BNN Kendal Deteksi Prekursor Narkoba yang Berpotensi Diolah Menjadi Cairan Kanabinoid
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal mengungkap adanya indikasi modus baru peredaran narkoba yang menyasar kalangan pelajar dan generasi muda. Modus tersebut diduga memanfaatkan cairan vape atau rokok elektrik sebagai media penyalahgunaan narkotika jenis Kanabinoid.
Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kabupaten Kendal, Tri Wahyu Setianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mendeteksi keberadaan prekursor narkoba di wilayah Kendal. Temuan ini menjadi perhatian serius karena berpotensi berkembang menjadi peredaran narkoba cair yang lebih sulit terdeteksi.
“Di Kendal kami mendeteksi adanya prekursor narkoba, ini modus baru dan sasarannya pelajar sekolah,” katanya, Sabtu (23/5/2026).
Prekursor sendiri merupakan zat atau bahan kimia yang biasa digunakan dalam industri maupun farmasi. Namun, bahan tersebut juga dapat disalahgunakan sebagai bahan baku pembuatan narkotika dan psikotropika ilegal.
Wahyu menjelaskan, prekursor yang terdeteksi diduga akan diolah menjadi narkoba cair jenis Kanabinoid. Jenis narkoba ini dikenal memiliki efek psikoaktif dan kini mulai disamarkan melalui produk modern seperti cairan vape.
“Kalau ini bentuk cairnya. Sekarang itu vape menjadi sarana baru yang bisa disusupi narkoba jenis Kanabinoid,” sambungnya.
Menurut Wahyu, Kanabinoid dapat berasal dari senyawa alami maupun sintetis yang bekerja memengaruhi reseptor di otak. Penyalahgunaannya dinilai semakin sulit dikenali karena dikemas dalam bentuk liquid vape dengan berbagai varian rasa yang menarik minat anak muda.
Meski demikian, BNN Kendal memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus peredaran cairan Kanabinoid siap pakai di wilayah tersebut. Namun, pihaknya telah mendeteksi adanya prekursor atau bahan pembuat narkoba tersebut.
“Di Kendal baru prekursornya, atau bahan pembuatnya yang terdeteksi, dan belum sempat jadi cairan Kanabinoid,” ungkapnya.
Wahyu menilai penggunaan vape menjadi celah baru bagi peredaran narkoba modern. Liquid dengan berbagai rasa dianggap mampu menarik perhatian remaja hingga pelajar sehingga berisiko menimbulkan ketergantungan tanpa disadari.
“Vape itu kan varian rasanya beragam, nah itu menarik generasi muda. Alhamdulillah Kendal belum masuk vape yang mengandung narkotika itu,” imbuhnya.
BNN juga menyoroti tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan Wahyu, jumlah pengguna narkoba usia muda mengalami kenaikan signifikan secara nasional.
“Pengguna narkoba di kalangan anak-anak muda, naik 2,11 persen dari 3 juta menjadi 4 juta sejak tahun 2023 ke tahun 2025,” paparnya.
“Mungkin dulu vape itu bisa sebagai ganti rokok, tetapi di situ ada celah narkoba masuk,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, BNN Kabupaten Kendal kini menggencarkan program Ananda Bersinar dengan menyasar sekolah tingkat SMP dan SMA. Program tersebut fokus pada edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba kepada pelajar.
“Kami sudah intervensi ke sekolah-sekolah. Kami menjalin kerjasama dengan sekolah dengan harapan generasi muda sebagai target sasaran dan peredaran gelap narkoba bisa berkurang,” tandasnya.
Langkah Pencegahan yang Dilakukan BNN Kendal
Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh BNN Kendal untuk mencegah penyalahgunaan narkoba:
Program Ananda Bersinar
Program ini diluncurkan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba kepada pelajar di sekolah-sekolah.Kerja Sama dengan Sekolah
BNN Kendal menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan agar peserta didik dapat memahami risiko penyalahgunaan narkoba.Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi, BNN Kendal berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, khususnya bagi generasi muda.Pemantauan Terhadap Prekursor Narkoba
BNN Kendal aktif melakukan pemantauan terhadap bahan-bahan kimia yang bisa disalahgunakan sebagai bahan baku narkoba.
Pentingnya Edukasi dan Kesadaran Diri
Edukasi tentang narkoba sangat penting untuk membantu generasi muda memahami dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba. Dengan pengetahuan yang cukup, para pelajar dapat menghindari terjerumus ke dalam peredaran narkoba yang semakin canggih.
Selain itu, kesadaran diri dan lingkungan juga menjadi faktor utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Orang tua, guru, dan masyarakat umumnya harus lebih waspada terhadap tanda-tanda awal penyalahgunaan narkoba di kalangan anak-anak muda.
Dengan upaya bersama, diharapkan angka penyalahgunaan narkoba dapat diminimalisir, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda.





