Pengurus Keluarga Negara Antara (KNA) Periode 2025-2030 Resmi Dilantik, Gubernur Aceh Harapkan Peran Aktif
Aceh Besar – Sebuah momen penting dalam dinamika organisasi masyarakat di Aceh telah terlaksana dengan dilantiknya Pengurus Keluarga Negara Antara (KNA) untuk periode 2025-2030. Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan. Acara tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, pada Sabtu malam, 7 Februari 2026.
Pengurus KNA yang baru saja dikukuhkan terdiri dari puluhan personel yang siap mengemban amanah. Posisi Ketua Umum dipercayakan kepada Sofyan, S.H., M.H. Sementara itu, tampuk kepemimpinan Sekretaris Umum diisi oleh Drs. Syahreza Putra, dan Bendahara Umum dijabat oleh Dr. Harbiah A. Gani. Kehadiran para pengurus baru ini menandai dimulainya babak baru bagi KNA dalam menjalankan roda organisasinya.
Keistimewaan pelantikan kali ini semakin terasa dengan kehadiran sejumlah kepala daerah. Tampak hadir Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si.; Bupati Aceh Besar, Syekh Muharram Idris; serta Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’auddin Djamal, S.E. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Bupati Bener Meriah, menunjukkan sinergi dan dukungan lintas daerah terhadap organisasi KNA.
Dukungan dari kalangan akademisi juga sangat terasa. Di jajaran pengawas, terlihat hadir Prof. Dr. Alyasa’ Abubakar, M.A., dan Prof. Dr. Ir. Abdi Abdul Wahab, M.Sc. Kehadiran Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., selaku pembina, semakin memperkuat fondasi kepemimpinan KNA dengan sentuhan keilmuan dan pengalaman yang mendalam.
Kekuatan Sumber Daya Manusia KNA: Potret Intelektual dan Profesional
Ketua Umum KNA periode 2025-2030, Sofyan, S.H., M.H., menyampaikan rasa optimisnya terhadap potensi organisasi yang dipimpinnya. Beliau mengungkapkan bahwa dalam struktur kepengurusan kali ini, terdapat sekitar 18 profesor yang tersebar di jajaran pengawas, pembina, dan dewan pakar. Selain itu, sebanyak 30 orang doktor turut memperkuat barisan KNA.
“Keluarga Negara Antara didukung oleh barisan sumber daya insani yang panjang dan siap berkolaborasi dengan pemerintah serta pihak lainnya demi kemaslahatan bersama,” ujar Sofyan dalam sambutannya. Pernyataan ini menegaskan komitmen KNA untuk berkontribusi secara konstruktif dalam pembangunan daerah dan masyarakat.
Pesan Gubernur: Organisasi sebagai Wadah Pembinaan dan Manfaat Sosial
Mewakili Gubernur Aceh, Asisten I Sekretaris Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si., dalam pidatonya menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus KNA yang baru dilantik. Beliau menekankan peran strategis organisasi kemasyarakatan seperti KNA.
“Organisasi seperti KNA tidak hanya berfungsi sebagai wadah untuk memupuk kekompakan dan persaudaraan, tetapi juga untuk melatih kemampuan manajerial dan berfungsi sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda yang berbasis pada budaya mereka,” jelas Syakir.
Lebih lanjut, Syakir mengingatkan pentingnya manfaat yang dirasakan oleh seluruh elemen, mulai dari pengurus, anggota, hingga masyarakat luas. “Organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh pengurus, anggota, dan masyarakat. Maka, pengurus harus aktif melaksanakan program kegiatan yang bermanfaat luas bagi masyarakat,” tegasnya.
KNA dan Tanggung Jawab Sosial di Tengah Bencana
Syakir juga menyinggung kondisi yang sedang dihadapi oleh beberapa wilayah di Aceh, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah, yang baru saja dilanda banjir dan longsor. Ia mengakui bahwa situasi tersebut tidaklah ringan dan pemulihan belum sepenuhnya tercapai.
Dalam konteks ini, Gubernur Aceh melalui Syakir berharap agar kehadiran KNA dapat memberikan kontribusi positif dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana. “Kehadiran KNA hendaknya dapat membantu meringankan beban warga Aceh Tengah dan Bener Meriah yang terdampak bencana,” harapnya.
Wali Kota Banda Aceh: Apresiasi Kekompakan dan Potensi Ekonomi Negeri Antara
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, S.E., turut memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kekompakan warga Negeri Antara. Beliau mengamati bahwa kekompakan ini tidak hanya terlihat di daerah asal, tetapi juga meluas hingga ke perantauan, termasuk di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Illiza juga menyoroti potensi ekonomi unggulan dari Negeri Antara, yaitu kopi dan nilam, yang diakui sebagai produk terbaik di dunia. “Banda Aceh sebagai ‘Kota Seribu Warung’ juga menerima manfaat langsung dari pasokan kopi yang berasal dari Tanah Gayo,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Banda Aceh mengungkapkan bahwa kini Banda Aceh telah dideklarasikan sebagai “Kota Parfum”. Kebutuhan akan minyak nilam (patchouli) sebagai bahan baku utama dalam industri parfum ini kembali mengaitkan Banda Aceh dengan Negeri Antara dan daerah penghasil nilam lainnya di Aceh.
Di akhir sambutannya, Illiza tidak lupa mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus KNA yang baru dilantik. Beliau bahkan membacakan beberapa pantun sebagai bentuk penyemangat bagi kepengurusan KNA di bawah kepemimpinan Sofyan, S.H., M.H. Kehadiran dan dukungan dari berbagai pihak ini menunjukkan harapan besar terhadap peran KNA dalam membangun Aceh yang lebih baik.





