Heboh Temuan Harta Karun di Pintu, Ternyata untuk Pembangunan Masjid, Sosok Penyumbang Tak Terduga

Penemuan Uang Rp86 Juta di Pintu Masjid Babussalam

Pengurus Masjid Babussalam, Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, mengalami kejutan besar saat melakukan pembongkaran pintu masjid. Mereka menemukan uang senilai Rp86 juta yang disimpan di dalam rongga pintu tersebut. Kejadian ini terjadi setelah proses renovasi masjid berlangsung dan pengurus memutuskan untuk membongkar pintu tripleks tua yang tampak usang.

Total uang yang ditemukan mencapai Rp86.100.000, lebih tinggi dari estimasi awal warga sebesar Rp85,4 juta. Uang tersebut ternyata berasal dari tabungan marbot masjid dan kepala tukang bangunan. Keduanya secara diam-diam menyisihkan uang mereka selama bertahun-tahun, lalu melipatnya menjadi gulungan kecil dan memasukkannya melalui lubang sempit di bagian atas pintu.

Penemuan ini membuat heboh masyarakat sekitar. Ketua Pembangunan Masjid Babussalam, TGH Lalu Muhdar Mukhtarullah, menceritakan bahwa saat ia tiba di lokasi, warga sudah berkumpul mengelilingi pintu yang telah dibobol. Di atas pintu terdapat tumpukan uang kertas pecahan Rp100.000 yang sangat banyak.

Menurut TGH Lalu Muhdar, kehadiran “Hamba Allah” sering disebut oleh kepala tukang dan marbot. Sosok ini diklaim selalu siap menanggung kebutuhan masjid yang mendesak. Setiap kali panitia kesulitan mencari dana, kepala tukang selalu menenangkan mereka dengan menyebut “Hamba Allah”.

Setelah penemuan ini, pihak pengurus segera membawa uang tersebut ke bank untuk dihitung secara resmi menggunakan mesin hitung. Hasilnya mengejutkan, jumlah total uang mencapai Rp86 juta. Langkah pembongkaran pintu tripleks ini dinilai sangat tepat waktu karena kondisi pintu yang sudah tua dan khawatir uang akan rusak atau hancur dimakan rayap jika tidak segera diselamatkan.

Hingga saat ini, progres pembangunan Masjid Babussalam telah mencapai 60 persen. Seluruh dana dari “celengan pintu” tersebut kini telah masuk ke kas resmi masjid untuk membiayai tahap pembangunan selanjutnya. TGH Lalu Muhdar menjelaskan bahwa uang tersebut akan digunakan untuk membangun tempat wudu dan MCK (kamar mandi) yang akan dibangun ulang dari nol.

Sebagai catatan, pembangunan masjid megah ini menelan dana total sebesar Rp3,6 miliar. Hingga akhir tahun 2025, tercatat sekitar 99 persen dari total dana tersebut murni berasal dari swadaya dan donasi warga, baik yang diberikan secara transparan maupun melalui aksi anonim yang unik seperti celengan rahasia ini.

Keutamaan Sumbang Pembangunan Masjid

Menurut pendapat pimpinan Pesantren Darush Sholihin Yogyakarta, Muh Abduh Tuasikal, sumbangan untuk pembangunan masjid memiliki keutamaan besar. Bahkan, hanya menyumbang satu batu bata saja bisa memberikan pahala yang besar.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738)

Ibnu Hajar dalam Al-Fath menjelaskan bahwa makna “siapa yang membangun masjid” digunakan isim nakirah yang menunjukkan keumuman. Artinya, siapa pun yang membangun masjid besar maupun kecil, termasuk menyumbang satu batu bata atau satu sak semen, akan mendapatkan pahala yang sama.

Berdasarkan penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa setiap kontribusi kecil untuk pembangunan masjid memiliki nilai spiritual yang besar. Masya Allah, begitu besar pahalanya walau hanya sedikit.


Pos terkait