Perbaikan Jalan Menuju Desa Sribit, Sragen
Jalan yang menghubungkan Desa Tenggak dengan Desa Sribit di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kini telah diperlebar. Sebelumnya, ruas jalan tersebut hanya memiliki lebar sekitar 4 hingga 5 meter. Hal ini menyebabkan kesulitan bagi pengendara ketika dua mobil berpapasan, sehingga salah satu kendaraan harus menepi atau mengalah untuk memberi jalan.
Kini, dengan perbaikan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen, kondisi jalan terlihat lebih lebar dan mulus. Proyek pelebaran jalan ini mencakup panjang sejauh 2,148 kilometer dan dilakukan dengan anggaran sebesar Rp 1,16 miliar dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025. Dua sisi jalan diperlebar masing-masing 1 meter, sehingga arus lalu lintas dinilai menjadi lebih lancar dan nyaman bagi pengguna jalan.
Lokasi jalan tersebut tidak jauh dari Gerbang Tol Sragen dan merupakan akses utama warga Sribit. Di sisi barat, jalan desa itu mengarah ke Jalan Raya Sragen-Gemolong, sedangkan di sisi timur, warga menggunakan jalan tersebut untuk menuju pusat Kota Sragen. Warga setempat menyambut positif peningkatan infrastruktur ini, karena sebelumnya sering terjadi kecelakaan akibat jalan yang sempit dan ramai.
Penjelasan Kepala Desa Sribit
Kepala Desa Sribit, Sutaryo, menjelaskan bahwa proyek pelebaran jalan ini tidak ada kaitannya dengan keluarga pejabat pusat, termasuk istri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Sri Suparni. Ia menegaskan bahwa usulan pelebaran jalan sudah diajukan beberapa tahun silam ke Pemerintah Kabupaten Sragen.
Sutaryo mengatakan bahwa jalan desa tersebut sering mengalami kemacetan dan kecelakaan karena hanya memiliki lebar 4-5 meter. “Itu kan jalan ramai, sudah sering sekali terjadi kecelakaan. Makanya sudah lama kami usulkan agar diperlebar,” ujar Sutaryo saat ditemui di kediamannya.
Ia juga menegaskan bahwa pelebaran jalan sama sekali tidak terkait dengan rutinitas Sri Suparni dan sang suami, Bahlil Lahadalia, yang masih rutin pulang kampung mengunjungi keluarganya di Sribit, Sragen. Usulan agar jalan itu dilebarkan bahkan sudah beberapa kali disampaikan ke Dinas Binar Marga era Bupati Sragen 2016-2026, Kusnidar Untung Yuni Sukowati.
“Usulan agar jalan desanya diperlebar selalu mentah. Hingga pada Mei 2026, jalan penghubung Tenggak dengan Sribit tersebut mendapat giliran proyek pelebaran dari Dinas Bina Marga,” jelas Sutaryo.
Menurut Sutaryo, Sri Suparni dan keluarganya memang berasal dari Sribit. Namun, istri Menteri ESDM itu sejak lama sempat merantau ke Papua dan kini menetap di Jakarta bersama sang suami. “Bapak-ibunya (Sri Suparni) sudah seda (meninggal). Kalau pulang ke sini (Lebaran) sowan (berkunjung) ke keluarga lebih tua,” tambahnya.
Faktor Keberuntungan dalam Proyek Pelebaran Jalan
Sutaryo menekankan bahwa proyek pelebaran jalan ini bukan karena adanya keluarga pejabat yang sering pulang lewat ke sini. Ia menegaskan bahwa tidak ada hubungan sama sekali antara proyek ini dengan keberadaan Sri Suparni dan keluarganya. “Cuma pas kebetulan saja dapat giliran anggarannya pas era Bupati Sragen sekarang,” tegas Sutaryo.
Pelebaran jalan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara bagi warga setempat. Selain itu, infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.





