Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan Jadi Pusat ‘Menu Budaya Gembira’

Transformasi Gedung Kesenian Raksawacana Menjadi Pusat Kolaborasi Seni

Selama tiga pekan ke depan, Gedung Kesenian Raksawacana Kuningan akan berubah menjadi pusat kolaborasi seni yang bertajuk Menu Budaya Gembira (MBG). Gelaran ini resmi dibuka pada Jumat 10 April 2026 melalui pementasan teater bertajuk “Negeri Tanpa Pertanyaan”. Pertunjukan tersebut merupakan hasil tafsir ulang atas puisi legendaris karya Taufiq Ismail yang berjudul “Pelajaran Tata Bahasa dan Mengarang”.

Di tangan para seniman, teks sastra tersebut dilebur menjadi satu kesatuan pertunjukan teater, musik, dan tari yang utuh dalam satu panggung. Hal ini menunjukkan bagaimana seni bisa menjadi jembatan antara karya sastra dengan masyarakat luas.

Ruang Dialog dan Kolaborasi Lintas Disiplin

Menurut Humas MBG sekaligus Ketua Komunitas Teater Sado, Edi Supardi, MBG dirancang bukan sekadar tontonan biasa. Kegiatan ini merupakan ruang perjumpaan berbagai disiplin seni sekaligus jembatan dialog antara karya sastra dengan masyarakat luas. “Kami ingin menghadirkan pengalaman baru di mana puisi tidak hanya dibaca, tetapi juga dirasakan melalui gerak tubuh, bunyi, dan visual panggung,” ujar Edi.

Ia menambahkan bahwa “Negeri Tanpa Pertanyaan” menjadi roh dari kegiatan ini. Melalui pendekatan kolaboratif, teks sastra yang reflektif dihidupkan kembali untuk menggugah kesadaran penonton terhadap realitas sosial melalui pengalaman artistik yang mendalam.

Melibatkan Ratusan Pelaku Seni Lokal

Kegiatan ini melibatkan sinergi besar dari berbagai komunitas seni dan budaya di Kabupaten Kuningan. Beberapa di antaranya adalah Teater Sado, Aduide Media, Bukusam, Dapur Sastra Universitas Kuningan, Ethnic Music Ciremai Creative, GHC Dance Community, Kampung Dongeng Kuningan, Komunitas Maca, Rineka Sunda, Teater Istunink SMAGAR, Wihendar Local Musica, hingga Yayasan Hibar Budaya Nusantara.

Kolaborasi kolektif ini didukung oleh ratusan pelaku seni mulai dari aktor, penari, musisi, hingga tim produksi dengan visi menggairahkan kembali ekosistem seni lokal serta memperkuat literasi sastra di tengah masyarakat.

Jadwal Pertunjukan

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di Gedung Kesenian Raksawacana mulai tanggal 10 hingga 26 April 2026. Mengingat durasi pelaksanaan yang hanya tiga pekan, masyarakat diharapkan tidak melewatkan kesempatan ini dengan memperhatikan jadwal berikut:

  • Setiap Jumat: Pertunjukan dimulai pukul 14.00 WIB.
  • Setiap Sabtu dan Minggu: Tersedia tiga sesi pertunjukan, yakni pukul 08.00 WIB, 10.00 WIB, dan 13.00 WIB.

“MBG hadir sebagai ruang perenungan yang mengajak penonton melihat kembali realitas melalui bahasa seni yang hidup dan bermakna,” pungkas Edi.




Pos terkait