Jelang Nyepi, Gilimanuk-Ketapang Padat, ASDP Kerahkan Kapal Besar

KMP Portlink VII Kembali Beroperasi, Tingkatkan Kapasitas Layanan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus berupaya memperkuat dan mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan di salah satu lintas tersibuk di Indonesia, yaitu antara Ketapang, Jawa Timur, dan Gilimanuk, Bali. Peningkatan mobilitas kendaraan dan penumpang yang signifikan mendorong perusahaan untuk mengambil langkah strategis, salah satunya adalah mengoperasikan kembali kapal berkapasitas besar, KMP Portlink VII. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu secara efektif mengurai kepadatan arus kendaraan yang melintasi Selat Bali.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, menjelaskan bahwa pengoperasian kembali KMP Portlink VII merupakan bagian integral dari strategi optimalisasi armada. Tujuannya adalah untuk memastikan kelancaran dan efisiensi layanan di rute yang sangat vital ini. Kapal dengan kapasitas angkut yang besar memiliki keunggulan dalam mempercepat proses pemuatan kendaraan dan secara bersamaan meningkatkan volume angkut dalam satu kali pelayaran.

“Dengan kapasitas angkut yang besar, KMP Portlink VII dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dan penumpang, sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean serta menjaga kelancaran arus penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk,” ujar Windy.

KMP Portlink VII memiliki spesifikasi yang mengesankan. Kapal ini mampu mengangkut hingga sekitar 600 penumpang dalam satu perjalanan. Selain itu, ia juga dapat membawa kombinasi kendaraan yang signifikan, mencakup sekitar 30 unit truk dan 100 kendaraan kecil dalam satu kali penyeberangan. Kapasitas ini menjadikannya aset berharga dalam mengelola lonjakan penumpang dan kendaraan, terutama pada periode-periode puncak.

Sebelum kembali memasuki jadwal operasional, KMP Portlink VII telah menjalani serangkaian perbaikan dan perawatan yang mendalam. Perbaikan ini dilakukan menyusul insiden kebakaran yang sempat dialami kapal tersebut sebelumnya. Setelah proses perbaikan fisik dan pengecatan ulang rampung, kapal ini melanjutkan tahapan krusial lainnya, yaitu uji pelayaran atau sea trial. Uji coba ini sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh sistem di kapal, mulai dari mesin utama hingga sistem navigasi, berfungsi secara optimal dan memenuhi standar keselamatan pelayaran yang ketat. Hasil dari uji pelayaran tersebut mengkonfirmasi bahwa KMP Portlink VII dinyatakan layak dan siap untuk kembali melayani pengguna jasa. Kapal ini dijadwalkan untuk mulai beroperasi kembali pada Sabtu, 14 Maret 2026, pukul 13.00 WIB, melayani lintas Ketapang–Gilimanuk.

Lonjakan Trafik Kendaraan Menjelang Hari Raya Nyepi

Peningkatan pergerakan kendaraan yang menuju Pelabuhan Gilimanuk untuk menyeberang ke Pelabuhan Ketapang telah terlihat meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini merupakan dampak langsung dari meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan lebih awal. Selain itu, aktivitas distribusi logistik juga turut memanfaatkan periode operasional sebelum dilakukannya penutupan sementara layanan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

Sejak Kamis, 12 Maret 2026, area parkir di Pelabuhan Gilimanuk telah dipadati oleh berbagai jenis kendaraan. Mulai dari kendaraan roda dua, mobil pribadi, bus penumpang, hingga truk-truk pengangkut logistik, semuanya terlihat mengantre untuk mendapatkan giliran menyeberang. Seiring dengan peningkatan volume kendaraan yang datang dalam waktu berdekatan, antrean truk bahkan terpantau memanjang hingga mencapai sekitar Pasar Gilimanuk, yang berjarak sekitar dua kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa lonjakan kendaraan logistik ini sebagian besar dipengaruhi oleh upaya distribusi barang yang berusaha menyeberang sebelum diberlakukannya pembatasan angkutan barang pada periode menjelang Lebaran. Di sisi lain, sebagian masyarakat juga memilih untuk melakukan perjalanan lebih awal guna mengantisipasi penutupan sementara layanan penyeberangan yang akan diberlakukan selama perayaan Nyepi.

Untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan meminimalkan dampak kepadatan, ASDP bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait telah melakukan pengaturan operasional kapal yang cermat dan manajemen antrean yang efektif di pelabuhan. Dalam kondisi tertentu yang memerlukan penyesuaian, penyeberangan diprioritaskan untuk kendaraan penumpang seperti roda dua dan mobil pribadi guna menjaga mobilitas masyarakat. Sementara itu, kendaraan logistik tetap dilayani secara bertahap sesuai dengan kapasitas kapal yang tersedia.

Data Trafik dan Imbauan ASDP

Berdasarkan data yang dihimpun dari Posko Gilimanuk selama periode 24 jam pada 13 Maret 2026 (pukul 00.00–23.59 WIB atau H-8 menjelang Nyepi), tercatat sebanyak 220 trip kapal telah beroperasi. Realisasi penumpang dari Bali menuju Jawa mencapai 37.877 orang. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang terdiri dari 6.066 unit roda dua, 3.573 kendaraan kecil, 2.154 truk, dan 383 bus, dengan total keseluruhan kendaraan mencapai 12.176 unit.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-8 menjelang Nyepi, total penumpang yang telah menyeberang tercatat sebanyak 97.572 orang, dengan total kendaraan mencapai 31.045 unit.

Sementara itu, data dari Posko Ketapang pada periode waktu yang sama menunjukkan jumlah perjalanan kapal yang beroperasi sebanyak 231 trip. Penumpang yang menyeberang dari Jawa menuju Bali tercatat sebanyak 26.173 orang, yang menunjukkan peningkatan sebesar 6,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah kendaraan truk yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 2.604 unit, mengalami peningkatan sebesar 10,8 persen. Sementara itu, jumlah bus yang menyeberang mencapai 635 unit, naik 7,4 persen. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali mencapai 5.365 unit, atau mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, sejak H-10 hingga H-8 menjelang Nyepi, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Bali tercatat sebanyak 66.305 orang, dengan total kendaraan mencapai 15.410 unit.

Menghadapi situasi ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengimbau seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk senantiasa mengikuti arahan dari petugas di pelabuhan. Selain itu, penting bagi setiap pengguna jasa untuk mempersiapkan perjalanan mereka dengan matang agar proses penyeberangan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.

Pos terkait