Jadwal Imsakiyah dan Amalan Penting Selama Ramadan di Halmahera Selatan
Memasuki bulan suci Ramadan, umat Muslim di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, dan sekitarnya akan memiliki pedoman penting untuk menjalankan ibadah. Jadwal imsakiyah yang mencakup waktu imsak, salat lima waktu, hingga jadwal buka puasa menjadi panduan utama agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan tertib dan tepat waktu.
Perbedaan penetapan awal Ramadan antara organisasi keagamaan dan pemerintah seringkali menjadi perhatian. Pada tahun 2026, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah secara resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Kamis, 19 Februari 2026. Perbedaan ini perlu dipahami oleh masyarakat agar dapat menyesuaikan pelaksanaan ibadah.
Sebagai contoh, berikut adalah jadwal imsakiyah yang berlaku untuk wilayah Kabupaten Halmahera Selatan pada hari Senin, 9 Maret 2026, yang bertepatan dengan 19 Ramadan 1447 Hijriah:
- Imsak: 05.13 WIT
- Subuh: 05.23 WIT
- Terbit: 06.34 WIT
- Duha: 07.01 WIT
- Zuhur: 12.44 WIT
- Asar: 15.50 WIT
- Magrib (Buka Puasa): 18.47 WIT
- Isya: 19.55 WIT
Jadwal ini menjadi acuan bagi umat Muslim di Halmahera Selatan untuk mengatur waktu sahur, berbuka puasa, dan melaksanakan salat wajib.
Adab dan Doa Saat Berbuka Puasa
Selain jadwal, amalan-amalan yang dianjurkan selama Ramadan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan ibadah. Salah satunya adalah adab dan doa saat berbuka puasa. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat muslim untuk menyegerakan berbuka puasa begitu tiba waktunya.
Nabi Muhammad SAW sendiri memiliki kebiasaan berbuka puasa sebelum menunaikan salat Magrib, bukan menunggu salat Magrib selesai. Hal ini sesuai dengan ajaran yang tertuang dalam buku panduan Ramadan. Sunnah yang diajarkan adalah berbuka dengan kurma dan air. Jika kurma tidak tersedia, makanan manis lainnya dapat menggantikannya untuk memulihkan energi.
Terdapat dua versi doa buka puasa yang umum diamalkan oleh umat Muslim.
Doa Buka Puasa Berdasarkan Hadis Riwayat Ibnu Umar RA:
> ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
>
> “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah”
>
> Artinya: “Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”Doa Buka Puasa yang Populer di Masyarakat:
> اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
>
> “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu”
>
> Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka.”
Perlu diketahui, doa kedua yang populer di masyarakat berasal dari hadis yang dinilai dho’if atau lemah. Oleh karena itu, doa pertama yang bersumber dari hadis sahih lebih diutamakan untuk diamalkan.
Niat Puasa Ramadan: Harian atau Bulanan?
Pertanyaan mengenai niat puasa Ramadan, apakah cukup diucapkan sekali untuk sebulan penuh atau harus diucapkan setiap hari, seringkali muncul di kalangan umat Muslim. Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, dan membaca niat adalah salah satu rukun yang wajib dilakukan.
Penjelasan mengenai hal ini dapat merujuk pada pandangan para ulama. Ustaz Abdul Somad, dalam salah satu penjelasannya, menguraikan perbedaan pandangan berdasarkan dua mazhab yang berbeda.
Mazhab Syafi’i:
Menurut mazhab Syafi’i, niat puasa diucapkan setiap hari. Jika seseorang ingin berpuasa esok hari, maka niat diucapkan pada malam hari sebelum tidur dengan bacaan seperti:
> “Nawaitu shouma ghodin an adha’i fardhi syahri romadhona hadihisshanati lillahi ta’alaa”
>
> (Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.)Mazhab Maliki:
Sedangkan mazhab Maliki memperbolehkan niat puasa diucapkan sekali untuk satu bulan penuh. Dengan kata lain, satu kali niat dapat mencakup puasa selama 29 atau 30 hari dalam bulan Ramadan. Bacaan niatnya adalah:
> “Nawaitu shouma syahri romadhon”
>
> (Aku berniat puasa selama bulan Ramadan ini.)
Ustaz Abdul Somad menekankan bahwa pilihan dalam membaca niat puasa Ramadan sepenuhnya bergantung pada mazhab yang diikuti oleh masing-masing individu.
Bagi yang memilih untuk berniat puasa sebulan sekaligus, berikut adalah bacaannya dalam bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ كله ِللهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma syahri ramadhaana kullihi lillaahi ta’aalaa
- Artinya: “Aku niat berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Penjelasan ini menunjukkan bahwa membaca niat puasa sekaligus untuk sebulan penuh memang diperbolehkan, namun utamanya merujuk pada praktik dalam mazhab Maliki. Dalil yang digunakan adalah firman Allah tentang bulan Ramadan sebagai satu kesatuan, seperti dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang menyebutkan “Syahru Ramadhan alladzi unzila fihil Qur’an”.




