Persebaya Surabaya Siap Hadapi Persik Kediri di Derbi Jawa Timur
Persebaya Surabaya akan menjamu Persik Kediri dalam laga pekan ke-34 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bung Tomo, pada Sabtu sore (23/5/2026). Meskipun pertandingan ini menjadi bagian dari kompetisi musim ini, perhatian publik justru tertuju pada drama pergantian wasit yang terjadi mendadak H-1 sebelum pertandingan. Hal ini memicu banyak spekulasi di kalangan suporter dan penggemar sepak bola.
Kenapa Pergantian Wasit Menjadi Sorotan?
Persebaya Surabaya dan Persik Kediri selama beberapa musim terakhir selalu menghadirkan tensi tinggi dalam setiap pertemuan mereka. Dua pertemuan terakhir antara kedua tim juga berakhir imbang, sehingga pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo diprediksi akan berlangsung panas dan penuh tekanan. Situasi seperti ini membuat sosok pengadil lapangan menjadi sangat penting. Apalagi, pertandingan penutup musim biasanya sarat dengan gengsi dan emosi tinggi dari kedua kubu yang ingin menutup kompetisi dengan hasil terbaik.
Drama mulai muncul setelah akun media sosial @bondonekat_media mengabarkan bahwa wasit Rio Permana Putra asal Pekanbaru akan memimpin laga derbi Jawa Timur tersebut. Informasi ini langsung memancing reaksi dari Bonek, yang berharap pertandingan berlangsung adil tanpa kontroversi. Namun, tidak lama berselang, muncul kabar mengejutkan terkait perubahan penugasan wasit.
Ada Apa di Balik Pergantian Mendadak Ini?
Rio Permana Putra disebut batal memimpin pertandingan Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri dan justru dialihkan ke laga Madura United melawan PSM Makassar. Pergantian ini langsung memunculkan tanda tanya besar. Akun @bondonekat_media bahkan ikut menyoroti adanya kendala yang tidak diumumkan ke publik terkait perubahan tersebut. Mereka menyampaikan bahwa ada kemungkinan ada sesuatu yang tidak terungkap di balik perubahan ini.
Pergantian wasit yang dilakukan sangat dekat dengan hari pertandingan semakin memancing rasa penasaran. Biasanya, penunjukan wasit untuk laga besar sudah dipersiapkan lebih awal agar seluruh perangkat pertandingan bisa melakukan briefing dan koordinasi secara matang. Belum ada penjelasan resmi terkait alasan perubahan itu, namun kondisi tersebut sudah cukup membuat suasana jelang pertandingan menjadi ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya oleh Bonek dan pendukung Persik Kediri.
Sosok Gedion Dapaherang Mendadak Muncul
Setelah nama Rio Permana Putra hilang dari daftar pengadil lapangan, muncul nama baru yang disebut akan memimpin pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo. Sosok tersebut adalah Gedion Dapaherang, yang langsung menjadi bahan pembicaraan publik sepak bola nasional. Nama Gedion Dapaherang sendiri tidak asing di kalangan pencinta sepak bola Indonesia. Ia beberapa kali memimpin pertandingan penting dan kerap mendapat sorotan karena keputusan-keputusan kontroversial di lapangan.
Kemunculan Gedion justru menambah tensi jelang pertandingan penutup musim ini. Banyak suporter berharap wasit yang bertugas nantinya mampu memimpin laga dengan tegas dan konsisten mengingat duel Persebaya Surabaya kontra Persik Kediri dipastikan berlangsung keras sejak menit awal. Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo juga diprediksi tetap panas meski kompetisi memasuki pekan terakhir.
Derbi Jawa Timur Diprediksi Tetap Memanas
Di luar drama wasit, duel Persebaya Surabaya menghadapi Persik Kediri tetap menyimpan daya tarik besar. Kedua tim sama-sama memiliki motivasi tinggi untuk menjaga gengsi pada laga terakhir musim ini. Persebaya Surabaya ingin menghadirkan penutup manis di hadapan pendukung sendiri. Sementara Persik Kediri tentu tidak ingin pulang dengan tangan kosong dalam duel penuh rivalitas tersebut.
Catatan dua laga terakhir yang selalu berakhir imbang membuat pertandingan kali ini sulit diprediksi. Intensitas tinggi dipastikan muncul sejak awal pertandingan karena kedua tim memiliki karakter bermain menyerang dan tidak mudah menyerah. Kini publik tinggal menantikan bagaimana jalannya pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo. Apakah drama pergantian wasit ini akan berpengaruh pada atmosfer laga atau justru membuat pertandingan semakin panas untuk disaksikan.






