Harga Kakao dan Pinang di Aceh Tenggara Stabil Selama Tiga Hari Terakhir
Harga komoditas kakao dan pinang kering di tingkat petani di Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan stabil dalam tiga hari terakhir. Berdasarkan laporan yang diterima, harga kakao kering saat ini berada di Rp37.000 per kilogram (Kg), sementara harga pinang kering mencapai Rp10.000 per Kg. Stabilitas harga ini disebabkan oleh kondisi pasar di Medan, Sumatera Utara (Sumut), pasca Lebaran yang belum menunjukkan perubahan signifikan.
Kondisi Pasar Medan Mempengaruhi Harga
Menurut salah seorang tauke (pengepul) hasil bumi di Aceh Tenggara, Sabri alias Win, harga kakao dan pinang tetap stabil karena permintaan yang terus meningkat dan stok yang cukup tersedia di pasaran. Ia menjelaskan bahwa selama ini, kakao kering yang dikumpulkan dari petani di Aceh Tenggara biasanya dijual ke Medan. “Selama ini, kakao kering yang dikumpulkan dari petani itu, dijual ke Medan. Karena selama ini hasil bumi yang ada di Aceh Tenggara mayoritas dijual ke Medan,” ujarnya.
Harapan Petani untuk Peningkatan Harga
Salah seorang petani pinang di Desa Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Muslim mengatakan bahwa harga pinang telah stabil selama empat hari terakhir di angka Rp10.000 per kg, setelah sebelumnya sempat berada di level Rp12.000 per kg. Sementara itu, petani kakao, Amaliah M Asbi menyebutkan bahwa harga kakao kering saat ini stabil di Rp37.000 per kg, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp40.000 per kg.
Ia menambahkan bahwa meskipun harga kakao saat ini masih tergolong rendah, komoditas tersebut tetap mampu menopang perekonomian masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Para petani diharapkan tetap menanam kakao karena prospeknya ke depan dinilai menjanjikan, seiring meningkatnya permintaan biji kakao di pasar Sumatera Utara.
Dukungan dari Pemerintah dan Investor
Petani juga berharap agar Pemerintah Aceh dapat menggandeng investor untuk berinvestasi di Aceh Tenggara, sehingga harga kakao petani dapat meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin membaik. Dengan adanya investasi, diharapkan akan tercipta peningkatan kualitas produksi dan stabilitas harga yang lebih baik.
Potensi Pasar yang Menjanjikan
Meski harga saat ini masih stabil, para petani tetap optimis dengan prospek pasar yang terbuka. Permintaan terhadap biji kakao dan pinang terus meningkat, terutama dari pasar Medan. Hal ini menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. Namun, untuk mencapai hal tersebut, diperlukan dukungan yang lebih besar dari pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan investor.
Kesimpulan
Stabilitas harga kakao dan pinang di Aceh Tenggara menjadi kabar baik bagi para petani. Meskipun harga masih di bawah ekspektasi, kondisi ini memberikan kesempatan bagi petani untuk tetap bertahan dan berkembang. Dengan dukungan yang tepat, potensi ekonomi dari komoditas ini bisa dimaksimalkan, sehingga kesejahteraan petani meningkat secara signifikan.





