Jembatan Cijeruk yang Terhubung Bojongsoang-Baleendah Ditutup 4 Bulan Setelah Diresmikan

Penutupan Jembatan Cijeruk untuk Perbaikan

Jembatan Cijeruk, yang dikenal juga dengan nama Jembatan Leuwi Dalem, kembali ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sejak 22 April 2026. Meski baru diresmikan pada Januari 2026, penutupan ini dilakukan sebagai bagian dari proses perbaikan dan pengecoran struktur jembatan. Proses perbaikan ini diperkirakan akan berlangsung selama sekitar satu bulan hingga Mei 2026.

Penutupan jembatan tersebut dilakukan karena adanya kebutuhan untuk menyesuaikan geometri akses masuk agar lebih aman dan nyaman bagi para pengendara. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung, Zeis Zultaqwa, menyampaikan bahwa perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas jembatan agar dapat melayani masyarakat secara optimal.

Estimasi Pengerjaan dan Tujuan Perbaikan

Zeis menjelaskan bahwa proses perbaikan, terutama tahap pengecoran, membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Ia mengatakan, “Saat ini jembatan ditutup dulu. Sampai kapannya, kami akan update lagi. Karena untuk ngecor itu kan perlu waktu satu bulan, kalau misalnya kurang nanti membahayakan.”

Tujuan utama dari perbaikan ini adalah untuk membuat jalur lalu lintas menjadi lebih lancar dan nyaman. Zeis menekankan bahwa jembatan ini sudah menjadi alternatif yang baik bagi warga, namun tetap perlu diperbaiki agar bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

Sejarah Pembangunan Jembatan Cijeruk

Jembatan Cijeruk dibangun atas inisiasi Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung untuk menggantikan jembatan swadaya (“liar”) yang ambruk akibat banjir pada Mei 2025. Sebelumnya, jembatan tersebut dibangun secara tidak resmi oleh masyarakat setempat, termasuk swasta, namun konstruksinya tidak memadai sehingga tidak mampu menahan beban kendaraan yang melintas.

Kepala Desa Bojongsari, Asep Sunandar, mengungkapkan bahwa pengajuan pembangunan Jembatan Cijeruk telah diajukan sejak 2020. Namun, rencana tersebut tidak segera terealisasi hingga peristiwa banjir bandang pada 23 Mei 2025 menghancurkan jembatan lama.

Fungsi dan Penggunaan Jembatan Cijeruk

Jembatan Cijeruk merupakan penghubung antara dua kecamatan, yaitu Bojongsoang dan Baleendah. Selama musim hujan, jembatan ini sering digunakan sebagai alternatif oleh warga ketika jalur utama terendam banjir. Asep menjelaskan bahwa terdapat dua jembatan apung di kawasan tersebut, namun hanya satu yang rusak dan digunakan sebagai alternatif.

Peristiwa banjir bandang tersebut sempat direspons oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Ia berkoordinasi dengan Pemkab Bandung untuk membangun kembali jembatan secara permanen agar kejadian serupa tidak terulang.

Inisiasi Pembangunan Jembatan Permanen

Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pembangunan jembatan permanen ini merupakan inisiatif Bupati Bandung untuk menggantikan jembatan swadaya yang tidak memenuhi standar keselamatan. Ia menekankan pentingnya membangun infrastruktur yang kuat dan tahan terhadap kondisi alam.

Selama proses perbaikan, Zeis mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur alternatif lain agar tidak terganggu. Ia menegaskan bahwa perbaikan ini dilakukan demi kepentingan bersama dan keselamatan pengguna jalan.

Pos terkait