Gudang Terbakar Saat Salat Id, Satu Tewas

Tragis: Lansia Meninggal Dunia dalam Kebakaran Gudang Tani di Kulon Progo

Yogyakarta – Sebuah peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa terjadi di Karangsewu, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo, pada Sabtu (21/3). Musibah yang menggemparkan warga setempat ini mengakibatkan R (59), seorang lansia, meninggal dunia dalam insiden yang diduga berasal dari gudang tani semi permanen di belakang rumahnya.

Peristiwa nahas ini bermula ketika anak korban berpamitan untuk melaksanakan salat Idulfitri di masjid. Sementara itu, korban yang dilaporkan dalam kondisi sakit, memilih untuk beristirahat di rumah.

“Setelah anak korban pulang dari salat Id mendapati ada kepulan asap di belakang rumah,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya. Kepulan asap yang semakin membesar itu segera menarik perhatian warga.

Setelah dilakukan pengecekan lebih lanjut, sumber kepulan asap tersebut diketahui berasal dari sebuah bangunan semi permanen yang berfungsi sebagai gudang tani. Warga yang melihat kejadian tersebut segera bertindak cepat untuk memadamkan api yang mulai membesar. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong menggunakan air untuk menjinakkan kobaran api.

Namun, ketika api berhasil dipadamkan, sebuah pemandangan mengerikan ditemukan. Di dalam gudang yang hangus terbakar, ditemukan jasad korban dalam kondisi mengenaskan.

“Warga berusaha memadamkan api dengan menggunakan air, setelah api padam ternyata korban berada di gudang dalam kondisi terbakar,” jelasnya lebih lanjut.

Jenazah korban kemudian segera dievakuasi dari lokasi kejadian untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut dan proses pemakaman. Pihak kepolisian setempat tengah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran yang merenggut nyawa tersebut.

Kronologi Kejadian:

  • Pagi Hari: Anak korban berpamitan untuk melaksanakan salat Idulfitri.
  • Saat Salat Id: Korban berada di rumah dalam kondisi sakit.
  • Setelah Salat Id: Anak korban pulang dan melihat kepulan asap dari belakang rumah.
  • Pengecekan: Asap berasal dari gudang tani semi permanen.
  • Upaya Pemadaman: Warga bergotong royong memadamkan api dengan air.
  • Penemuan Jasad: Setelah api padam, korban ditemukan meninggal dunia di dalam gudang yang terbakar.
  • Evakuasi: Jenazah korban segera dievakuasi dari lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area yang berdekatan dengan bangunan penyimpanan barang mudah terbakar. Faktor usia dan kondisi kesehatan korban juga diduga turut berperan dalam tragedi ini, membatasi kemampuannya untuk menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keamanan lingkungan tempat tinggal, melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik dan sumber api, serta memiliki alat pemadam kebakaran ringan di rumah.

Pos terkait