Hyundai Recall Palisade 2026 di AS, Anak Tertangkap Kursi Listrik

Hyundai Mengambil Tindakan untuk Palisade 2026 di Amerika Serikat



Hyundai kembali mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah unit mobil Hyundai Palisade 2026 dan Palisade Hybrid 2026 di Amerika Serikat. Penarikan ini dilakukan karena adanya masalah pada jok elektrik yang terletak di baris kedua dan ketiga. Masalah ini bisa membahayakan keselamatan para penumpang, terutama anak-anak.

Dalam pernyataan resmi mereka, Hyundai menyampaikan bahwa pembaruan perangkat lunak (software) kini sudah tersedia dan dapat dilakukan secara over-the-air (OTA). Pembaruan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem keamanan sementara, hingga solusi permanen ditemukan.

Hyundai juga mengimbau pemilik kendaraan untuk lebih berhati-hati saat menggunakan fitur kursi elektrik. Selain itu, pihak produsen telah mulai menghubungi konsumen melalui berbagai saluran komunikasi.

Beberapa waktu lalu, Hyundai sempat menghentikan sementara penjualan varian Limited dan Calligraphy dari model Palisade 2026. Langkah ini diambil setelah munculnya masalah pada kursi elektrik. Kejadian ini terjadi hanya seminggu setelah insiden tragis yang menewaskan seorang anak berusia dua tahun di Ohio, Amerika Serikat.

Menurut laporan terbaru dari media lokal, Hyundai sebenarnya sudah mendapat peringatan terkait masalah ini sejak enam bulan sebelum kejadian tersebut.

Kecemasan dari Pengguna

Kasus ini bermula dari pengalaman seorang wanita di California, Ashley Groussman, yang menyewa (leasing) Palisade 2026 pada Agustus 2025. Pada hari pertama penggunaan, ia menjemput anaknya yang berusia 9 tahun dan duduk di baris kedua. Saat itu, teman anaknya di baris ketiga menekan tombol kursi elektrik, yang membuat kursi baris kedua bergerak dan hampir menjepit anaknya.

Groussman mengaku mendengar teriakan anaknya dan segera menariknya keluar, sehingga terhindar dari cedera serius. Meski selamat, kejadian tersebut membuat mereka trauma. Ia kemudian berulang kali meminta pihak dealer dan Hyundai untuk menarik kembali mobil tersebut.

Pada September 2025, ia mengirim email ke Hyundai yang menekankan bahwa masalah ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan penumpang. Ia juga sempat menyuarakan kekhawatirannya di media sosial. Namun, pada Oktober 2025, setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Hyundai, mekanisme kursi dinyatakan masih berfungsi normal dan kasus tersebut ditutup.

Tanggapan dari Hyundai

Menanggapi hal ini, Hyundai menyatakan bahwa mereka tidak bisa membahas kasus individu, namun mengakui adanya laporan dari konsumen terkait fungsi kursi elektrik. Hyundai juga menegaskan bahwa setiap laporan keselamatan selalu ditinjau melalui berbagai sumber, termasuk laporan lapangan dan masukan dari pelanggan serta dealer.

Berdasarkan data recall, Hyundai menerima satu laporan kematian terkait kursi baris ketiga, serta tujuh laporan kejadian lain. Selain itu, ada empat laporan cedera ringan yang berkaitan dengan kursi baris kedua, dengan total 13 laporan di lapangan.

Saat ini, Hyundai tengah menyiapkan pembaruan software tambahan yang ditargetkan selesai akhir bulan ini. Update tersebut dirancang untuk meningkatkan respons sistem saat kursi bersentuhan dengan penumpang atau benda. Meski begitu, solusi ini masih bersifat sementara dan belum menjadi perbaikan permanen.

Pos terkait