Jamaah Haji Ternate Meninggal Usai Serangan Jantung di RS Makkah

Kronologi Kematian Jamaah Haji Asal Kota Ternate

Kakanwil Kemenhaj Maluku Utara, Muhammad Zaber Wahid, memberikan penjelasan terkait kematian jamaah haji asal Kota Ternate yang tergabung dalam Kloter 15. Nama jamaah tersebut adalah Darsono Baguna Muis, warga Kelurahan Sangaji. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 18.17 Waktu Arab Saudi (WAS), setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah.

Menurut Zaber, almarhum didiagnosis mengalami kondisi medis yang serius, yaitu cardiogenic shock, acute myocardial infarction, dan suspect pulmonary edema. Selain itu, ia juga memiliki riwayat penyakit diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol serta hipertensi.

Berdasarkan laporan tim kesehatan, Darsono mulai mengeluhkan nyeri ulu hati sekitar pukul 10.00 WAS. Kondisinya semakin memburuk setelah salat Zuhur. Laporan awal diterima oleh tim kesehatan pada pukul 16.18 WAS dari ketua regu dan ketua rombongan. Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan awal pada pukul 16.30 WAS.

Saat diperiksa, jamaah mengalami gejala seperti gelisah, nyeri dada hebat, dan sesak napas. Tim kesehatan langsung melakukan tata laksana sesuai prosedur penanganan cardiogenic shock dan melakukan pijat jantung luar.

Setelah mendapatkan penanganan awal, pasien kemudian dievakuasi menggunakan ambulans sektor 6 menuju Rumah Sakit King Abdul Aziz untuk penanganan lanjutan. Namun, setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit, jamaah tersebut dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.17 WAS.

Almarhum kemudian dimakamkan di kawasan Muaisim, Makkah, dengan didampingi oleh tim kesehatan, ketua kloter, dan ketua regu.

Riwayat Ibadah Haji Almarhum

Selama menjalankan rangkaian ibadah haji, almarhum sempat mengikuti sejumlah prosesi ibadah. Mulai dari arbain di Madinah, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melontar jumrah di Mina.

Pada prosesi melontar jumrah hari pertama, almarhum sempat tersesat sejauh sekitar 13 kilometer dari tenda jamaah. Sementara untuk pelaksanaan lontar jumrah hari kedua dan ketiga dibadalkan.

Almarhum juga diketahui telah melaksanakan tawaf ifadah pada 18 Mei 2026. Saat itu, ia berangkat menuju Masjidil Haram sekitar pukul 03.30 WAS dan melaksanakan tawaf serta sai di lantai tiga Masjidil Haram sebelum kembali ke hotel pukul 08.30 WAS.

Dalam keterangannya, almarhum mengaku menggunakan bus salawat, padahal pada waktu tersebut layanan bus salawat diketahui belum beroperasi.

Pos terkait