Perarakan Patung Bunda Maria di Ende Menunjukkan Kekuatan Iman Umat Katolik
Ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah mengikuti perarakan Patung Bunda Maria menuju Kuasi Paroki Santo Ludgerus Tanali, Ende. Meski diguyur hujan lebat sepanjang perjalanan, semangat iman mereka tetap terlihat kuat. Perarakan ini menjadi momen penting dalam rangkaian kegiatan spiritual yang diadakan oleh komunitas Katolik di wilayah Pantura Kabupaten Ende.
Perarakan Road to Pantura Patung Bunda Maria dimulai pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 12.00 WITA dari Stasi Detubela menuju Gereja Kuasi St. Ludgerus Tanali. Rute perjalanan melalui jalur Trans Provinsi Utara Ende–Wewaria–Maurole, yang sempat menghadapi cuaca buruk dengan hujan deras. Meskipun begitu, ribuan umat tetap memadati jalur perarakan untuk menyambut dan mengiringi arca Bunda Maria hingga tiba di gereja.
Umat dari berbagai stasi seperti Tendaleo, Molutangga, Woemite, Raaweka, Aegana, hingga Tanamera berkumpul di titik-titik persimpangan jalan untuk memberikan penghormatan kepada Bunda Maria. Arca Patung Bunda Maria tiba di gerbang Gereja St. Ludgerus Tanali sekitar pukul 15.46 WITA dan disambut melalui prosesi adat oleh umat Stasi Potu bersama umat Stasi Tanali.
Setelah prosesi penerimaan adat, arca selanjutnya diarak masuk ke dalam gedung gereja sekitar pukul 16.24 WITA. Selama prosesi berlangsung, umat menyanyikan lagu-lagu pujian Maria yang mengisi suasana. Hal ini menunjukkan betapa besar antusiasme dan rasa hormat umat terhadap Bunda Maria.
Pastor Kuasi St. Ludgerus Tanali, RD Yohanes R. Rengu, menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat yang hadir meskipun menghadapi kondisi cuaca yang tidak mendukung. Ia juga mengajak umat untuk tetap menyerahkan pergumulan hidup kepada Bunda Maria, terutama di tengah tantangan masyarakat seperti musim panen dan keterbatasan transportasi.
Selain itu, Romo Yohanes juga menyampaikan permohonan maaf kepada umat yang harus basah kuyup akibat hujan selama perjalanan. Mengingat kondisi tersebut, pihak Kuasi Paroki menyesuaikan agenda ibadah pada hari tersebut. Perayaan Misa dilaksanakan pada Jumat sore, namun umat dari setiap KUB atau lingkungan diberikan kesempatan untuk datang berdoa secara khusus di gereja mulai Jumat malam hingga Sabtu pagi.
Pada Sabtu (23/5/2026) pukul 07.00 WITA, seluruh umat dijadwalkan akan mengikuti ibadah bersama di gereja. Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WITA, arca Patung Bunda Maria direncanakan kembali diberangkatkan menuju Gereja Kamubheka, Maukaro.
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama rangkaian kegiatan berlangsung, Orang Muda Katolik (OMK) bersama organisasi THS-THM, ITDM, dan ITM dilibatkan dalam pengamanan serta pengaturan umat di lingkungan gereja.





