Penemuan Jasad di Eks Wisata Kampung Gajah: Berawal dari Konten Horor, Berakhir Tragis
Sebuah penemuan mengerikan terjadi di bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tim kreator konten horor yang sedang melakukan syuting menemukan jasad seorang siswa SMP berinisial ZAAQ dalam kondisi membusuk. Penemuan tak sengaja ini terjadi pada Jumat malam, 13 Februari 2026, dan mengungkap kisah tragis di balik hilangnya nyawa remaja tersebut.
Tim yang menamakan diri mereka Trobos Mitos (TTM) awalnya tidak menduga bahwa petualangan mereka untuk membuat konten horor akan berujung pada penemuan mayat. Perjalanan mereka menuju lokasi pun sudah diwarnai berbagai kendala. Salah seorang anggota TTM menceritakan pengalaman mereka melalui siaran langsung di TikTok.
“Kita datang dari Banten hari Kamis, kita datang ke Bandung karena kita berangkat subuh, sampai mobil kita mogok diderek ke Bandung pakai towing kayak naik kora-kora,” ungkap anggota TTM.
Sebelum memutuskan untuk berangkat ke Bandung Barat, tim TTM mengaku sempat merasakan firasat yang aneh dan membingungkan. Hal ini membuat mereka terburu-buru berangkat ke Bandung setelah sebelumnya melakukan syuting di Banten.
“Gue enggak tahu kenapa pengin eksplore di tempat pesugihan babi ngepet itu, enggak tahu kenapa aku pengin di sana, awal cerita kita datang ke lokasi, kita izin,” tambah anggota TTM tersebut.
Setibanya di lokasi eks wisata Kampung Gajah yang sudah tutup dan terbengkalai, anggota TTM langsung mencium bau tak sedap. Awalnya, mereka mencoba berprasangka baik, mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan.
“Pas kita datang, kita langsung nyium bau bangkai. Pertama kita datang ke lokasi itu emang kita langsung nyium bau bangkai, itu benar. Tapi aku masih berpikiran positif, ah mungkin bangkai tikus,” ujar anggota TTM.
Namun, bau menyengat tersebut semakin kuat dan membuat mereka merasa tidak nyaman. Salah satu anggota tim mencoba mencari sumber bau tersebut dan menemukan seekor kucing yang mati.
“Ketika kita siap-siap, siapin tempat duduk, tripod, lighting, tiba-tiba nambah lagi ciuman bau bangkainya. Mang gege cek ternyata ada kucing meninggal. Aku kira cuma kucing itu yang meninggal, aku dekatin bau kucingnya, ternyata kucingnya enggak bau gini, kayak masih segar lah, baru digerumutin lalat,” kata anggota TTM.
Meskipun bangkai kucing tersebut telah dibuang, bau busuk yang menyengat masih tercium. Anggota TTM lainnya kemudian mencoba mencari sumber bau yang lebih kuat.
“Kelamaan ketika kita lagi baru mulai, sapa-sapa ngobrol, ini baunya tambah menyengat ketika ada angin dari titik korban ke arah kita. Baunya benar-benar menyengat, kita curiga, mang gege cek ke arah lokasi, takutnya ada bangkai apa yang aneh,” ungkap anggota TTM.
Pencarian mereka akhirnya membuahkan hasil yang mengerikan. Mereka menemukan sumber bau tak sedap tersebut adalah jasad seorang remaja yang tergeletak.
“Mang gege nyamperin ke sana, cari titik bau tersebut. ketika mang gege maju ke depan ke arah tempat eksplore kita ternyata menemukan mayat yang tergeletak ternyata baunya mang gege juga enggak kuat, dia balik teriak-teriak,” imbuh anggota TTM.
Menyadari situasi yang genting, anggota TTM yang memegang kamera langsung merekam penemuan jasad tersebut. Tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan mereka dicurigai terlibat dalam kematian korban.
“Kita reflek bawa kamera, karena kita takut kejadian apa-apa, sabotase disangkain kita abis ngapain. Kita langsung datang ke almarhumah tergeletak, aku udah rekam,” akui anggota TTM.
Saat pertama kali melihat jasad tersebut dari belakang, anggota TTM sempat mengira korban adalah seorang perempuan karena adanya rambut yang panjang. Namun, keanehan muncul karena rambut di bagian atas pendek sementara di bagian belakang panjang.
“Awal aku datangin aku lihat semacam si korbannya tuh kayak cewek. Karena aku lihatnya dari belakang. Pas aku lihat kayak cewek, karena kayak ada rambutnya. Tapi yang aku anehin, di sini (atas) rambutnya pendek tapi belakangnya panjang,” pungkas anggota TTM.
Setelah penemuan tersebut, tim TTM segera memanggil petugas keamanan setempat dan Ketua RT untuk melaporkan temuan mereka.
Pelaku Ditangkap, Motif Pembunuhan Terungkap
Berkat laporan tersebut, pihak kepolisian segera bertindak dan berhasil mengungkap kasus pembunuhan ZAAQ. Jasad yang ditemukan diketahui adalah ZAAQ, seorang siswa SMPN 26 Bandung berusia 14 tahun. Penemuan jasadnya terjadi lima hari setelah ia dihabisi oleh para pelaku.
Kronologi pembunuhan ini ternyata bukan merupakan aksi spontan. Pelaku utama, YA (16 tahun), telah merencanakan pembunuhan tersebut sejak Sabtu, 7 Februari 2026. Ia sempat mengajak rekannya, APM (17 tahun), namun rencana awal mereka gagal karena APM sedang memiliki kesibukan lain.
“Awalnya gagal karena APM sedang ada pekerjaan mendekorasi tempat pernikahan. Rencana itu baru terealisasi dua hari kemudian,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, pada Minggu, 15 Februari 2026.
Pada Senin, 9 Februari 2026, YA dan APM berangkat dari Garut menuju Bandung untuk menjemput korban tepat sepulang sekolah. ZAAQ, yang tidak menaruh curiga, bersedia diajak berbicara oleh kedua pelaku di kawasan eks Kampung Gajah.
Di lokasi yang sepi itulah, percekcokan antara korban dan pelaku pecah. YA, yang telah menyiapkan sangkur dan belati dari Garut, langsung menyerang ZAAQ secara membabi buta.
Korban mengalami luka serius akibat serangan tersebut. Ia dihantam botol yang ditemukan di lokasi, menyebabkan luka di bagian kepala. Selain itu, ZAAQ juga mengalami delapan tusukan di bagian perut yang mengakibatkan pendarahan hebat.
Setelah menghabisi nyawa ZAAQ, kedua pelaku segera melarikan diri kembali ke Garut. Jasad korban baru ditemukan lima hari kemudian oleh tim TTM.
Berbekal hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Resmob Cimahi, polisi berhasil melacak keberadaan para pelaku. YA dan APM akhirnya berhasil diringkus di Kabupaten Garut pada Minggu, 15 Februari 2026, dini hari.
“Dalam kurun waktu 1×24 jam setelah penemuan jasad, tim berhasil mengamankan dua pelaku yang masih di bawah umur. Saat ini keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif,” kata AKBP Niko.
Motif Sakit Hati dan Ancaman Hukuman Berat
Kedua pelaku, YA (16) dan APM (17), yang masih di bawah umur, diamankan oleh Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu malam, 14 Februari 2026. YA ditetapkan sebagai tersangka utama dalam kasus pembunuhan berencana ini.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengungkapkan bahwa motif utama di balik pembunuhan sadis ini adalah sakit hati. YA dan korban sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama. Namun, hubungan pertemanan mereka hancur akibat sebuah pernyataan dari korban yang menyinggung perasaan YA.
“Motif tersangka YA tega menghabisi korban karena sakit hati. Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku,” ujar AKBP Niko pada Minggu, 15 Februari 2026.
Rasa sakit hati yang mendalam tersebut rupanya berubah menjadi rencana jahat. YA bersama APM diduga telah merencanakan eksekusi korban di lokasi yang sepi, yaitu di Desa Cihideung, Parongpong.
Meskipun kedua pelaku masih berusia remaja, polisi tetap menjerat mereka dengan pasal-pasal berat sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Karena indikasi pembunuhan berencana, YA dan rekannya dijerat Pasal 459 KUHP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun,” tegas AKBP Niko.
Selain itu, polisi juga menerapkan Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak untuk memperkuat jeratan hukum atas hilangnya nyawa anak di bawah umur. Saat ini, YA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cimahi untuk mendalami seluruh kronologi kejadian.





