Iran Gempur Pangkalan AS, Hamas Serukan Gencatan Senjata

Serangan Rudal Iran Gempur Pangkalan Udara AS di Arab Saudi

Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas seiring dengan serangan rudal yang dilancarkan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) ke sebuah pangkalan udara utama di Arab Saudi yang diduga menampung pasukan dan aset militer Amerika Serikat. Serangan ini terjadi pada Sabtu malam, 14 Maret 2026, dan menambah daftar panjang insiden yang melibatkan Iran dan sekutu-sekutunya di kawasan tersebut.

Menurut pernyataan resmi IRGC, target serangan adalah Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Al Kharj, Arab Saudi. Pangkalan ini diklaim oleh IRGC sebagai lokasi strategis yang digunakan oleh Amerika Serikat untuk mendukung operasi pesawat tempur mereka. Lebih spesifik lagi, IRGC menyebutkan bahwa pangkalan tersebut menjadi tempat penampungan bagi pesawat tempur canggih seperti F-35 dan F-16, serta berfungsi sebagai pusat penyimpanan tanker bahan bakar yang vital bagi operasional militer AS.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi langsung dari Pemerintah Arab Saudi mengenai detail serangan tersebut. Namun, otoritas Saudi sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka berhasil mencegat enam rudal balistik yang diarahkan ke wilayah Al Kharj. Upaya pencegatan ini bukanlah yang pertama kalinya. Arab Saudi telah berulang kali berhasil menahan serangan rudal dan drone yang diluncurkan ke berbagai fasilitas mereka, termasuk pangkalan militer, selama periode konflik yang bergejolak di Timur Tengah.

Hubungan antara Arab Saudi dan Amerika Serikat terbilang sangat erat. Riyadh merupakan salah satu sekutu dekat Washington di kawasan tersebut dan menjadi tuan rumah bagi sejumlah besar pasukan AS. Keberadaan militer AS di wilayah Arab Saudi ini menjadikan negara tersebut sebagai target potensial bagi Iran, yang telah beberapa kali melancarkan serangan ke berbagai sasaran di negara itu, termasuk fasilitas minyaknya. Meskipun demikian, Arab Saudi hingga kini belum mengambil langkah untuk mengerahkan militernya secara langsung dalam konfrontasi militer dengan Iran.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sebelumnya telah mengeluarkan kecaman keras terhadap tindakan Iran yang menyerang negara-negara tetangga di kawasan Teluk, menyebutnya sebagai aksi yang tercela.

Hamas Serukan Iran Hentikan Serangan Terhadap Negara Tetangga

Di tengah memanasnya situasi, gerakan perlawanan Palestina, Hamas, mengeluarkan seruan agar Iran menghentikan serangan yang ditujukan ke negara-negara tetangganya. Pernyataan ini dikeluarkan pada hari yang sama dengan serangan di Arab Saudi.

Hamas menegaskan hak Iran untuk merespons agresi yang diterimanya dengan cara apa pun yang sesuai dengan hukum internasional. Namun, mereka secara spesifik meminta “saudara-saudara di Iran” untuk tidak menargetkan negara-negara tetangga.

Selain itu, Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk segera mengupayakan penghentian perang yang sedang berlangsung di kawasan tersebut. Kelompok yang berbasis di Gaza ini memiliki sejarah hubungan yang kompleks dengan Iran. Sebelumnya, Hamas juga telah mengecam keras pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam pernyataannya pasca-kematian Khamenei, Hamas mengakui dukungan besar yang diberikan oleh Khamenei, baik secara politik, diplomatik, maupun militer, kepada perjuangan rakyat Palestina dan gerakan perlawanan mereka.

Situasi di Timur Tengah terus berkembang dengan cepat, dan serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Arab Saudi ini berpotensi semakin meningkatkan ketegangan regional dan memicu reaksi lebih lanjut dari berbagai pihak yang terlibat.

Pos terkait