Herdman Ciptakan Aroma Inggris di Timnas: Comeback Baggott, Bidik Winger Arsenal

Sentuhan Inggris Mulai Mengakar di Timnas Indonesia di Bawah Komando John Herdman

Dalam kurun waktu tiga bulan sejak resmi menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Indonesia, John Herdman mulai secara aktif menanamkan nuansa sepak bola Inggris ke dalam skuad Garuda. Langkah ini semakin terasa menjelang debut resminya di ajang FIFA Series 2026, sebuah momen krusial yang akan menjadi tolok ukur awal dari visi sang pelatih.

Awalnya, Herdman hanya membawa satu asisten pelatih dari negara asalnya, Kanada, yaitu Cesar Meylan. Namun, seiring berjalannya waktu, pelatih yang dikenal dengan sentuhannya di sepak bola Inggris ini mulai merekrut tenaga-tenaga baru yang memiliki koneksi kuat dengan negeri Ratu Elizabeth.

Penguatan Tim Kepelatihan dengan Nuansa Inggris

Salah satu langkah signifikan yang diambil Herdman adalah mendatangkan Simon Grayson, mantan pelatih kepala Sunderland, untuk bergabung sebagai asisten pelatih. Keputusan ini disambut antusias oleh Grayson, yang mengungkapkan kegembiraannya melalui akun media sosial pribadinya.

“Saya dengan gembira bergabung ke Timnas Indonesia sebagai asisten pelatih untuk laga berikutnya di agenda FIFA,” tulis Grayson di Instagram. “Pengalaman indah di dalam dan luar lapangan. Saya tak sabar bekerja bersama pelatih kepala John Herdman dan para staf, pengalaman baru ini adalah sesuatu yang saya cari. Setelah menghabiskan waktu lama melatih terutama di Inggris, terlibat dalam level tim nasional akan menambah kapasitas saya sebagai pelatih,” jelasnya.

Selain dari sisi teknis kepelatihan di lapangan, pengaruh Inggris juga merambah ke ranah pengembangan kurikulum. Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers, mengumumkan kedatangan Alistair Smith, seorang konsultan asal Inggris. Alistair akan berperan penting dalam memodernisasi kurikulum kepelatihan di Indonesia dan akan bergabung dengan departemen pendidikan dan pengembangan PSSI. Keberadaan Alistair diharapkan dapat menyelaraskan program yang dijalankan Herdman di timnas senior dengan filosofi bermain yang telah dibentuk oleh para pelatih lokal di Indonesia.

Kembalinya Elkan Baggott dan Potensi Pemain Keturunan Inggris

Di sisi lain, John Herdman juga menunjukkan perhatiannya terhadap elemen-elemen yang sudah ada dalam skuad. Ia memutuskan untuk memanggil kembali Elkan Baggott, pemain yang sempat absen selama dua tahun terakhir dari timnas. Baggott, yang tumbuh dan berkembang di atmosfer sepak bola Inggris, kini kembali mengenakan seragam Garuda setelah dipanggil oleh pelatih yang juga memiliki latar belakang dari Inggris.

Kedekatan “sesama” Inggris ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong Baggott untuk kembali memperkuat tim nasional, setelah sebelumnya ia memilih fokus pada kariernya di klub selama dua tahun terakhir.

Lebih jauh lagi, Herdman dikabarkan sedang mengincar calon pemain naturalisasi pertamanya untuk timnas Indonesia. Sosok yang menjadi target utama adalah seorang pemain muda berusia 18 tahun yang bermain di posisi winger untuk klub ternama Arsenal, yaitu Demiane Agustien.

Kabar ini terungkap dari bocoran yang disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Hukum Republik Indonesia, Noor Korompot. Ia menyebutkan bahwa Demiane Agustien merupakan salah satu dari dua nama pemain keturunan yang sedang diincar untuk dinaturalisasi guna memperkuat timnas Indonesia. Nama lainnya yang juga disebut adalah Luke Vickery.

Demiane Agustien saat ini memegang paspor Belanda dan pernah membela timnas Belanda U-18. Ia bergabung dengan akademi Arsenal sejak Juli 2025. Menariknya, Demiane adalah putra dari Kemy Agustien, mantan pesepak bola yang pernah bermain di Premier League. Garis keluarga dari pihak ibunya dikabarkan memiliki nenek yang lahir di Jakarta, sehingga hal ini membuka peluang bagi Demiane untuk memenuhi syarat naturalisasi dan membela timnas Indonesia.

Dengan serangkaian langkah ini, tampak jelas bahwa sepak bola Inggris akan menjadi salah satu kiblat utama bagi tim nasional Indonesia di bawah kepelatihan John Herdman. Para penggemar sepak bola nasional patut menanti bagaimana gaya permainan skuad Garuda akan berkembang dengan kehadiran sejumlah sumber daya dan pengaruh dari Inggris dalam menyambut FIFA Series 2026.

Pos terkait