitalisasi ini disambut dengan penuh syukur oleh para penerima manfaat. Nia Suniawati, Kepala SLB Negeri B Garut, mengungkapkan rasa terima kasihnya karena sekolah yang dipimpinnya mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun 2025. Bantuan ini, yang telah dinantikan bertahun-tahun, meliputi renovasi sejumlah ruangan penting, termasuk ruang administrasi, ruang tata usaha, dan pembangunan ruang kelas baru.

Dampak positif revitalisasi juga dirasakan oleh SDN 1 Pasanggrahan Sukawening Garut. Kepala sekolahnya, Ai Mulyani, menyatakan kebahagiaannya atas peresmian sekolahnya oleh Menteri Mu’ti dan menjadi salah satu penerima manfaat program revitalisasi. Sekolah ini menerima bantuan untuk perbaikan toilet dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). “Sekolah kami telah menerima bantuan revitalisasi untuk toilet dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Puji syukur toilet kami sebelumnya kurang layak pakai, sekarang menjadi sangat bagus dan bersih,” papar Ai Mulyani, menggambarkan perubahan signifikan yang terjadi.

Kokoy Rokayah, Kepala PKBM An Nabawi Garut, turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kemendikdasmen atas program revitalisasi yang sangat bermanfaat bagi warga belajar dan satuan pendidikannya. “Ini adalah mimpi kami yang terwujud melalui revitalisasi. Sejak dulu kami memimpikan sarana prasarana layak yang aman dan nyaman untuk dimanfaatkan warga belajar kami, dan puji syukur mimpi itu tercapai pada saat ini,” ujarnya, menekankan terwujudnya impian akan fasilitas yang layak.

SMK Ciledug Al Musaddadiyah: Tuan Rumah dan Penerima Manfaat

SMK Ciledug Al Musaddadiyah, yang menjadi lokasi peresmian, juga merasa bangga menjadi tuan rumah acara penting ini. Kepala SMK Ciledug Al Musaddadiyah, M. Nasrullah Ramdhani, mengungkapkan bahwa sekolahnya menerima bantuan revitalisasi senilai Rp 1,5 miliar yang telah rampung pada akhir Desember lalu. Bantuan tersebut mencakup pembangunan laboratorium IPA, laboratorium komputer, satu ruang kelas baru, dan fasilitas toilet.

“Pada revitalisasi ini kami menerima antara lain laboratorium IPA, laboratorium computer, satu ruang kelas baru, dan toilet. Terima kasih kepada Kemendikdasmen dan seluruh pihak yang menyukseskan revitalisasi ini, bantuan ini sangat bagus hasilnya dan menjadi motivasi baru bagi kami untuk mencapai prestasi yang tinggi,” terang Nasrullah, optimis bahwa bantuan ini akan mendorong peningkatan prestasi sekolah.

Daftar Satuan Pendidikan Vokasi dan PKPLK Penerima Manfaat

Sebanyak 27 satuan pendidikan vokasi dan PKPLK di Kabupaten Garut yang menerima manfaat program revitalisasi meliputi:

  1. SMKN 5 Garut
  2. SMK Manbaul Huda
  3. SMK Nuurul Muttaqin Cisurupan
  4. SMK Kiansantang Sukawening
  5. SMK IT Bina Nusantara
  6. SMK TPI Al-Ghoniyyah Selaawi
  7. SMK Setiap Bhakti Cilawu
  8. SMK Syis Badruzzaman
  9. SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut
  10. SMK Tarbiyatul Aulad Cikajang
  11. SMKN 10 Garut
  12. SMK Al Ilyas Malangbong
  13. SMK NU Al-Farisi
  14. SMK IT Baitul Ma arif Cisewu
  15. SMKN 4 Garut
  16. SMK YPPT Garut
  17. SMK Sentosa Cilawu
  18. SMK Muhammadiyah Banyuresmi
  19. SMK Muhammadiyah Kersamanah
  20. PKBM An-nabawi
  21. PKBM Intan Mandiri
  22. SLB Putra Hanjuang
  23. SLBN Kota Garut
  24. SLBN Bag B Garut
  25. SLB BC YGP Selaawi Garut
  26. SLB An Nurfalah
  27. (Nama satuan pendidikan ke-27 tidak tercantum dalam teks asli)

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia, demi mewujudkan cita-cita pendidikan yang berkualitas dan merata bagi seluruh anak bangsa.

Pos terkait