Perdagangan Senin: IHSG Tertekan oleh Konflik Timur Tengah dan Sentimen Domestik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menghadapi tekanan pada perdagangan hari Senin, 9 Maret. Berbagai faktor, baik dari kancah internasional maupun domestik, akan mewarnai pergerakan pasar saham Indonesia.
Konflik Timur Tengah: Ancaman Global dan Dampaknya pada Energi
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyoroti bahwa perkembangan konflik bersenjata di Timur Tengah yang telah berlangsung selama lebih dari sepekan menjadi sentimen utama yang memengaruhi IHSG. Eskalasi ketegangan di kawasan tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap pasokan energi global. Potensi kenaikan harga minyak akibat terganggunya pasokan dapat memicu tekanan inflasi global, yang pada gilirannya akan berdampak pada pasar keuangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, turut mengamini kekhawatiran ini. Ia menyatakan bahwa tensi geopolitik di Timur Tengah, terutama potensi “perang energi”, dapat menghantam perekonomian global secara signifikan. Iran yang mulai berani menyerang infrastruktur energi di Jazirah Arab dan memblokade Selat Hormuz menjadi indikator nyata akan potensi gangguan pasokan energi yang lebih luas.
Pelemahan Rupiah: Beban Ganda bagi Pasar Domestik
Selain isu global, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mendekati level Rp 17.000 per dolar AS menjadi perhatian serius lainnya. Pelemahan mata uang domestik ini berpotensi memicu beberapa dampak negatif. Pertama, dapat meningkatkan arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar keuangan domestik. Kedua, biaya impor akan meningkat, yang berujung pada tekanan inflasi lebih lanjut. Ketiga, sentimen investor asing terhadap pasar saham domestik dapat tertekan, mengurangi minat mereka untuk berinvestasi.
Sentimen Domestik: Data Ekonomi dan Kinerja Emiten
Dari sisi data ekonomi dalam negeri, pasar akan mencermati rilis Indeks Keyakinan Konsumen (Consumer Confidence Index) Indonesia pada awal pekan. Data ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi domestik, yang merupakan salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, para pelaku pasar juga tengah menantikan publikasi kinerja keuangan emiten untuk tahun 2025. Perilisan laporan keuangan ini diperkirakan akan mendorong terjadinya penyesuaian alokasi portofolio investasi.
Audi menambahkan bahwa pelaku pasar juga mencermati risiko peningkatan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta kekhawatiran terhadap harga energi di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah dan batu bara di pasar global.
Penilaian Kredit dan Tekanan Fiskal
Lebih lanjut, pemangkasan outlook Indonesia menjadi negatif oleh lembaga pemeringkat kredit global seperti Moody’s dan Fitch Ratings, meskipun Indonesia masih berada dalam kategori investment grade, juga terus menjadi sorotan bagi para investor global.
“Kami berpandangan investor juga akan mengkalkulasi kembali jika tekanan fiskal Indonesia semakin dalam, terlebih hingga Februari 2026 sudah terjadi defisit Rp 135,7 triliun atau 0,53 persen terhadap PDB yang disebabkan kenaikan belanja pemerintah sekitar 26 persen,” ungkap Audi. Situasi defisit anggaran yang melebar ini dapat menimbulkan kekhawatiran mengenai kesehatan fiskal jangka panjang Indonesia.
Proyeksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham
Menyikapi berbagai sentimen tersebut, Audi memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang level support 7.450 dan resistance 7.740 pada perdagangan Senin, 9 Maret. Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan tren pelemahan, sementara RSI yang menurun mengindikasikan IHSG telah memasuki zona oversold (jenuh jual).
Bagi investor yang ingin mencermati pergerakan pasar, beberapa saham berikut ini layak menjadi perhatian:
- BREN
- AADI
- MEDC
Kondisi pasar yang dinamis ini menuntut investor untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi. Kombinasi faktor eksternal yang volatil dan dinamika internal pasar domestik akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.




