Proyek Gedung Catlab RSUD Sidikalang Tuai Sorotan: Anggaran Hampir Lunas, Bangunan Rusak Parah
Pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Catlab) yang didedikasikan untuk penanganan penyakit jantung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidikalang kini menjadi pusat perhatian dan menuai kritik tajam dari masyarakat. Betapa tidak, meskipun anggaran proyek telah dicairkan hingga mencapai 90 persen dari total nilai kontrak, kondisi bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas vital kesehatan ini justru dilaporkan dalam keadaan rusak parah dan belum selesai sepenuhnya dikerjakan.
Gedung yang dibangun menggunakan anggaran tahun 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,8 miliar lebih ini, saat ini menampilkan pemandangan yang sangat memprihatinkan. Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa berbagai bagian bangunan mengalami kerusakan yang signifikan. Kerusakan ini meliputi plafon yang dilaporkan ambruk, bagian interior yang masih terbengkalai dan belum rampung, hingga instalasi listrik yang belum terselesaikan.
Keadaan ini semakin ironis mengingat jadwal penyelesaian proyek seharusnya telah berakhir pada Desember 2025. Namun, hingga memasuki triwulan kedua tahun 2026, pekerjaan konstruksi masih terus berlangsung. Bahkan, terlihat sejumlah pekerja masih sibuk memasang fasilitas seperti pintu dorong yang terbuat dari bahan stainless steel.
Dugaan Pengerjaan Asal-asalan dan Kualitas yang Dipertanyakan
Kondisi pembangunan yang tidak sesuai harapan ini memunculkan dugaan kuat bahwa pekerjaan dilakukan secara asal-asalan. Terlebih lagi, dengan nilai kontrak yang mencapai Rp1.889.955.760, kualitas pembangunan yang terlihat di lapangan dinilai sangat tidak mencerminkan standar yang semestinya untuk sebuah fasilitas kesehatan yang krusial.
Penjelasan dari Pihak RSUD Sidikalang
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Sidikalang sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Santy Limbong, mengakui bahwa pembangunan fisik gedung tersebut memang belum rampung sepenuhnya. Ia memberikan penjelasan mengenai beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan proyek ini.
Menurut Santy, proyek tersebut mengalami keterlambatan sejak tahap awal pelaksanaannya. “Kontrak pekerjaan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025. Namun, saya baru melanjutkan tugas pada Oktober, sehingga ada beberapa kendala dalam prosesnya,” ujarnya pada hari Jumat (27/3).
Santy menambahkan bahwa pihaknya, bersama dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), telah berulang kali memberikan teguran dan mengingatkan pihak kontraktor untuk segera mempercepat progres pekerjaan. Upaya ini termasuk meminta penambahan jumlah tenaga kerja di lapangan.
Ia juga menyoroti adanya kendala di lapangan yang turut menyebabkan keterlambatan. Beberapa faktor yang disebutkan antara lain kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan kondisi cuaca ekstrem yang tidak mendukung aktivitas konstruksi. Meskipun demikian, pihak rekanan disebut telah memberikan jaminan dan berjanji akan menyelesaikan seluruh pekerjaan. Komitmen ini termasuk perbaikan terhadap plafon yang ambruk, yang dinilai sangat membahayakan keselamatan.
Pencairan Dana yang Mencapai 90 Persen
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi, Rahmat Syah Munthe, mengungkapkan bahwa dari total nilai kontrak proyek, pembayaran yang telah dicairkan oleh pemerintah daerah sudah mencapai 90 persen. “Pembayaran sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi yang belum dicairkan,” jelasnya pada hari Sabtu (28/3).
Tuntutan Evaluasi Menyeluruh dan Harapan Masyarakat
Situasi ini tentu saja menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan publik, terutama terkait efektivitas sistem pengawasan proyek pemerintah dan jaminan kualitas pengerjaan, apalagi proyek ini menyerap anggaran yang tidak sedikit. Penting untuk diingat bahwa gedung Catlab memiliki peran yang sangat vital dalam penanganan penyakit jantung, sebuah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian serius dan fasilitas yang memadai bagi masyarakat.
Oleh karena itu, masyarakat Kabupaten Dairi sangat berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan gedung Catlab ini. Evaluasi tersebut harus mencakup peninjauan ulang terhadap seluruh tahapan pengerjaan, termasuk memastikan bahwa sisa pekerjaan diselesaikan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan. Tujuannya adalah agar fasilitas kesehatan yang sangat dibutuhkan ini dapat segera difungsikan secara optimal dan yang terpenting, aman bagi pasien dan tenaga medis.




