Arus Mudik Pelabuhan Merak: Ramai Lancar di H-5 Idul Fitri 1447 H
Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pelabuhan Merak, Banten, menunjukkan geliat aktivitas yang signifikan. Pada H-5 Lebaran, Minggu (15/3/2026), pantauan di lapangan memperlihatkan kondisi lalu lintas yang ramai namun tetap lancar. Ribuan kendaraan pribadi, mayoritas berasal dari wilayah Sumatra dengan plat nomor khas daerah tersebut, terpantau mengalir dari arah Jakarta menuju area parkir pelabuhan.
Meskipun volume kendaraan meningkat pesat, penataan yang baik membuat arus lalu lintas tetap terkendali. Kendaraan-kendaraan pribadi memenuhi kantong-kantong parkir yang tersedia tanpa menimbulkan penumpukan yang mengular hingga ke luar area otoritas pelabuhan. Baik di dermaga eksekutif maupun reguler, terlihat peningkatan volume kendaraan yang cukup signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Namun, operasional bongkar muat kapal feri tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, memastikan kelancaran proses penyeberangan.
Strategi Pengalihan Kendaraan Berat untuk Kelancaran Mudik
Kondisi arus mudik yang terkendali di fase awal puncak ini sangat terbantu oleh penerapan kebijakan pengalihan arus kendaraan angkutan barang secara ketat. Sejak sehari sebelumnya, truk-truk logistik yang tidak mengangkut bahan kebutuhan pokok (non-sembako) telah mulai dialihkan dari jalur tol utama. Kendaraan berat ini diarahkan menuju jalur arteri dan dialihkan ke Pelabuhan Ciwandan.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, petugas kepolisian dan perhubungan tampak sigap melakukan penyekatan terhadap truk-truk tersebut di simpang susun pintu keluar tol Cilegon Timur, Kota Cilegon, Banten. Pengalihan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyempitan jalur yang berpotensi menghambat laju para pemudik.
Namun, kebijakan ini tidak berlaku mutlak untuk semua jenis kendaraan berat. Pengecualian tetap diberikan kepada truk yang mengangkut bahan bakar minyak (BBM), hantaran pos, serta bahan kebutuhan pokok. Kendaraan-kendaraan prioritas ini masih diizinkan melintas dengan pengawasan ketat dari petugas di rute-rute tertentu yang telah ditentukan. Pemisahan arus antara kendaraan berat dan kendaraan pribadi ini diharapkan dapat menciptakan kelancaran yang optimal di pintu masuk utama Pelabuhan Merak.
Penyesuaian Layanan Tiket untuk Efisiensi Operasional
Selain pengaturan lalu lintas kendaraan berat, kelancaran operasional di Pelabuhan Merak pada H-5 Lebaran ini juga didukung oleh penyesuaian skema layanan tiket yang diberlakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry melalui aplikasi Ferizy. Berdasarkan informasi resmi terkait pengaturan layanan penyeberangan periode Lebaran 2026, layanan tiket kelas ekspres untuk rute Merak menuju Bakauheni telah ditiadakan sementara waktu.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak tanggal 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB dan akan terus berlangsung hingga tanggal 20 Maret 2026 pukul 14.59 WIB. Selama periode puncak arus mudik tersebut, pengguna jasa yang berangkat dari Pelabuhan Merak hanya dapat mengakses layanan tiket kelas reguler.
Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya otoritas pelabuhan untuk menyelaraskan kapasitas angkut kapal dengan volume kendaraan yang masuk. Dengan demikian, proses pemuatan di dermaga diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efisien, tanpa adanya hambatan akibat klasifikasi layanan yang berbeda.
Sementara itu, untuk arus sebaliknya, yaitu dari rute Bakauheni menuju Merak, layanan tiket ekspres terpantau masih tersedia bagi masyarakat hingga tanggal 22 Maret 2026 pukul 23.59 WIB. Namun, penyesuaian serupa juga akan diberlakukan di Pelabuhan Bakauheni saat memasuki fase arus balik. Mulai tanggal 23 Maret pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 23.59 WIB, layanan penyeberangan dari Sumatra ke Jawa tersebut juga akan sepenuhnya beralih menggunakan layanan tiket reguler.
Penyesuaian layanan tiket secara berkala ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kendala teknis dalam proses check-in di tengah padatnya arus penumpang, sehingga pengalaman mudik para pengguna jasa dapat berjalan lebih lancar dan nyaman.




