INTRESSE x Sandiaga Uno: Koleksi Idul Fitri Premium dengan Sentuhan Wastra

INTRESSE dan Sandiaga Uno Sajikan Warisan Nusantara dalam Balutan Modest Wear Modern

Brand modest wear premium, INTRESSE, baru-baru ini menggelar sebuah acara istimewa bertajuk “Elevated Eid Essentials – Trunk Show” di SOGO Kota Kasablanka. Acara yang diselenggarakan pada Kamis, 5 Maret 2026, ini bukan sekadar peluncuran koleksi biasa, melainkan sebuah panggung yang menampilkan kolaborasi unik antara INTRESSE dan Sandiaga Uno. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah untuk mengangkat kekayaan wastra Nusantara dan menyajikannya dalam balutan busana modern yang sangat cocok untuk merayakan Hari Raya.

Lebih dari sekadar memamerkan produk terbaru, trunk show ini mengundang pengunjung untuk menyelami cerita di balik setiap desain. Mulai dari bagaimana motif-motif tradisional dieksplorasi, pemilihan material alami yang nyaman untuk iklim tropis Indonesia, hingga komitmen mendalam INTRESSE dalam memberdayakan para pengrajin lokal serta industri tekstil nasional.

Kolaborasi Fashion yang Mengangkat Wastra Nusantara

Koleksi INTRESSE x Sandiaga Uno ini menjadi bukti nyata bagaimana wastra khas Sumatra dapat diinterpretasikan ulang menjadi desain modest wear yang elegan dan fungsional. Setiap helai busana dirancang dengan cermat agar tetap relevan untuk berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas sehari-hari yang padat hingga momen perayaan Hari Raya yang penuh makna.

Fanny Kurniawan, yang menjabat sebagai Operasional Director sekaligus desainer di INTRESSE, menjelaskan bahwa koleksi ini merupakan manifestasi dari perjalanan panjang brand yang telah berdiri kokoh selama lebih dari dua dekade. Ia menekankan bahwa koleksi “elevated Eid essentials” ini bukan hanya tentang busana, tetapi juga tentang merepresentasikan nilai-nilai pria modern Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami juga berkolaborasi dengan pengrajin lokal agar pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan perkembangan industri tekstil nasional,” ujar Fanny.

Lebih lanjut, Fanny menambahkan bahwa proses modernisasi tenun dan embroidery khas Sumatra dilakukan dengan tujuan agar tetap relevan dengan gaya hidup masa kini, tanpa sedikit pun kehilangan akar budaya yang kaya. Dengan sentuhan desain yang clean dan refined, koleksi ini dengan tegas menunjukkan bahwa modest wear yang berbasis pada wastra tradisional justru dapat tampil premium sekaligus sangat wearable atau mudah dikenakan dalam berbagai situasi.

Inspirasi Motif Nusantara: Dari Pucuk Rebing hingga Arsitektur Riau

Keunikan koleksi ini semakin terasa berkat eksplorasi motif yang terinspirasi dari berbagai kekayaan budaya Indonesia. INTRESSE secara khusus mengangkat empat etnik utama sebagai tema desainnya, yaitu Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, serta Lombok dan Sumba. Pendekatan ini memungkinkan setiap busana untuk membawa narasi visual yang berbeda.

Motif-motif tradisional yang kaya, seperti pucuk rebung yang melambangkan pertumbuhan, motif wajik yang memiliki makna filosofis, hingga ornamen-ornamen detail yang ditemukan pada rumah adat Riau, semuanya menjadi inspirasi visual utama. Inspirasi ini kemudian diterjemahkan ke dalam kain tenun modern yang memukau. Menurut Fanny, pendekatan ini merupakan bagian integral dari upaya INTRESSE untuk memperkenalkan warisan budaya bangsa melalui medium fashion kontemporer yang dapat diterima oleh generasi muda.

“Selama 13 tahun terakhir kami membawa wastra dengan pendekatan modernisasi, menggunakan teknologi mesin tekstil dari Eropa agar kain tetap ringan dan nyaman dipakai,” imbuhnya, menjelaskan bagaimana teknologi modern diintegrasikan untuk meningkatkan kualitas kain wastra.

Selain itu, penggunaan bahan-bahan yang berasal dari serat alam seperti katun, rayon, dan serat bambu menjadi salah satu keunggulan utama koleksi ini. Pemilihan material ini bukan tanpa alasan; material tersebut dipilih secara spesifik untuk menghadirkan busana yang breathable atau memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga sangat sesuai dengan iklim tropis Indonesia yang cenderung panas dan lembap.

Fashion Lokal dengan Dampak Sosial dan Dukungan Ritel

Acara trunk show ini juga menjadi simbol kuat dari kolaborasi strategis antara brand lokal dan industri ritel besar dalam upaya bersama mendorong perkembangan industri fashion Indonesia. CEO SOGO Indonesia, Handaka Santosa, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini, menyebutnya sebagai perpaduan harmonis antara budaya, kreativitas, dan bisnis kreatif yang tetap mampu bertahan dan relevan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

“Kami sangat menikmati perpaduan antara budaya, fashion, dan kreativitas. Meski kondisi saat ini tidak selalu kondusif, bisnis kreatif masih bisa dinikmati keindahannya. Semoga kita bisa terus tumbuh dan mencapai hal yang lebih baik lagi,” ujar Handaka Santosa dengan optimisme.

Selain menghadirkan koleksi yang eksklusif dan bernilai seni tinggi, kolaborasi ini juga memiliki dimensi sosial yang signifikan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), sebagian dari hasil penjualan koleksi INTRESSE di SOGO akan didonasikan untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Melalui gelaran “Elevated Eid Essentials – Trunk Show” ini, INTRESSE berhasil membuktikan bahwa brand lokal tidak hanya mampu menciptakan koleksi fashion yang memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga sarat akan makna budaya yang mendalam. Kolaborasi dengan Sandiaga Uno menjadi bukti nyata bahwa wastra Nusantara, dengan segala kekayaan dan keindahannya, dapat diolah dan diangkat menjadi busana modern yang sangat relevan dan diminati oleh pria Indonesia masa kini.

Pos terkait